Translate

Showing posts with label Pasukan Garuda. Show all posts
Showing posts with label Pasukan Garuda. Show all posts

Sunday, 11 March 2012

Prajurit TNI Patroli Bersama Tentara Lebanon

BEIRUT-(IDB) : Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL (Indobatt) melaksanakan patroli Counter Rocket Lounching Operation (CRLO) bersama dengan pasukan tentara Lebanon LAF (Lebanese Armed Force) disekitar area Kompi Chetah UN Posn 9-2, Az Ziqqiyah, Minggu (11/3/2012).
 
Patroli yang diberi sandi CRLO 466 ini dilaksanakan untuk menjaga agar wilayah Indobatt, terutama disekitar sungai Litani River Area Kompi C aman dari upaya-upaya peluncuran roket oleh kelompok tertentu ke wilayah Israel.

Waktu dan rute pelaksanaan CRLO ditentukan oleh satuan atas, dalam hal ini Sektor Timur UNIFIL kepada Indobatt. Pelaksanaan patroli dibagi 2 (dua) chek point, start diawali dari Markas Kompi C UN Posn 9-2 menuju chek point-1 di daerah Alman, tempatnya merupakan ketinggian di atas sungai Litani River.

Setelah berhenti sekitar 15 menit di chek point pertama, patroli dilanjutkan menuju chek point-2 yang rutenya melewati beberapa perkampungan penduduk antara lain Al Qusayr, Ett Taibe dan Deir Siriane, begitu juga rute kembali mengambil arah sebaliknya.

Pelaksanaan patroli dilaksanakan selama 4 jam, dimulai pukul 14.00 LT hingga 17.00 LT. Adapun kendaraan yang digunakan prajurit Indobatt saat pelaksanaan patroli yaitu kendaraan tempur jenis BTR-80, dengan jumlah personel 10 orang dipimpin oleh Komandan Tim Lettu Mar Arifin Manalu, sedangkan dari LAF menggunakan Mobil jeep jenis Amphibi dengan jumlah personel 8 orang dipimpin Lettu Habiib dari Batalyon 82/Brigade 8 LAF.

Pelaksanaan patroli hingga batas waktu yang telah ditentukan berjalan dengan aman dan lancer, tidak ada tanda-tanda kegiatan yang mencurigakan ditemukan disekitar area operasi Indobatt. Turut serta pada pelaksanaan patroli kali ini, Wakil Komandan Satgas Indobatt Letkol Mar FJH. Pardosi.
 
 

Menurut Wadansatgas Indobatt, usai pelaksanaan patroli mengatakan, “untuk memberikan semangat dan moril anggota dalam melaksanakan tugasnya, saya, Komandan Satgas ataupun Perwira Staf lainnya sesekali akan ikut mereka dalam melaksanakan patroli,” ungkapnya.
 
 
Selain melaksanakan patroli CRLO, Indobatt bersama LAF juga melaksanakan kegiatan patroli lainnya yaitu ADP (Area Domination Patrol) dan Foot Patrol yang rutin dilaksanakan, sesuai perintah dari Sektor Timur UNIFIL.

Sumber : Poskota

Friday, 9 March 2012

TNI Latihan Hadapi Ancaman di Lebanon

banon-sub

LEBANON-(IDB) : Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-F/UNIFIL (Indobatt) melaksanakan latihan kesiap siagaan menghadapi ancaman kondisi keamanan di wilayah Lebanon Selatan yang dinilai mengganggu keselamatan jiwa personel Satgas,  penilaian situasi tersebut dinyatakan dengan Alert Status oleh UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), pelaksanaan latihan dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Kompi-kompi jajaran Indobatt baik yang berada di UN Posn 7-1, Adshid al Qusayr maupun yang berada di luar 7-1, Kamis (8/3/2012).
 
Latihan dilaksanakan dalam bentuk Dril Teknis hingga Dril Taktis.  Dril teknis dilaksanakan untuk menentukan kedudukan pasukan pada saat stelling, menentukan kedudukan senjata bantuan, penempatan kendaraan tempur hingga teknis memasuki ruang perlindungan atau Shelter, sehingga pada saat pelaksanaan Dril Taktis masing-masing personel tahu posisi dan tugasnya masing-masing.

Skenario latihan diperanggapkan situasi keamanan di Lebanon, khususnya di sekitar compound Indobatt mengalami ganguan keamanan pada eskalasi tertentu hingga mengancam keselamatan jiwa personel.

Dalam latihan sesuai prosedur tetap UNIFIL Alert Status Keamanan dibagi menjadi 3 bagian yaitu Kuning, Merah dan Hitam. Untuk status Kuning, kegiatan masih berjalan seperti biasa, seluruh personel melaksanakan tugas sesuai fungsi dan jabatannya masing-masing tetapi tetap menjaga kewaspadaan.


Perubahan status dari Kuning ke Merah diberlakukan apabila terjadi gangguan atau serangan senjata lintas datar terhadap pos-pos dan compoun UNIFIL, tindakan yang dilaksanakan  seluruh personel dengan membawa senjata dan perlengkapan perorangan masuk ke tempat stelling masing-masing yang telah ditentukan, dan atas perintah seluruh patroli yang sedang beroperasi diperintahkan untuk segera kembali ke pos/camp masing-masing atau ke pos UNIFIL terdekat.


 
Apabila serangan lintas datar berubah menjadi lintas lengkung dan situasi tidak bisa diatasi, maka seluruh personel harus memasuki Shelter atau tempat perlindungan yang telah disiapkan dengan membawa senjata dan perlengkapan perorangan hingga situasi dinyatakan aman, apabila situasi keamanan belum juga mereda tindakan yang dilakukan UNIFIL hingga mengevakuasi seluruh personel UNIFIL yang berada di Lebanon, kembali ke negaranya masing-masing.


 
Menurut Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Suharto Sudarsono yang turut dalam latihan tersebut mengatakan, ”latihan ini dilaksanakan dalam rangka melatih seluruh personel Satgas termasuk unsur pimpinan, mengerti apa yang harus mereka lakukan apabila terjadi eskalasi situasi keamanan yang mengancam keselamatan jiwa personel Satgas,” ucapnya.

Latihan ini merupakan program triwulan Indobatt untuk melatih kesiap siagaan personelnya  dalam mengantisipasi perubahan situasi keamanan di Lebanon.

Sumber : Poskota 

Thursday, 8 March 2012

Latihan Mailbag Transfer Oleh KRI SIM-367

LEBANON-(IDB) : Sudah yang kesekian kali serial Mailbag Transfer dilaksanakan oleh KRI SIM 367 dengan unsur-unsur MTF. Pada latihan  kali ini, KRI SIM 367  benar-benar menghadapi ujian alam  di laut Mediterania yaitu menghadapi cuaca ekstrim pada saat melaksanakan  Miscex 806 dengan TCG Badrum F-501 (Turkey).

Latihan yang dilaksanakan sesuai rencana pada pukul 09-00 LT ini, bertepatan dengan perubahan cuaca yang  ekstrim dimana kecepatan angin pada saat itu mencapai 52 knots, suhu 5ยบ celcius  yang disertai hujan es dan gelombang  laut rata-rata 3 meter. Kondisi cuaca ekstrim tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh  ABK. Dibutuhkan kesiapan fisik  prima serta profesionalisme prajurit yang terlatih untuk dapat menjawab semua tantangan tersebut. Latihan  berjalan dengan aman dan lancar sesuai yang direncanakan.

Bertindak sebagai OCS pada serial ini adalah KRI SIM – 367, dalam latihan  ini dilaksanakan  dua kali run secara bergantian, dimana TCG Badrum F-501 melaksanakan run pertama dengan melaksanakan pendekatan terlebih dahulu terhadap KRI SIM – 367 sampai dengan terkirim tali-tali dan kemudian melaksanakan kirim - terima barang. Demikian juga sebaliknya pada run ke dua berganti KRI SIM – 367  melaksanakan kegiatan yang sama seperti yang dilakukan oleh TCG Badrum F-501.

Sumber : Koarmatim

Monday, 5 March 2012

Komandan KRI SIM 367 Mengikuti “MTF Commander Conference”

LEBANON-(IDB) : Pejabat baru Komandan Maritime Task Force/UNIFIL Rear Admiral  Wagner Lopez de Moraes Zamith  mengadakan briefing “MTF Commanders Confrence” untuk memperkenalkan diri kepada seluruh staf MTF dan para Komandan unsur, selain itu juga ingin mengetahui sejauh mana operasi yang telah dilaksanakan,  sedang berjalan dan yang akan dilaksanakan. Kegiatan ini berlangsung di BRS UNIAO F-45 (Brazilia).

Dalam briefing ini masing-masing staf melaporkan tugas pokok dan rencana kerja yang akan dilaksanakan, sedangkan para komandan unsur melaporkan kegiatan selama melaksanakan operasi dan latihan serta kendala-kendala yang dihadapi di AMO.

Setelah melaksanakan briefing, Rear Admiral Zamith memberikan sambutan initial words dari atas kapal BRS UNIAO F-45 kepada seluruh personel MTF yang berada di dermaga Pelabuhan Beirut. Dalam sambutannya MTF Commander menyampaikan bahwa seluruh personel harus selalu menjaga semangat kerja dalam menjalankan tugas operasi, kegiatan operasi di laut merupakan tantangan yang besar dan penuh resiko. 
;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;">

Kesamaan beratnya tantangan tugas yang harus dihadapi di medan penugasan menjadikan kita mudah untuk bersatu dalam  melaksanakan tugas. Sebagai  pelaut  kita tidak membedakan warna kulit, bahasa maupun bendera yang berkibar di kapal masing-masing serta patut disadari bahwa tugas ini merupakan sebuah kehormatan dan kepercayaan yang diberikan oleh PBB kepada kita semua untuk menjalankan misi  sebagai Peacekeepers.

Lebih lanjut juga disampaikan rasa terima kasih kepada seluruh prajurit atas kerjasama dengan sesama unsur MTF dalam melaksanakan operasi dan latihan dengan LAF Navy  sampai saat ini berjalan dengan baik.

Sumber : Koarmatim

Wednesday, 29 February 2012

IPSC Dibangun Untuk Meningkatkan Prestasi Indonesia Dalam Menjaga Perdamaian Dunia

JAKARTA-(IDB) : Indonesia memiliki prestasi yang membanggakan dalam mengemban misi menjaga perdamaian dunia. Prestasi yang baik ini merupakan salah satu alasan mengapa kawasan dan fasilitas Indonesia Peace and Security Centre (IPSC) atau Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia dibangun.
 
Pembangunan fasilitas IPSC ini juga menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Eris Herryanto, S.IP, M.A., saat membuka Workshop Pembangunan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia, Selasa (28/2) di kantor Kemhan, Jakarta.

Sekjen Kemhan mengatakan,  sejarah telah mencatat bahwa Indonesia telah berkontribusi pada penugasan di Mesir dan kemudian di Kongo pada tahun 1960, itu adalah awal keterlibatan Indoensia dalam misi perdamaian dunia. Indonesia adalah negara yang sangat aktif dalam berkontribusi pada misi perdamaian dunia. Dunia juga menilai bahwa Kontingen  Indonesia dimanapun mereka mengemban tugas memiliki prestasi yang cukup baik. Tentu saja penilaian ini wajib dipertahankan dan kalau mungkin ditingkatkan di masa - masa mendatang.

Lebih lanjut Sekjen menjelaskan,  sebagaimana diketahui bersama bahwa telah diresmikan oleh Bapak Presiden RI Fasilitas Pendidikan dan Pelatihan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian di Bukit Merah Putih, Desa Suka Hati, Kecamatan Citeureup, Kawasan Sentul, Bogor. Kawasan tersebut telah dideklarasikan Bapak Presiden RI sebagai kawasan Canti Dharma. Disana akan dibangun Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia yang bertaraf internasional yang dinamai IPSC.

Sekjen mengatakan,  proyek pembangunan IPSC ini diharapkan dapat selesai sebelum masa Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Kedua  berakhir pada tahun 2014, sehingga perlu adanya usaha dan kerja keras dari masing  - masing instansi terkait.

Proyek pembangunan fasilitas IPSC melibatkan berbagai instansi  dan lembaga terkait yang akan meliputi tujuh proyek antara lain, Peace Keeping Centre yang dikerjakan oleh Kemhan dan TNI, Pusat Pelatihan Penanggulangan Terorisme yang akan ditangani oleh BNPT, Pusat Pelatihan Penanggulangan Bencana oleh BNPB, Stanby Force Base Mabes TNI, Language Centre oleh Kemendikbud, UNHAN oleh Kemendikbud, dan Olah Raga Militer oleh Kemhan.

Sekjen Kemhan mengungkapkan,  dalam mewujudkan keinginan pembangunan kawasan IPSC yang merupakan proyek nasional ini, saat ini masih dihadapkan pada beberapa kendala baik bersifat teknis maupun yang bersifat kebijakan. Kendala tersebut disebabkan karena satuan yang terlibat didalamnya adalah lintas kementerian dan lembaga.

Oleh karena itu, Sekjen Kemhan berharap melalui kesempatan pelaksanaan workshop ini diharapkan dapat mengungkap semua permasalahan yang ada kemudian dicarikan solusinya. Semua pihak diharapkan berpartisipasi untuk dapat berperan dan memberikan kontribusi atau masukan guna suksesnya pembangunan IPSC.

Workshop Pembangunan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia ini diselenggarakan oleh Kemhan dengan maksud untuk mengantisipasi permasalahan dan sekaligus mencarikan solusi demi kelancaran Pembangunan IPSC.  Sedangkan tujuannya adalah untuk menyamakan pola tindak dari setiap stake holder yang terlibat agar seluruh kegiatan pembangunan dilakukan tidak menyimpang dari peraturan perundangan yang berlaku.

Workshop berlangsung selama satu hari dan diikuti beberapa pejabat dari instansi terkait antara lain Kemhan, Mabes TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Universitas Pertahanan Indonesia, Kementerian Keuangan, Bappenas, Kemendikbud, Kementerian PU dan instansi terkait lainnya. 

Sumber : DMC

Monday, 27 February 2012

KRI SIM 367 Miscex 831 Advanced Manuevring Exercise

LEBANON-(IDB) : MISCEX 831Advanced Manuevring Exercise adalah serial yang bertujuan untuk melatih Perwira Jaga Anjungan dalam mengolah gerakkan kapal (Manuvra Taktis) dalam membentuk formasi-formasi taktis yang diisyaratkan oleh OCS secara cepat dan benar. 

Latihan yang diikuti oleh 3 unsur MTF yakni KRI Sultan Iskandar Muda 367,BNS Madhumati P-911 kapal dari Bangladeshdan FGS Ensdorf M-1094 dari Jermanini membentuk beberapa formasi antara lain formasi bersaf, formasi berbanjar.

Selain melatih oleh gerak kapal, latihan yang dipimpin oleh kapal perang Jerman FGS Ensdorf M-1094 sebagai OCSini juga melatih personil dalam code and decodeberita serta prosedur komunikasi dalam kirim terima berita.

Secara keseluruhan latihan yang dilaksanakan selama 2 jam ini dapat berjalan dengan aman dan lancar sesuai yang  diharapkan.

Sumber : Koarmatim

Saturday, 25 February 2012

Komandan Indobat Tinjau Pos Perbatasan Lebanon-Israel

LEBANON-(IDB) : Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Konga XXIII-F/UNIFIL (Indobatt) Letkol Inf Suharto Sudarsono meninjau kesiapsiagaan pos-pos perbatasan antara Negara Lebanon dengan Israel yang dijaga oleh prajurit TNI /Indobatt selama 24 jam pada Jumat malam (24/2) waktu setempat.

Komandan Indobatt Letkol Inf Suharto Sudarsono dalam keterangan pers yang dikirim kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu menyatakan, tujuan peninjauan ke pos-pos perbatasan selain mengecek kesiap siagaan prajurit secara langsung di lapangan juga memberikan dorongan moril dalam melaksanakan tugasnya.

Sebagai Komandan Indobatt, pihaknya harus turun dengan mengunjungi para prajurit yang bertugas di lapangan dan diharapkan dapat memberi dorongan moril dan semangat dalam melaksanakan tugasnya, ujarnya.

Menurut dia, bila ada kendala-kendala yang dihadapi di lapangan, akan segera diketahui dan dicarikan solusi pemecahannya, sehingga tugas yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik.

Kegiatan diawali dengan meninjau Observation Post (OP) Mata Kompi Delta, OP-16 dan OP-37 yang merupakan area Kompi Eagle yang berada disekitar garis pembatas (Blue Line) antar kedua negara Lebanon dengan Israel.

Sebelum kembali ke Markas, Komandan Indobatt meninjau Pos XC-5 dan M3 Point yang merupakan area tanggung jawab Kompi Chetah, Pos M3 Point lokasinya berdekatan dengan Pos LAF dan sungai Litani River yang rawan terhadap penyelundupan senjata.

Pelaksanaan peninjauan dilaksanakan dengan menggunakan tiga buah kendaraan tempur (Ranpur) jenis Anoa 6x6 produksi Indonesia, jenis VAB Komando dan jenis BTR 80 A.

Turut serta mendampingi Komandan Indobatt dalam kunjungannya ke pos-pos perbatasan, Perwira Polisi Militer Mayor Cpm Tatit Rosadi, Kasiops Satgas Kapten Inf Resa dan Perwira Pekas Satgas Kapten Cku Riko.

Sumber : Antara

Thursday, 23 February 2012

KRI SIM-367 Laksanakan Boardex dengan BNS MADHUMATIP-911

LEBANON-(IDB) : KRI SIM – 367 melaksanakan latihan Boarding Exercise (Boardex) dengan kapal perang Bangladesh BNS MADHUMATI P-911. Serial latihan ini merupakan yang ketiga kalinya bagi KRI SIM-367.

Boardex adalah  latihan pemeriksaan dan penggeledahan di laut yang dilakukan oleh unsur MTF terhadap kapal-kapal yang termasuk dalam daftar mencurigakan (suspect),dimana pemeriksaan dan penggeledahan ini dilaksanakan secara kooperatif.

Pada latihan kali ini KRI SIM 367 disimulasikan sebagai kapal yang diperiksamemberikan data-data yang sesuaidenganexpected list yang dimilikiolehunsur MTF sehinggamenuntutuntukdilaksanakanpemeriksaan.

Pelaksanaan latihan diawali dengan prosedur hailing dimana BNS MADHUMATI P-911 selaku unsur MTFdi AMO memperoleh data yang mencurigakan terhadap kapal suspect kemudian menurunkan 1 tim boarding party dan 1 RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) lengkap dengan senjata ringan dan alat deteksi untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap ABK, muatan maupun dokumen kapal suspect. Latihan dinyatakan selesai setelah Tim Boardex  BNS MADHUMATI P-911 menemukan simulasi barang terlarang berupa serbuk yang diduga sebagai barang narkotika.

Selesai latihan Dansatgas Maritim TNI Konga XXVIII-C/UNIFIL Letkol Laut (P) Agus Hariadi mengucapkan selamat kepada Dan Tim Boardex BNS MADHUMATI P-911 karena latihan ini berjalan baik, aman dan lancar sesuai dengan Standart Operation Procedure (SOP).

Sumber : Koarmatim

Saturday, 18 February 2012

Satgas Indo FPC Gunakan Kendaraan Tempur VAB di Lebanon

LEBANON-(IDB) : Kontingen Garuda TNI bersama beberapa negara yang bertugas di negara konflik Lebanon sebagai Pasukan Perdamaian  PBB (Peacekeers) yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), melakukan latihan menembak bersama dengan Lebanese Armed Forces (LAF) pada 14-15 Februari 2012. Dalam latihan bersama tersebut, Kontingen Garuda TNI diwakili oleh Satgas Indonesia Force Protection Company (Indo FPC) XXVI-D2.

Latihan menembak bersama antara UNIFIL dengan Militer Lebanon/LAF dengan sandi "Neptune Thunder I-12" dilaksanakan tidak jauh dari perbatasan Lebanon-Israel, tepatnya di UNP 3-1 Coral Beach Naqoura. Persenjataan yang digunakan dalam latihan tersebut mengutamakan penggunaan Ranpur (Kendaraan Tempur) yang dimiliki oleh negara-negara yang tergabung dalam misi UNIFIL, seperti yang digunakan oleh Pasukan Irlandia dengan Mortar Automatic 120 mm dan Granade Launcher 40 mm.

Satgas Indo FPC menggunakan Ranpur VAB (Vehicule de l'Avant Blinde) yang merupakan kendaraan lapis baja dengan kemampuan senjata SMB Browning kaliber 12,7 mm. Target tembakan dalam latihan tersebut diletakkan terapung di lepas pantai yang disimulasikan sebagai kapal laut.

Keikutsertaan Satgas Indo FPC XXVI-D2 dalam latihan "Neptune Thunder I-12" ini diwakili oleh 15 prajurit di bawah pimpinan Kapten Kav I Nyoman Artawan. Dalam kesempatan ini hadir Komandan Kontingen Garuda TNI Kolonel Adm Darmawan Bakti, yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas FHQSU XXVI-D1, dan Komandan Satgas Indo FPC Kapten Inf Wimoko, didampingi Pasiops Satgas Indo FPC Kapten Psk Firasat Amansyah.

Sebuah kehormatan bahwa Project Officer dalam latihan Neptune Thunder berasal dari Prajurit TNI yaitu Kapten Inf Fanny Pantouw, yang sehari-hari menjabat sebagai Staff Officer J-7 UNIFIL. Prajurit TNI yang mengikuti latihan ini dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik.

"Latihan Neptune Thunder I-12 kali ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan keahlian di bidang pertahanan dan pengetahuan bersama antara pasukan yang tergabung dalam misi UNIFIL. Untuk masa yang akan datang pasukan Garuda TNI merencanakan menggunakan Kendaraan Tempur buatan dalam negeri ANOA, agar dapat memperkenalkan produk persenjataan militer yang dibuat oleh Indonesia ke dunia Internasional," demikian yang dikatakan Kolonel Adm Darmawan Bakti. 

Sumber : Kompas

Sunday, 12 February 2012

TNI Bangun Jalan Sepanjang 37 Kilometer di Kongo

KONGO-(IDB) : Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco kembali mendapat tugas dari Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo (MONUSCO), untuk membangun jalan antara Kiliwa-Duru sepanjang 37 Kilometer di Republik Demokratik Kongo.

Untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Monusco,  Dansatgas Konga XX-I/Monusco Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho telah memberangkatkan 63 personel, berikut peralatannya ke Desa Kiliwa yang dipimpin Letda Czi Nurbani Adi (Komandan Alat Berat) sebagai Ketua Tim, dibantu Tim Kesehatan yang dipimpin Kapten Yayan Sofyan dan Pasiops Kapten Czi Rahadian Firmansyah.

Menurut Dansatgas Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho, Tim yang tergabung dalam pembangunan jalan Kiliwa-Duru telah membangun dan menempati Camp baru di Desa Kiliwa. Tujuan pembangunan Camp baru tersebut untuk mempersingkat jarak tempuh ke lokasi pengerjaan jalan, sehingga dapat menyelesaikan tugasnya sesuai dengan target yang ditetapkan.

“Tugas ini merupakan kehormatan, kebanggaan sekaligus tantangan bagi Kontingen Indonesia demi menjaga kehormatan bangsa dan Negara. Sebagai Kontingen Zeni dengan predikat peringkat Pertama di jajaran Monusco, kita harus siap melaksanakan tugas apapun yang diperyakan kepada kita”, tegas Letnan Kolonel Sapto.

Selama proses pekerjaan jalan Kiliwa-Duru sepanjang 37 Kilometer, personel Kontingen Garuda XX-I/Monusco mendapat dukungan pengamanan dari personel Batalyon Infanteri Maroko”, tambah Dansatgas.

Sumber : Itoday

Friday, 10 February 2012

Panglima TNI Kunjungi Indobatt Di Lebanon

LEBANON-(IDB) : Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, mengunjungi prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis XXIII-F/UNIFIL (Indobatt), di UN POSN 7-1 Adshid Al Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (9/2).

Keterangan pers dari Mabes TNI, di Jakarta, Jumat, menyebutkan, kunjungan Panglima TNI ke Lebanon selama tiga hari itu, khususnya di Indobatt, untuk mengetahui secara dekat pelaksanaan tugas prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.

Kedatangan Suhartono disambut Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Suharto Sudarsono didampingi Wakil Komandan Satuan Tugas Letnan Kolonel Marinir FJH Pardosi, beserta para perwira jajaran Indobatt.
 

Selain itu, kibaran bendera Merah Putih dan bendera Lebanon dari anak-anak Lebanon yang berada di sekitar area operasi Indobatt turut menyambut kedatangannya. Tak hanya itu tokoh masyarakat dan tokoh agama Lebanon Selatan juga ikut menyambut kedatangan Suhartono.

Dalam sambutannya pada acara tatap muka dengan prajurit TNI (Indobatt), Suhartono mengaku merasa terkesan dengan kehadiran para tokoh masyarakat maupun agama Lebanon Selatan yang turut menyambut kedatangannya.

 

"Saya terkesan dengan kedatangan para tokoh masyarakat maupun agama yang turut menyambut kedatangan saya beserta rombongan. Saya harapkan hubungan baik dengan masyarakat yang telah ditunjukkan terus di pelihara, antusiasmenya sangat baik, saya ucapkan terimakasih kepada seluruh prajurit," ujarnya.

Sumber : Antara

Friday, 3 February 2012

SBY Harapkan Pembangunan Lanjutan IPSC Kelar 2014

JAKARTA-(IDB) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengharapkan kelanjutan pembangunan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) yang tercatat seluas 260 hektare dapat rampung 2014.

"Kita harapkan akan selesai paling lambat pada 2014 mendatang," ungkap SBY, saat rapat terbatas bidang Polhukham, di Istana, Merdeka, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Ditegaskannya, kawasan yang tengah dibangun sangat penting. Karena semuanya berkaitan dengan tugas pokok bangsa di tengah dunia.

Peace keeping center sendiri, memiliki kegunaan penting bagi Indonesia negara yang sangat aktif berkontribusi pada misi pemeliharaan perdamaian dunia. Lantas juga di kompleks ini pula akan dibangun pusat latihan atau pendidikan bahasa.

"Kita menyadari bahwa bukan hanya untuk diplomasi tapi untuk yang lain. Kita harus menghargai bahasa, yakni bahasa internasional,trmsk bhs Indonesia, termasuk bahasa daerah yang harus kita lestarikan," terangnya mengenai manfaat dibangunnya pusat bahasa di IPSC.

Selain itu, pemerintah ingin memiliki daerah latihan tanggap darurat untuk menghadapi bencana alam.

Alasannya, di tengah ancaman bencana alam, alangkah baiknya, negara mempunyai institusi atau tempat untuk meningkatkan kemampuan soal bencana melalui pelatihan-pelatihan.

Kemudian, ditegaskan SBY, melawan terorisme adalah juga misi dari semua bangsa di dunia termasuk Indonesia. Ini bukan hanya jajaran kepolisian dan TNI, tapi juga semua pihak. "Oleh karena itu, patut kita bangun di sana," jelasnya.

"Kita juga ingin memiliki kampus yang lebih representatif, atau universitas pertahanan. Meskipun lembaga pendidikan ini tumbuh dan berjalan dan tumbuh dengan baik. Tetapi tentu kita perlukan fasilitas yang lebih representatif."

Dan tak kalah pentingnya, karena kontribusi Indonesia untuk misi pemeliharaan perdamaian dunia, maka perlu juga memikliki standby forces atau pasukan yang siap dikirim kapan saja untuk misi perdamaian. "Termasuk pangkalannya kita rancang pula untuk kita bikin di kawasan itu."

Lebih lanjut SBY mengemukakan semua bangunan tersebut akan dibangun secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Pun disesuaikan dengan prioritas yang ditetapkan dalam pembangunan. Termasuk pembangunan di bidang pertahanan dan keamanan.

Sumber : TribunNews

Peace Keeping Center Juga Untuk Siaga Kekuatan

JAKARTA-(IDB) : Kompleks Pusat Keamanan dan Perdamaian 'Santi Dharma' di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, mengalami perkembangan menjadi tujuh fungsi. Selain fungsi utama sebagai pusat pemeliharaan perdamaan dan keamanan, juga ada pusat siaga kekuatan (standby force) dan olahraga militer.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyampaikan hal ini di Kantor Presiden, usai rapat terbatas kabinet, Kamis (2/2) sore.

"Dengan adanya dinamika perubahan, center yang tadinya hanya untuk dua kegiatan, sekarang menjadi tujuh kegiatan. Maka kita laporkan langkah-langkah yang harus kita lakukan, terutama mengenai tata ruang, kemudian juga masalah pertanahannya juga berubah, lalu juga beberapa masalah koordinasi," Menhan Purnomo menjelaskan.

Menurut Purnomo, setidaknya akan ada lima lembaga kementerian terlibat atau akan terlibat dalam pembangunan kawasan Santi Dharma ini, sehingg koordinasi menjadi perihal penting. Beberapa lembaga yang terlibat, antara lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemendikbud, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Purnomo juga menegaskkan bahwa target penyelesaian kawasan ini tetap tahun 2014.

Sumber : PresidenRI

weapon military