Translate

Showing posts with label Jepang. Show all posts
Showing posts with label Jepang. Show all posts

Wednesday, 29 February 2012

Bila Terjai Kenaikan Harga Lagi Jepang Batal Beli F-35

TOKYO-(IDB) : Menteri Pertahanan Jepang, Naoki Tanaka, menegaskan, jika harga pesawat tempur F-35 naik lagi dan tidak bisa dikirim tepat waktu sesuai kesepakatan, Jepang akan membatalkan pembelian pesawat tempur generasi kelima tersebut dari AS dan akan melirik pesawat buatan pabrikan lain.

Demikian ditegaskan Tanaka dalam satu sesi sidang parlemen di Tokyo, Rabu (29/2/2012).

"Saya kira kami akan menyepakati perjanjian formal sebelum musim panas tahun ini. Jika kita tak bisa mencapai kesepakatan tersebut pada saat itu, akan terjadi ketidakpastian besar terkait kesiagaan dan pertahanan nasional kita. Kita tentu saja akan harus melihat kemungkinan membatalkan rencana tersebut atau memilih pesawat lain," tandas Tanaka.

Tahun lalu, Jepang mengumumkan akan membeli 42 pesawat F-35 Lightning II dari pabrikan Lockheed Martin, AS, dengan harga 120 juta dollar AS (Rp 1,08 triliun) per unit. Jepang berharap pesawat-pesawat tersebut akan mulai dikirim pada 2016.

Akan tetapi, negara-negara di luar AS, yang sudah menyatakan akan membeli pesawat berkemampuan siluman (stealth) tersebut, khawatir harga F-35 akan naik lagi dan produksinya akan tertunda. Pihak Departemen Pertahanan AS sendiri, yang berencana membeli sekitar 2.400 unit F-35, telah memutuskan memperlambat proses pembeliannya untuk menghemat anggaran pertahanan.

Produksi yang diperlambat, dikhawatirkan bisa berdampak pada keterlambatan pengiriman pada para pemesan dan ongkos produksi pesawat makin tinggi.

Saat ini saja, biaya program Joint Strike Fighter (JSF), yang mengembangkan pesawat tersebut, sudah membengkak dari 233 miliar dollar AS menjadi 385 miliar dollar AS. Beberapa pengamat bahkan memperkirakan biaya program ini bisa mencapai 1 triliun dollar AS dalam 50 tahun ke depan.

Sumber : Kompas

Tuesday, 28 February 2012

Jepang Unjuk Gigi Teknologi Perang

JAKARTA-(IDB) : Atase Pertahanan Kedutaan Besar Jepang Kolonel Kondo mengatakan Jepang dan Indonesia berniat untuk mengadakan latihan perang. Namun waktu latihan itu belum ditentukan.

"Ada rencana antara Jepang dan Indonesia untuk mengadakan latihan militer gabungan, namun kami belum tahu kapan latihan miliiter gabungan itu dilakukan," ujar Kolonel Kondo di atas Kapal Perang Hamagiri, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Kolonel Kondo menjelaskan, latihan militer Jepang dan Indonesia masih bersifat rencana serta belum diatur untuk kelanjutannya.

Isu mengenai latihan militer Indonesia dan Jepang juga tidak menjadi pokok pembahasan dari kunjungan tiga armada tempur Pasukan Beladiri Jepang ke Jakarta yang saat ini berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok.
Jepang Unjuk Gigi Teknologi Perang

Kunjungan kapal perang pasukan bela diri Jepang, disertai dengan unjuk gigi teknologi perang. Atase Pertahanan Kedutaan Besar Jepang Kolonel Kondo menjelaskan fungsi helikopter yang terpampang di landasan di kapal perang.

"Helikopter ini banyak sekali kegunaannya. Helikopter dapat kita gunakan untuk mencari kapal selam musuh. Namun, helikopter ini juga dapat digunakan oleh proses evakuasi korban bencana," ujar Kolonel Kondo di atas Kapal Perang Hamagiri, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Kondo ikut pula menyoroti peristiwa-peristiwa bencana alam yang sempat muncul di wilayah Asia, oleh karena itulah helikopter ini sangat dibutuhkan.

Helikopter yang terpampang di atas kapal perang Jepang adalah helikopter bermerk Amerika Serikat (AS), meski demikian helikopter itu dibuat oleh Jepang dan menggunakan teknologi Jepang.

Kapten kapal perang Jepang Kolonel Tomoo Mizukami mengatakan, helikopter itu juga merupakan simbol keeratan hubungan antara AS dan Jepang. Meski demikian, Jepang tetap akan menjalin hubungan yang erat dengan Indonesia dan negara lainnya.
Sumber : Okezone

Thursday, 9 February 2012

Pesawat Tempur Jepang Cegat Konvoi Pesawat Rusia

TOKYO-(IDB) : Pasukan Bela Diri Udara Jepang, Rabu (8/2/2012), menerbangkan beberapa pesawat tempur untuk mencegat serombongan pesawat militer Rusia yang tiba-tiba muncul di sekitar perairan Jepang.

Kantor berita Kyodo News dalam laporan hari Kamis (9/2/2012), mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan Jepang, mengatakan, sedikitnya lima pesawat militer Rusia terdeteksi terbang di atas Samudra Pasifik dan Laut Jepang di dekat Pulau Hokkaido dan kawasan Tohoku di timur laut Jepang.

Pesawat Rusia tersebut terdiri atas dua pesawat pengebom strategis jarak jauh Tu-95 Bear, dua pesawat pengintai Su-24 Fencer, serta satu pesawat kendali dan peringatan dini (AWACS) A-50. Pejabat Jepang mengatakan, ini adalah untuk pertama kalinya pesawat AWACS Rusia itu terdeteksi di dekat wilayah Jepang.

Tidak dilaporkan terjadi insiden lebih lanjut dari pencegatan tersebut. Pihak Angkatan Udara Rusia sendiri telah berulang kali menyatakan semua penerbangan patroli pesawat Rusia dilakukan dengan mematuhi setiap peraturan internasional dan selalu terbang di kawasan udara di atas perairan netral tanpa masuk ke wilayah udara negara lain.

Tu-95 adalah pesawat pengebom strategis yang mampu membawa bom nuklir. Rusia melanjutkan patroli pesawat pengebom di wilayah Samudra Pasifik, Atlantik, dan Artik sejak 2007, setelah sempat terhenti sejak berakhirnya Perang Dingin.   

Sumber : Kompas

weapon military