Translate

Showing posts with label Senjata. Show all posts
Showing posts with label Senjata. Show all posts

Tuesday, 13 March 2012

Perlombaan Senjata Di Kawasan Asia Tenggara

AMSTERDAM-(IDB) : Indonesia berminat membeli kendaraan lapis baja Belanda. Keinginan itu bukan hanya sekedar monopoli Indonesia. Diam-diam semua negara Asia tenggara berlomba-lomba memodernisir peralatan militernya.

Dari pesawat tempur F-16, jet Sukhoi, kapal selam, kapal perang sampai tank. Semua itu juga menyangkut gengsi. Demikian topik koran sore Belanda NRC Handelsblad.

Tidak hanya Cina yang minggu lalu menaikkan anggaran militernya dengan 100 miliar dollar. Tapi juga Filipina, Indonesia sampai Vietnam dan Singapura. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, naik pula anggaran militer mereka dengan ratusan juta dolar per tahun.

Para pengamat sampai menyebut ada semacam lomba senjata di Asia.

Baru dan Canggih

Dibanding dulu, negara-negara Asia Tenggara dan Cina kini lebih memilih kendaraan dan peralatan militer terbaru serba canggih. Yang mencolok adalah pembelian kapal selam. Malaysia baru saja membeli tiga kapal selam, Indonesia pesan tiga, Vietnam enam dan Muangthai mau beli empat dari Jerman.

Negara-negara Asia tenggara membeli senjata karena faktor perasaan kurang aman. Vietnam dan Filipina misalnya cemas akan kebijakan maritim yang akan ditempuh Beijing. Di laut Cina Selatan ada enam pulau Vietnam.

Tidak ada yang tahu apa kebijakan pertahanan Cina yang semakin menandingi pertahanan Amerika.

Selain menghadapi negara raksasa Cina, di antara rumpun negara-negara ASEAN sendiri ada juga saling curiga, tulis koran NRC Handelsblad. Negara pulau Singapura yang dikelilingi negara-negara besar seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand punya angkatan bersenjata yang patut diperhitungkan.

Indonesia dan Malaysia berulangkali ribut soal kapal-kapal penangkap ikan. Konflik di perbatasan Kamboja-Muangthai tahun 2008, menewaskan puluhan orang.

Gengsi

"Angkatan bersenjata yang canggih bukan hanya soal pertahanan tetapi juga menyangkut gengsi," ungkap Tim Huxley direktur Asia di International Institute for Strategic Studies. "Pemerintah juga perlu pamer kekuatan militer pada penduduknya," tambahnya.

Jual-beli peralatan militer tidak lepas dari praktek korupsi. Sebuah perusahaan Prancis didesas-desuskan membayar uang suap € 114,- juta pada sebuah perusahaan yang dekat dengan perdana menteri Malaysia untuk menjual tiga kapal selam.

Tapi kapal selam pertama yang diserahterimakan ternyata tidak bisa beroperasi di bawah permukaan laut.

Amerika

Lomba senjata di Asia Tenggara juga dipicu oleh campur tangan Amerika. Untuk menandingi Cina, Washington meningkatkan hubungan dan kerjasama militer dengan Filipina, Indonesia dan Australia. Berarti negara-negara tersebut lebih mudah tembus ke sektor industri militer Amerika.

Amerika sebaliknya berdalih bahwa kerja sama tersebut hanyalah dalam rangka kemitraan, demikian kutipan NRC Handelsblad.

Sumber : RNW

Monday, 5 March 2012

Meski Ekonomi Krisis, Bisnis Senjata Meningkat

SWEDIA-(IDB) : Penjualan senjata internasional terus meningkat meski krisis melanda. Menurut SIPRI, Stockholm International Peace Research Institute, penjualan senjata di tahun 2010 meningkat sebesar 1%.

Peningkatan tidak lagi sebesar tahun-tahun sebelumnya. Sejak 2002, penjualan senjata skala internasional meningkat 60%, mencapai lebih dari 305 milyar euro di tahun 2010.

Negara-negara Amerika dan Eropa barat mendominasi daftar top 100. Perusahaan-perusahaan China tidak masuk dalam daftar tersebut. Menurut Susan Jackson, ketua penelitian SIPRI, Cina tidak menyertakan dokumen-dokumen yang terpercaya.

Belum jelas apakah penjualan senjata akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang, kata Susan Jackson. Gara-gara krisis, banyak negara yang mengurangi pembelian senjata. Lagipula, penarikan pasukan Amerika dari Irak juga mengurangi permintaan terhadap senjata.
Namun Jackson memprediksi bahwa produksi senjata tidak akan terlalu berubah.

Rupanya ada trend lain yang muncul. Pihak militer akan semakin banyak memanfaatkan pengetahuan dan keahlian perusahaan swasta untuk mengelola dan memelihara sistem militer. Terutama karena mereka tidak lagi memiliki tenaga yang memiliki kapasitas dan pengetahuan teknis setelah anggaran ditekan.

TREND BARU

Jackson juga melihat trend baru. Negara-negara seperti Brazil, India dan Turki lebih berinvestasi dalam industri senjata mereka.

“Hal ini terutama disebabkan oleh pencitraan yang kuat dan bergengsi di wilayah mereka sendiri. Dengan begitu, mereka jadi tidak terlalu bergantung kepada impor. Mereka menciptakan posisi kuat yang dapat digunakan untuk mendorong kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat dan Eropa.”

Namun menurut Jackson, negara-negara tersebut tidak cukup kuat untuk mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa dalam pasar senjata.

BELANDA

Dalam daftar top 100, Belanda terutama diwakili oleh Thales, perusahaan yang berasal dari Prancis. Di enam cabangnya yang berbeda di Belanda, sebanyak 2.000 tenaga kerja terlibat dalam produksi antara lain instalasi radar, sistem komunikasi dan kamera pengintai infra merah. 

Sumber : Poskota 

Wednesday, 29 February 2012

AS Miliki Mainan Senjata Mata-mata Baru

OHIO-(IDB) : Perangkat mata-mata terbaru militer Amerika Serikat (AS) ini lebih mirip mainan anak-anak. Namun perangkat baru ini merupakan perangkat tercanggih dunia.

Angkatan Udara (AU) AS mengembangkan miniatur pesawat mata-mata super kecil berwujud burung, bahkan serangga yang keberadaannya bisa luput dari perhatian. Micro Air Vehicles (MAVs) dikembangkan di Wright-Patterson Air Force Base di Dayton, Ohio.

Misi Laboratorium Riset AU ini yakni mengembangkan MAVs yang mampu mencari, melacak dan menarget musuh sembari beroperasi di lingkungan kota yang rumit.

Pemimpin teknisi Dr Gregory Parker menggunakan beragam helikopter mungil serta robot di lab guna mengembangkan program dan software ini.

Pengujian robot ini bertempat di lingkungan dalam ruangan. Selama itu, data yang terkumpul akan digunakan pengembangan lebih lanjut. Defense Advanced Projects Agency AS menghabiskan bertahun-tahun mengembangkan robot mungil ini dan berharap mampu menciptakan ‘lalat di dinding’.

Pada dua tahun lalu, peneliti mengungkap berhasil membuat robot kumbang yang mampu dikendalikan nirkabel melalui laptop.

Sumber : Itoday

Thursday, 16 February 2012

Ekspor Senjata Rusia Capai Rekor 13,2 Miliar Dolar

MOSCOW-(IDB) : Rusia membuat rekor ekspor senjata dengan nilai 13,2 miliar dolar AS (10,1 miliar euro) tahun lalu meskipun kehilangan klien Arab dan menghadapi kompetisi China yang semakin ketat, kata seorang pejabat tinggi Kamis.

Seperempat penjualan senjata Rusia mengalir ke India dan 15 persen ke Aljazair, dengan Vietnam mencapai 10 persen dari pembelian, kata Kepala Layanan Federal untuk Kerja sama Teknik Militer Mikhail Dmitriyev seperti dikutip oleh Vedomosti.

"Rencana kerja sama teknik militer Rusia untuk tahun 2012 berada pada nilai 13,5 miliar dolar AS," kata harian Gazeta Nezavisimaya mengutip pernyataan Dmitriyev seperti dilansir AFP.

Rusia mengekspor senjata senilai 10,4 milyar dolar AS pada 2010, di tempat kedua di belakang Amerika Serikat.

Para pejabat pertahanan sebelumnya mengatakan, mereka diperkirakan akan kehilangan sekitar empat miliar dolar AS pada pendapatan dari kontrak senjata yang ditinggalkan Libya setelah jatuhnya rezim Muamar Gaddafi dan dukungan ragu Moskow untuk oposisi.

Dmitriyev mengatakan, Rusia mengompensasi kerugian dari dunia Arabnya dengan melanjutkan penjualan ke negara-negara Eropa seperti Jerman dan Republik Ceko, dan mencomot pelanggan di Amerika Latin dan Asia Tenggara.

Sumber : Antara

weapon military