Translate

Showing posts with label Korea Utara. Show all posts
Showing posts with label Korea Utara. Show all posts

Wednesday, 7 March 2012

Korut Terus Tambah Rudal Antipesawat di Sekitar Pyongyang

SEOUL-(IDB) : Korea Utara disinyalir terus menambah jumlah rudal darat-ke-udara (SAM) untuk menangkis serangan udara di sekitar ibu kota Pyongyang dari tahun ke tahun. Penambahan rudal itu untuk mengantisipasi serangan gabungan Korea Selatan dan AS.

Demikian diungkapkan kantor berita resmi Korea Selatan (Korsel) Yonhap, yang mengutip seorang sumber di angkatan bersenjata Korsel, Rabu (7/3/2012).

Menurut sumber tersebut, militer Korea Utara (Korut) terus menambah rudal antipesawat dari berbagai jenis, mulai dari SA-2 yang berdaya jelajah pendek sampai SA-5 berdaya jelajah panjang.
Jumlah rudal SA-5 (S-200), yang mampu mengenai sasaran sejauh 300 kilometer, bertambah dari hanya dua unit pada tahun 2000 menjadi 40 unit pada 2010. Semua diposisikan di sekitar Pyongyang.

Rudal SA-3 (S-125), yang berjarak tembak lebih pendek dan dirancang untuk menembak pesawat yang terbang rendah, bertambah dari tujuh unit menjadi 140 unit pada periode yang sama. Sementara rudal SA-2 (S-75), rudal rancangan era 1950-an yang berjarak tembak 48 kilometer, membengkak dari 45 unit menjadi 180 unit. Di luar itu, Korut diyakini memilki sedikitnya 12.000 pucuk rudal SAM portabel.

Semua ini menjadi pertimbangan utama Korsel saat merancang serangan jauh ke dalam wilayah Korut.

"Dalam kondisi darurat, kami bisa menyerang jauh hingga ke dalam wilayah musuh hanya jika kami bisa menetralisir rudal-rudal SAM Korut ini, beserta sistem radar dan peluncur roket jarak jauh mereka. Prioritas utama kami adalah untuk membangun kemampuan tempur yang menjamin kendali wilayah udara," tutur sumber tersebut.

Pihak Kementerian Pertahanan Korsel menolak membenarkan secara resmi laporan tersebut. 

Sumber : Kompas

Monday, 27 February 2012

Korut Ancam Gelar Perang Nuklir

PYONGYANG-(IDB) : Korea Utara menyatakan pihaknya siap berperang dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan, setelah dua sekutu itu memulai latihan militer tahunan mereka pada hari Senin (27/2), menurut media pemerintah.
 
"Ratusan ribu tentara siap untuk berperang dengan mengerahkan peralatan tempur nuklir," tulis kantor berita Korut, KCNA. Ditambahkannya, Pyongyang menganggap latihan itu sebagai manuver untuk serangan pendahuluan ke Korut.
 
Masyarakat internasional telah melakukan negosiasi dengan Korut atas program nuklirnya selama bertahun-tahun. Pembicaraan terbaru antara Korut dan Amerika Serikat berakhir pada Jumat lalu dengan kemajuan kecil. Ini adalah pembicaraan tingkat tinggi pertama sejak kematian Kim Jong-il.
 
Pemerintah Korut diharapkan untuk menghentikan pengayaan uranium dengan imbalan bantuan pangan, sebagai bagian dari kesepakatan yang diumumkan saat kematian Kim.
 
Korsel dan AS secara teratur mengadakan latihan militer di kawasan dan Korut menganggap aksi itu sebagai tindakan provokasi.
 
Sebelumnya, Kim Jong-un, komandan tertinggi bagi 1,2 juta anggota militer Korut, telah mengeluarkan instruksi kepada pasukan dalam kunjungan ke garis depan unit militer. "Dia memerintahkan mereka untuk memberi serangan balasan yang kuat terhadap musuh, jika musuh mengganggu bahkan 0,001 milimeter ke dalam perairan negara, di mana kedaulatan harus dijaga," kata kantor berita KCNA.
 
KCNA mengatakan bahwa kekhawatiran perang di Semenanjung Korea telah meningkat karena latihan, yang disebut "perang baru dari agresi."
 
Komisi Pertahanan Nasional Korut mengancam akan mengobarkan "perang suci" selama latihan tersebut. 

Sumber : Irib

weapon military