Translate

Showing posts with label TNI AU. Show all posts
Showing posts with label TNI AU. Show all posts

Wednesday, 14 March 2012

Kasau Terima Kunjungan Kasau Australia

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal  TNI Imam Sufaat, S.IP., menerima kunjungan kehormatan dari Chief of Air Force Royal Australian Air Force (CAF RAAF) Air Marshal G.C. Brown. dalam upacara jajar kehormatan di Mabesau Cilangkap, Rabu (14/3).
 
Air Marshal G.C. Brown mengunjungi Indonesia dalam rangka memperkenalkan diri sebagai CAF RAAF yang baru menggantikan  Air Marshal Mark Binskin.

Dalam pertemuan tersebut Kasau Marsekal  TNI Imam Sufaat, S.IP.,  mengharapkan agar hubungan kedua Angkatan Udara yang selama ini sudah terjalin dengan baik dapat dilanjutkan oleh Air Marshal G.C. Brown, diharapkan hubungan baik ini juga berperan dalam mendukung hubungan baik kedua Negara.

Selanjutnya Kasau mengucapkan terima kasih atas bantuan berupa dua buah Laboratorium Bahasa Inggris lengkap beserta perangkat lunaknya dari Pemerintah Australia.  Kedua  Laboratorium Bahasa Inggris bantuan RAAF ditempatkan di Ksatrian AAU Jogyakarta dan Lanud Hasanudin Makasar.

Setelah acara di Mabesau, selanjutnya CAF RAAF Air Marshal G.C. Brown, juga bertemu dengan Wamenhan Letjen TNI Syafrie Syamsudin. Pada siang harinya beliau melanjutkan kunjungannya ke Markas Komando Kohanudnas di Halim. Pada sore harinya Air Marshall Brown berencana akan mengunjungi AAU dan Wingdik Terbang, dan pada Kamis pagi akan bertolak ke  Lanud Sultan Hasanudin Makasar.

Hubungan kerjasama antara kedua Angkatan Udara semakin erat pada decade ini. Bahkan pada tanggal 27 Juli hingga 17 Agustus  mendatang TNI AU akan mengirimkan empat pesawat Sukhoi dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanudin Makasar  untuk mengikuti latihan militer bersama dengan nama sandi “Pitch Black”, yaitu  Latihan Bersama Tahunan antar negara-negara Sekutu Australia di Darwin Australia.

Sumber : TNI AU

Wajah Baru Skuadron Hawk TNI AU

KALBAR-(IDB) : Kurang lebih 13 tahun lamanya Skadron Udara 1 Lanud Supadio sudah memperkuat pengamanan kawasan di Indonesia bagian barat. Keberadaannya di bumi Khatulistiwa sangat dibutuhkan maklum saja Kalimantan Barat dan kawasan seputar Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) adalah kawasan yang berhadapan langsung dengan corong laut China Selatan. Sehingga tidak mengherankan kedatangan Elang Khatulistiwa di Bumi Khatulistiwa ini disambut sangat meriah dan antusias dari masyarakat maupun pemerintah daerah setempat.

Diawal kedatangannya pesawat tempur taktis ini bercorak loreng coklat namun sejalan dengan waktu dan kebutuhan maka warna atau kulit si Elang Khatulistiwa ini akan diubah menjadi loreng abu-abu. Menurut Danflight Har Skadud 1 Kapten Tek Surat, S.T, perubahan warna ini berdasarkan Petunjuk Teknik Udara (PTU) No. 126 perbaikan Ke IV tahun 2011 tentang Standarisasi Pola dan Warna pengecetan pesawat TNI AU.

“Untuk tahap awal pengecatan dilakukan terhadap 3 pesawat yaitu pesawat TT 0223, TT 0224 dan TT 0234. Sekarang ini pesawat TT 0223 dan pesawat TT 0234 sudah dilaksanakan pengecetan dan masuk tahap finishing. Sedangkan pesawat TT 0224 baru tahap pengaplasan atau penghilangan cat asli”, jelas Danflight Har.

Ia menambahkan untuk proses dari awal hingga selesai pengecatan pesawat dilaksanakan oleh anggota Banharlap Depohar 30. Untuk satu pesawat memakan waktu lebih kurang 10 hari dan rencananya ketiga pesawat ini akan ditampilkan pada acara puncak HUT Ke-66 TNI Angkatan Udara tanggal 9 April mendatang di Jakarta.
 
Sumber : TNI AU

Friday, 9 March 2012

TNI AU Pertimbangkan Hibah Satu Skuadron Full Arsenal F-5 Tiger Taiwan

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf TNI-AU, Marsekal TNI Imam Sufaat, mengatakan pihaknya mempertimbangkan hibah pesawat tempur F-5E/F Tiger dari Taiwan.

Taiwan merupakan satu sekutu Amerika Serikat. Negara kepulauan itu berhadapan langsung dengan China dan senantiasa mendapat kemudahan dalam pengadaan atau peremajaan arsenal dari Amerika Serikat.

"Ya...itu baik...akan kami pertimbangkan," katanya, usai memimpin serah terima jabatan Komandan Komando Pendidikan TNI-AU, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan Taiwan akan menghibahkan sekitar satu skadron F-5E/F. "Kira-kira jumlahnya satu skadron," ungkapnya. Satu skuadron udara berkekuatan antara 12 hingga 20 pesawat terbang, dilengkapi sejenis depo pemeliharaan dan persenjataan.

Sufaat mengemukakan usia pakai pesawat-pesawat F-5E/F Tiger II TNI-AU, yang saat ini tergabung dalam Skuadron Udara 14, akan diperpanjang hingga 2020.

"Saat ini rata-rata jam terbang pesawat-pesawat F-5 kita tersisa 4.000 dari 10.000 jam terbang yang dimiliki. Jika setahun 200 jam terbang, maka bisa sampai 2020," ujar Sufaat.

Pada kesempatan yang sama Asisten Perencanaan Kepala Staf TNI-AU, Marsekal Muda TNI Rodi Suprasodjo, mengatakan semua F-5E/F Indonesia masih dapat berfungsi baik tidak perlu ditingkatkan.

"Jika fungsi-fungsinya masih dapat berjalan baik dan maksimal ...ya tidak perlu di-up grade...hemat biaya," katanya. 

Sumber : Antara

Thursday, 8 March 2012

Demonstrasi Operasi Militer Dilakukan Pada 9 April

JAKARTA-(IDB) : Selama ini operasi udara militer relatif sukar dilihat dari dekat oleh masyarakat Indonesia; padahal kepada rakyat Indonesia itulah eksistensi dan tugas pokok TNI termasuk TNI-AU terletak.

Masyarakat umum, terutama yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, akan bisa menyaksikan hal-hal itu pada hari ulang tahun ke-66 TNI-AU, pada 9 April nanti. Lokasinya di Pangkalan Utama TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Dalam keterangan pers di pangkalan udara militer yang dulu bernama Pangkalan Oedara Tjililitan di Jakarta itu, Kamis, Komandan Pangkalan Udara Utama TNI-AU, Marsekal Pertama TNI Adang Supriyadi, menyatakan, pangkalan itu akan menjadi base bagi puluhan pesawat terbang berbagai tipe dan jenis yang dimiliki TNI-AU.

"Tahap pertama adalah gladi posko, dilanjutkan latihan parsial. Lalu dilakukan evaluasi dan diujicobakan dalam formasi sebenarnya pada waktu yang telah ditetapkan," katanya.

Menurut skenario acara, ada dua jenis aktivitas yang dilakukan, yaitu demonstrasi statis dan demonstrasi dinamis di udara. Yang terakhir terdiri dari terbang formasi dan terbang aerobatik.

Di darat, seusai parade dan defile upacara oleh 2.500 personel, 467 personel Korps Pasukan Khas TNI-AU dari markasnya di Pangkalan Udara Sulaeman, Kabupaten Bandung, akan terjun statis memakai sembilan C-130 Hercules. Titik pendaratan di area aman landas pacu Halim Perdanakusuma.

Di ASEAN dan Asia, cuma Indonesia yang memiliki pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI-AU, yang dulu bernama Pasukan Gerak Tjepat dan Kopasgat. Angkatan Udara Amerika Serikat memiliki pasukan serupa dalam beberapa satuan, yaitu US Air Force Control Combat Team, US Air Force Pararescue, dan US Air Force Air Tactical Control Party.

Selesai itu, dilanjutkan dengan terjun bebas 66 penerjun Korps Pasukan Khas TNI-AU. Mereka akan melakukan penerjunan formasi, dan beberapa di antara mereka membawa bendera raksasa komando utama di lingkungan TNI-AU. Orang terakhir akan membawa bendera biru raksasa Swa Bhuwana Paksa, lambang TNI-AU.

Unjuk kemampuan anti teror menjadi menu berikut. Kali ini oleh 60 personel pasukan khusus Detasemen B-90 Bravo Korps Pasukan Khas TNI-AU yang berpangkalan di Rumpin, Tangerang. Mereka menyimulasikan penyelamatan sandera dan pemberantasan teroris dalam skenario tertentu.

Salah satu kemampuan Pasukan Baret Jingga itu adalah SAR Tempur; itu pula yang akan diperagakan mereka oleh 23 personel, yang akan menyelamatkan personel TNI-AU di belakang garis pertempuran dan membawa pergi personel itu.

Sumber : Antara

HUT ke-66 TNI-AU Akan Dimeriahkan 64 Pesawat Tempur Dari Berbagai Skuadron

JAKARTA-(IDB) : Peringatan hari ulang tahun ke-66 TNI-AU pada 9 April nanti akan lebih meriah ketimbang biasanya. Demonstrasi statik, dinamis, terbang formasi, hingga aerobatik akan dilakukan 64 pesawat terbang dari berbagai skuadron udara mereka.

"Ke-66 pesawat terbang berbagai tipe itu akan berpartisipasi. Selain pesawat terbang, 2.500 personel terdiri dari dua brigade dan tujuh batalion upacara akan berparade serta defile. Masyarakat umum bisa menyaksikan semua hal itu dari dekat," kata Kepala Dinas Penerangan TNI-AU, Marsekal Pertama TNI Yunus Azman, di Pangkalan Udara Utama TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis.

Perencanaan ketat sudah dilakukan sejak sebulan lalu. Unsur udara dan darat telah disiapkan sedemikian rupa sehingga bisa saling menguatkan makna peringatan hari jadi TNI-AU kali ini.

Sejak 1 April, katanya, pesawat-pesawat terbang yang terlibat telah hadir di apron Terminal Haji, sisi lain Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma itu.

Terminal inilah yang akan dipergunakan menjadi lokasi persiapan utama unsur-unsur pesawat terbang, di sini pula akan dilakukan peragaan statis pesawat-pesawat terbang yang tidak mengudara. Direncanakan, yang menjadi inspektur upacara adalah Kepala Staf TNI-AU, Marsekal TNI Imam Sufaat.

Jenis dan tipe pesawat terbang yang ada dalam daftar arsenal TNI-AU akan dilibatkan semua. Terdiri dari F-5E/F Tiger (tiga unit), Hawk 100/200 (10), F-16 A/B Blok 15 Fighting Falcon (enam), Sukhoi Su-27 dan Su-30 Flanker (enam), 11 C-130 Hercules (sembilan untuk terjun statik, satu latihan terjun bebas, dan 1 tanker udara), dan B-737 200/400 Surveillance.

Masih ditambah CN-235/235 MPA (dua), C-212 Aviocar (dua), KT-1B Wong Bee (delapan, akan menjadi Jupiter Aerobatic Team), helikopter NAS-332/330 Super Puma dan Puma (empat), helikopter EC-120 Colibri, helikopter Bolkow-Blohm, dan Cessna dari Akademi TNI-AU (dua).

"Manuver-manuver yang akan diperagarakan semuanya manuver yang biasa dilakukan pesawat militer. Itu sebabnya tidak ada kalangan sipil yang bisa ikut dalam pesawat-pesawat terbang itu," kata Azman.

Sumber : Antara

Tuesday, 6 March 2012

Karbol AAU Terjun Dari C-130 Hercules A-1302

LANUD SULAEMAN-(iDB) : “Menjalani latihan para dasar atau dikenal dengan terjun payung tidak semudah seperti yang di bayangkan, butuh kekuatan fisik, mental dan konsentrasi”.
Demikian kata Mayor Kes. Dedy Darmawan Instruktur Para Dasar/Jumping Master Skadik 204 Lanud Sulaeman saat memberi arahannya sebelum penerjunan pertama Para Dasar bagi Karbol AAU. Selasa (6/3).
Sebelumnya Karbol AAU telah melaksanakan Ground Training selama tiga minggu di Lanud Sulaeman. Latihan ini dilaksanakan di dalam kelas dan di luar kelas maupun latihan drill kering serta praktek teknik melipat juga diberikan dalam pelatihan para dasar ini.
Sejak 15 Februari lalu karbol AAU tingkat II mendapat ketahan fisik selama satu bulan untuk memperkuat otot kaki dan melatih kelenturan pada saat praktek penerjunan.

Hari ini merupakan penerjunan pertama setelah pelajaran selama tiga minggu. Dengan mengunakan parasut jenis MC II-V, mengunakan pesawat C-130 Hercules A-1302 Skadraon Udara 32 Lanud Abdurahman saleh Malang.
Penerjunan dipandu jumping master sebanyak delapan orang dipimpin Mayor Kes. Dedy Darmawan, penerjunan dilaksanakan 2 sorti pergelombang dengan membawa 55 penerjun.
Dijadwalkan penerjunan dilaksanakan sebanyak lima kali dengan berbagai tingkat kesulitan, baik penerjunan menggunakan pintu kiri, pintu belakang, pintu kanan, mengunakan senjata dan rangsel serta diakhiri dengan terjun malam.
Wing Day atau penyematan Wing Para akan disematkan kepada para karbol dan berhak digunakan selama menjadi Anggota TNI AU.

 Sumber : TNI AU

Monday, 5 March 2012

Paskhas Asah Kemampuan Infiltrasi Udara

JAKARTA-(IDB) : Satu tim anggota Den Bravo 90 Anti Teror Paskhasau dibawah pimpinan Lettu (Pasukan) Anang K serta satu Tim Pengendali Tempur dari Batalyon 461 Paskhasau dengan Komandan Regu Letda (Pasukan) Rizki Pampani, melaksanakan terjun payung free fall dengan ketinggian penerjunan 6000 Feet AGL, dengan sasaran penerjunan di area Lapangan Aeromodelling, Dirgantara III, Lanud Halim Perdanakusuma.
 
Menurut Lettu (Psk) Anang K selaku Komandan Regu, latihan penerjunan ini merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap Anggota Paskhasau. Selain untuk melatih kemahiran dan mental individu namun juga untuk mengasah kemampuan infiltrasi udara. Penerjunan ini biasanya dilaksanakan pada ketinggian diatas dari 10000 Feet AGL.

Namun kali ini dilakukan pada ketinggian 6000 Feet AGL.

“Yang menantang dari kegiatan ini adalah kelengkapan yang harus dibawa oleh peterjun”,  Lettu (Pasukan) Anang K menjelaskan. “Sebagai prajurit, senjata tetap dibawa kemanapun pasukan mendarat. Walaupun dalam tingkat kesulitan yang tinggi, sebab menggunakan jenis parasut tertentu, dalam latihan. Untuk formasi penerjunan kali ini menggunakan formasi one line, yang artinya follow the Leader”, ujar Komandan Regu ini.

Kegiatan latihan Terjun melibatkan  duapuluh delapan anggota, dari Den Bravo 90 Paskhas dan dari Batalyon 461 Paskhas dengan menggunakan pesawat CN-235 dengan number tail A-2302 dari Skadron Udara 2  yang diawaki oleh Capten-Pilot Mayor Pnb Destianto dan didampingi oleh Co-Pilot Letda Pnb Helmi.

Sumber : Poskota

TNI Akan Tmpatkan Pesawat Tempur Di Papua

PAPUA-(IDB) : Markas Besar TNI Angkatan Udara merencanakan menempatkan sejumlah pesawat tempurnya di wilayah Papua.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat kepada wartawan di Timika, Senin, mengatakan, rencana penempatan sejumlah pesawat tempur tersebut dalam rangka menjaga kedaulatan udara nasional.

"Kami ada rencana seperti itu ke depan. Sementara ini pesawat-pesawat yang ke Papua hanya untuk mengenal medan sekaligus melatih operasional suatu pangkalan," jelas KSAU Imam Sufaat usai meresmikan Satuan Radar 243 Timika.

Ia mengatakan, Bandara Mozes Kilangin Timika layak untuk didarati pesawat tempur. Namun pesawat tempur tidak bisa dioperasikan dari Pangkalan TNI AU Timika karena terkendala ketersediaan bahan bakar mengingat pesawat tempur setelah terbang 1,5 jam harus mengisi kembali bahan bakar.

"Ini yang menjadi kendala. Kami berharap Pertamina bisa masuk ke Timika sehingga nantinya pesawat tempur kita bisa dioperasikan dari Timika. Hal itu tidak berarti kondisi di Timika tidak aman, tetapi untuk penerbang sendiri harus tahu kondisi di suatu tempat," jelas orang nomor satu di jajaran TNI AU itu.

Sejauh ini baru tiga Bandara di Papua yang bisa didarati oleh armada pesawat tempur yaitu Biak, Jayapura dan Merauke.

Marsekal TNI Imam Sufaat pada Senin pagi meresmikan Satuan Radar 243 Timika yang berlokasi di Kampung Kamoro Jaya-SP1 Timika, Papua.

Bersamaan dengan itu, KASAU juga melantik Letkol Lek Sudirman sebagai Komandan Satuan Radar (Satrad) 243 Timika.

KSAU yang didampingi sejumlah perwira tinggi dari Mabes TNI AU tiba di Timika sejak Minggu (4/3) menggunakan pesawat Boeing TNI AU. Pada Minggu malam, KSAU dan rombongan menggelar tatap muka dengan jajaran Pemkab Mimika dan manajemen PT Freeport.

Setelah meresmikan Satuan Radar 243 Timika, KSAU bersama rombongan langsung kembali ke Jakarta. 

Sumber : Antara

Sunday, 4 March 2012

Black Panther Latihan Tembak Rudal Maverick Di Lanud Palembang

PALEMBANG-(IDB) : Satu Flight Black Panther Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru bertolak ke Lanud Palembang dalam rangka melaksanakan latihan penembakan dari udara ke darat (Air To Ground) jarak menengah dengan menggunakan rudal Maverick.

 Keberangkatan para penerbang tempur yang memiliki motto “Temukan dan Hancurkan” tersebut dilepas langsung oleh Komandan Lanud Pekanbaru, Kolonel Pnb Bowo Budiarto, SE di Shelter Skadron Udara 12, Minggu (4/3).

Pada latihan yang direncanakan berlangsung selama satu minggu tersebut melibatkan seluruh penerbang dan beberapa teknisi pesawat yang dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru, Letkol Pnb Prasetya Halim. 

Selain sebagai latihan rutin, latihan Maverick ini bertujuan untuk terus membina dan meningkatkan kemampuan para penerbang dalam melaksanakan misi-misi penerbangan maupun melaksanakan penembakan dari udara ke sasaran yang ada di darat dengan menggunakan rudal Maverick.

Sumber : TNI AU
 

Thursday, 1 March 2012

TNI AU Mengirimkan Calon Tenaga Teknisi Super Tucano Ke Brasil

MALANG-(IDB) : Skuadron 21 mengirim satu tenaga teknisi ke Brasil pada Maret ini sebagai persiapan datangnya pesawat Super Tucano di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang.

Super Tocano menggatikan OV-10F Bronco dijadwalkan tiba pada akhir Juli mendatang.


Kepala Skuadron 21 Mayor (penerbang) James Y Singal mengatakan, selanjutnya akan menyusul penerbang, serta ground and air crew.


Semula pesawat tersebut direncanakan tiba Maret ini sebanyak empat unit secara bertahap. Namun karena berbagai pertimbangan diperkirakan baru Juli tiba di Malang.


''Sebagai persiapannya, kami sudah membangun sarana pendukungnya berupa hanggar, lima buah shelter pesawat, shelter GSE (ground support equipment), maupun ruangan kantor. Sementara personel yang akan mengawaki pesawat EMB 314 Super Tucano juga sudah mulai disiapkan, termasuk personel yang akan melaksanakan pemeliharaan tingkat ringan dan sedang.


Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat, usai Rapat Pimpinan TNI AU dan Apel Dansat 2012 di Gedung Serba Guna Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta baru-baru ini mengatakan, hingga 2014, TNI AU akan menambah empat pesawat tempur jenis Sukhoi dari Rusia, 16 unit pesawat tempur jenis Super Tucano dari Brazil, T/A-50 dari Korea sebanyak 16 unit, F-16 sebanyak 8 unit, serta 30 unit pesawat F-16.


Penambahan pesawat tempur ini untuk memperkuat tujuh skuadron tempur TNI untuk menjaga wilayah NKRI.


Selain pesawat tempur, TNI AU juga akan menambah pesawat jenis transport C 295, Hercules dan helikopter C 725 sebanyak 80 pesawat. Dalam pengadaan itu, TNI AU telah bekerja sama dengan Korea Selatan hingga 2024.


"Banyak pesawat TNI AU sudah tua atau berumur di atas 30 tahun sehingga perlu peremajaan. Tidak hanya pada pesawat saja tapi juga mencakup sistem persenjataan, seperti bom, roket dan peluru. Hingga tahun 2024, Indonesia akan memiliki 180 pesawat tempur".

Sumber : SuaraMerdeka

Monday, 27 February 2012

First Landing 3 Pesawat F-16 TNI AU Di Bandara Iinternasional Lombok

MATARAM-(IDB) : Tiga pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron udara 3 Lanud Iswahjudi mendarat untuk pertama kalinya di Bandara Internasional Lombok (BIL), Sabtu (25/2). Pesawat tempur TNI AU tersebut mendarat di Lombok dalam rangka Pengamanan ALKI dengan sandi Operasi Tangkis Petir. Kedatangan F-16 ini dipimpin langsung komandan skadron udara 3 Letkol Pnb Ali Sudibyo dan disambut oleh komandan Lanud Rembiga Letkol Pnb Ridha Hermawan.

Menurut Komandan Lanud Rembiga kedatangan F-16 dimaksudkan untuk mengecek kesiapan runway Bandara Internasional Lombok karena untuk jenis pesawat tempur diperlukan runway yang memadai. Lebih lanjut, Danlanud menambahkan kegiatan ini juga untuk memastikan kesiapan Lanud Rembiga dalam mendukung penerbangan udara. Disela sela kegiatan Pam ALKI juga digelar static show pesawat F-16 di apron BIL. Kegiatan ini untuk menunjukkan kepada masyarakat Indonesia kekuatan perlengkapan militer Republik Indonesia. Diharapkan juga timbul rasa kebanggan di diri masyarakat NTB sebagai warga negara Indonesia yang memlilki pesawat tempur tidak kalah dengan pesawat tempur negara lain. Juga dapat menumbuhkan jiwa dan semangat kedirgantaraan bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaan static show tersebut para pengunjung bisa bertanya tentang pesawat tersebut ataupun segala hal yang berkaitan dengan TNI Angkatan Udara karena di tiap – tiap pesawat sudah terdapat personel TNI-AU sehingga juga akan mengenalkan secara dekat tentang alutsista yang dimiliki oleh TNI-AU kepada masyarakat khususnya yang berada di NTB.

Sumber : TNI AU

Saturday, 25 February 2012

Ulang Tahun Emas (50 Tahun) Skadron Udara 6 TNI AU

BOGOR-(IDB) : Satu di antara tiga skuadron udara operasional pesawat sayap putar milik TNI-AU (kini ada Skuadron Udara 45 VVIP) berulang tahun ke-50 atau ulang tahun emas. Skuadron Udara 6 yang berpangkalan di Pangkalan Udara Atang Sendjaya, Bogor, telah melakukan banyak kiprah demi Indonesia.

Mulai dari operasi militer perang hingga operasi militer selain perang (other than war operation). Siapa yang tidak merasakan manfaat helikopter dalam penanggulangan bencana tsunami Aceh pada 2003-2004? Atau pengamatan dan pengiriman personel dan peralatan dalam mengatasi konflik bersenjata di Tanah Air?

Penerbang dan awak pendukung skuadron udara ini juga banyak mengisi Skuadron Udara VVIP 17 (saat itu) atau Skuadron Udara VVIP 45. Tugas pokok mereka adalah menjadi turangga udara bagi keperluan Kepala Negara atau Wakil Presiden.

Walau juga ada barisan catatan warga-warga skuadron udara itu yang gugur dalam tugas atau karena sebab lain terkait penugasan. Untuk mengenang kejayaan dan pengorbanan itu semua maka juga diresmikan Heritage Room dalam rangkaian acara peringatan ulang tahun emas itu.

Upacara ulang tahun emas Skuadron Udara 6 dilaksanakan secara sederhana dipimpin Komandan Pangkalan Udara Atang Senjaya, Marsekal Pertama TNI Tabri Santoso, di Bogor, Jumat.

"50 tahun merupakan tonggak bagi kemajuan Skuadron Udara 6 menjadi lebih baik dihadapkan pada tantangan tugas yang makin beragam dan kompleks," katanya. 24 Februari 1952 adalah hari jadi resmi skuadron udara itu. Masa-masa itu, Indonesia dalam pergolakan di dalam negeri sementara kekuatan asing juga mengincar republik muda bernama Indonesia.

Dia secara khusus meminta agar para awak skuadron yang berinti kekuatan helikopter NAS-332 Super Puma buatan Aerospatiale, Perancis, yang kemudian dilebur menjadi konsorsium Eurocopter, itu terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas pokoknya.

Sementara itu, Komandan Skuadron Udara 6, Letnan Kolonel Penerbang Hendro Arief, mengatakan, tingkat kesiapan skuadron udara yang dipimpin dia mencapai 80 persen.

"Dengan tingkat kesiapan yang ada tersebut, maka Skuadron Udara 6 siap untuk melaksanakan tugas pokoknya baik dalam operasi militer maupun operasi militer selain perang," katanya.

"Armada kami terdapat di beberapa titik, selain di home base di sini, juga di Jayapura dan Pontianak masing-masing satu unit," katanya.

Sejak awal berdiri hingga kini beragam jenis helikopter pernah bergabung di dalam skuadron udara itu, baik buatan blok Timur ataupun Barat secara terpisah ataupun pada rentang waktu bersamaan. Mereka adalah Mi-4 Hound, S-58T Twin Pack, UH-34D, dan yang terbaru adalah NAS-332 Super Puma.

Akan tetapi, pengadaan terakhir pesawat-pesawat terbangnya itu terjadi pada dasawarsa '80-an, disusul pada awal 2001. Alasan keuangan negara jadi hal yang selalu dimajukan saban wacana pengadaan dan peremajaan pesawat terbang dikemukakan.

Bukan cuma acara berlatar militer dilakukan, juga acara bertajuk Go Green in the Golden Moment, yaitu atraksi kesenian barongsai, pameran statik helikopter S-58T Twin Pack, Bolkow Blohm BO-105, dan NAS-332 Super Puma.

Juga sunbangan Batalion 461 Pasukan Khas TNI-AU bermarkas di Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma. Pasukan ini memiliki "pertalian erat" dengan helikopter TNI-AU karena berbagai operasi mereka sangat bersandar pada kesiapan operasional helikopter.

Masyarakat juga bergembira, dan mereka menyumbangkan atraksi menerbangkan beberapa pesawat swayasa. 

Sumber : Antara

Tuesday, 21 February 2012

Simulasi F16 TNI AU Intercept Pesawat Sipil

BIAK-(IDB) : Masih ingat kejadian pesawat tempur TNI Angkatan Udara yang meng-intercept pesawat sipil yang mengangkut pejabat Papua New Guinea? Peristiwa intercept seperti itu kembali terjadi di Biak,Papua.

Pesawat yang melakukan adalah dua F-16 yang ber-home base di Lanud Iswahjudi, Madiun.Sedangkan yang jadi korban interceptyaitu pesawat Hercules A-1303,yang juga milik TNI Angkatan Udara. Peristiwa ini bukan kesalahan komunikasi,namun sudah dirancang sebagai bagian dalam latihan Cakra. Simulasi pada Senin (20/2) itu merupakan salah satu agenda dari penerbangan jelajah pesawat tempur F-16 di Indonesia bagian timur, sekaligus dalam rangka pengamanan wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).


Keterangan dari Pentak Lanud Manuhua Biak menyebutkan pesawat A-1303 Hercules yang dipiloti Mayor Penerbang Reza itu mengangkut 12 orang kru. Dalam penerbangan di wilayah udara Biak,pesawat tertangkap radar yang ada di Satuan Radar (Satrad) 242 Tanjung Warari dan diasumsikan sebagai pesawat asing yang melanggar batas wilayah udara. Selanjutnya,hal ini dilaporkan kepada Pangkosekhanudnas IV. laporan lantas ditindaklanjuti dengan memerintahkan dua pesawat F-16 untuk melakukan interceptdan memaksa pesawat asing itu mendarat (force down) di Bandara Frans Kaisiepo Biak,Papua.

Misi pengamanan ALKI ini dilakukan oleh satu flight pesawat tempur F-16 dari Skuadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun,Jawa Timur sejak 14 Februari lalu dan dijadwalkan berlangsung selama 14 hari.“Wilayah terbang meliputi sejumlah pangkalan udara,yakni Lanud Balikpapan (Kaltim), Samratulangi (Manado),Biak (Papua),Patimura (Ambon), dan Rembiga (NTB),”kata Kapentak Lanud Iswahjudi, Mayor Sus Sutrisno,saat pelepasan. Penuturan Sutrisno menyebutkan misi ini melibatkan delapan penerbang tempur F- 16/Fighting Falcon,46 teknisi (ground crew),serta Tim Brigan dari Satpon Lanud Iswahjudi dengan di dukung pesawat C- 130 Hercules.

Ada beberapa latihan dalam misi ini,yaitu tangkis petir,Hanud Cakra dan Hanud Kilat.Sekaligus juga untuk menjajal kemampuan radar di Satuan Radar 245 Saumlaki dan 243 Timika yang masih baru. 

Sumber : Sindo

Thursday, 16 February 2012

TNI AU Persiapkan Lanud Manuhua Biak Sebagai Skadron Pesawat Tempur

BIAK-(IDB) :Pangkalan Udara Manuhua STAB di Kabupaten Biak Numfor, Papua dipersiapkan untuk skadron pesawat tempur dalam rangka menunjang tugas operasional Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV di kawasan Timur Indonesia.

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV Biak Marsekal Pertama TNI Dedy Nita Komara di Biak Kamis mengatakan, untuk pengembangan pengamanan wilayah udara NKRI di kawasan Papua, keberadaan pangkalan udara Manuhua Biak masuk dalam rencana pengembangan sebagai pangkalan skadron pesawat tempur TNI AU.

"Keberadaan bandara Lanud Manuhua Biak sangat strategis dan memenuhi syarat bisa dikembangkan menjadi pangkalan skadron pesawat tempur, ya pada tahun 2014 diharapkan program ini dapat terwujud," ungkap Pangkosek Hanudnas IV Marsma TNI Dedy.

Ia mengakui, untuk idealnya pengembangan pangkalan skadron pesawat tempur di Lanud Manuhua empat flight dengan 12 pesawat tempur.

Dengan kondisi pangkalan udara Manuhua Biak saat ini, lanjut Marsma Dedy, yang sangat luas dan memenuhi syarat paling tidak dapat menampung delapan pesawat tempur TNI AU.

"Jika rencana skadron pesawat tempur TNI AU dibuka di Biak maka akan menunjang operasi Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV Biak menjaga pengamanan wilayah udara NKRI khususnya di wilayah Papua sekitarnya," ungkap Pangkosek Hanudnas IV Marsma TNI Dedy Nita Komara.

Hingga Kamis siang, tiga pesawat tempur F16 skadron Iswahyudi Madiun, dua Hercules, serta satu helikopter Puma berada di bandara Lanud Manuhua Biak untuk mendukung latihan cakra dan operasi "Tangkis Petir" yang diselenggarakan Kosek Hanudnas IV Biak mulai 16-21 Februari 2012.

Sumber : Antara

Wednesday, 15 February 2012

Prajurit Yon 465 Paskhas Laksanakan Jungar

PONTIANAK-(IDB) : Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio, Selasa (14/2) melaksanakan latihan terjun payung penyegaran (Jungar) tempur di run way Lanud Supadio, Pontianak yang diikuti sebanyak 226 prajurit Batalyon 465 Paskhas.

Danlanud Supadio Kolonel Pnb Kustono, S.Sos dalam arahannya mengatakan setiap prajurit paskhas yang mengikuti latihan terjun payung penyegaran ini agar selalu memperhatikan keselamatan diri maupun perlengkapan perorangan. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Disisi lain, latihan terjun ini juga untuk meningkatkan kesiapan prajurit paskhas dalam menghadapi tugas-tugas operasional dalam bidang matra udara.

Sedangkan Komandan Batalyon (Danyon) 465 Paskhas, Letkol Psk Rana Nugraha, S.E. yang memimpin langsung latihan terjun penyegaran tersebut menyampaikan bahwa, dalam pelaksanaannya latihan terjun payung penyegaran (Jungar) tersebut menggunakan pesawat C-130 Hercules dengan tiga kali sortie, sortie pertama terdiri dari 2 run, sortie kedua berjumlah 2 run, dan sortie ketiga 2 run sedangkan ketinggian penerjunan mencapai 1.200 feet untuk terjun statistik dan 5000 feet untuk terjun free fall.

”Latihan Ini merupakan kelanjutan dari latihan yang telah dilaksanakan oleh Batalyon 465 Paskhas. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan seluruh prajurit Paskhas dalam hal terjun tempur sehingga akan tercapai kesiapan operasional yang tinggi,” jelas Danyon 465 Paskhas.

Lanjut Danyon Paskhas, mengharapkan dengan adanya latihan ini diharapkan agar kesiapan operasional seluruh prajurit Batalyon 465 Paskhas dapat meningkat. ”Seluruh prajurit mampu mencapai titik pendaratan yang telah ditentukan dengan aman dan selamat. Mereka juga terampil melaksanakan prosedur penerjunan tempur yang benar serta mampu meningkatkan rasa percaya diri dalam melaksanakan penerjunan, ”jelasnya.

Oleh sebab itu, lanjut Danyon, setiap prajurit paskhas harus mampu memelihara profesionalisme sehingga dapat siap siaga apabila ada ancaman yang datang. Untuk itu diperlukan kesiapan operasi satuan yang tinggi, dan kondisi ini dapat tercapai apabila dilakukan latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut pada seluruh prajurit.

Sumber : TNI AU

Tuesday, 14 February 2012

Jelajah Wilayah Timur F-16 TNI AU Menjajal Kemampuan Radar Saumlaki

TIMIKA-(IDB) : Satu flight pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, melaksanakan terbang jelajah ke Wilayah Timur Indonesia, dengan misi pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan menjajal kemampuan Radar (Radio Detecting And Ranging), Satrad (Satuan Radar) 245 Saumlaki dan Timika, Selasa (14/2).

Selain menjajal kemampuan Satrad 245 Saumlaki, yang beberapa waktu lalu diresmikan Kasau marsekal TNI Imam Sufaat, S.I.P., falcon flight yang dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Letkol Pnb Ali sudibyo, juga mengadakan latihan Tangkis Petir, Hanud Cakra serta Hanud Kilat.

Pada kesempatan tersebut Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI M.Syaugi, S.Sos., melepas keberangkatan pesawat tempur yang masih menjadi andalan TNI Angkatan Udara, untuk melaksanakanakan terbang jelajah ke wilayah timur Indonesia.

Terbang jelajah selama 14 hari tersebut, meliputi Lanud Balikpapan Kaltim, Lanud Samratulangi Manado, Lanud Biak Papua, Lanud Patimura Ambon dan Lanud Rembiga NTB, dengan melibatkan 8 penerbang tempur F-16/Fighting Falcon, 46 teknisi (Ground Crew), serta Tim Brigan dari Satpon Lanud Iswahjudi dengan di dukung pesawat C-130 Hercules.

Sumber : TNI AU

Monday, 13 February 2012

Daerah Latihan Paskhas Kian Tidak Penuhi Syarat

BANDUNG-(IDB) : Daerah latihan Korpaskhas yang berlokasi di Ranca Upas, Ciwidei, Bandung saat ini tidak memenuhi syarat lagi sebagai daerah latihan maupun pelaksanaan pendidikan bagi prajurit paskhas, mengingat daerah tersebut merupakan daerah pariwisata yang semakin hari semakin dipadati pengunjung, karena memiliki sumber air panas.

Beberapa tahun terakhir ini daerah tersebut sudah menjadi tempat wisata faforit yang paling diminati masyarakat baik masyarakat Bandung sendiri maupun masyarakat dari luar wilayah Bandung.

Hal tersebut disampaikan Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Amarullah, saat mengawali dan membuka kegiatan Paparan Komandan Wing III Paskhas Kolonel Psk Yudi Bustami terkait dengan adanya rencana penggunaan lahan (hutan) sebagai daerah latihan Korpaskhas, yang berlangsung di ruang Rapat Mako Korpaskhas, Lanud Sulaiman, Bandung. Senin (13/02).

Dalam menyikapi serta menjawab permasalahan yang dihadapi Wing III Paskhas, Komandan Korpaskhas beberapa waktu lalu saat mendengar rapat evaluasi pendidikan Komando, memerintahkan Komandan Wing III Paskhas agar melaksanakan survei tempat dan daerah latihan yang memenuhi kriteria untuk pelaksanaan beberapa pendidikan.

Berkaitan dengan daerah latihan tersebut Komandan Wing III Paskhas menyampaikan paparannya,  daerah yang dilpilih menjadi daerah latihan merupakan daerah yang cukup jauh dari pemukiman penduduk, serta memenuhi kriteria untuk melaksanakan beberapa materi latihan seperti Pendidikan Komando, SAR Tempur, Penembakkan PSU (Penagkis Serangan Udara) dan Penembakkan Senjata Bantuan (Lintas Datar dan Lintas Lengkung).

Dan Wing III Paskhas menjelaskan,  dengan luas lahan hampir mencapai sekita 600 hektar tersebut, khususnya latihan penembakkan yang menggunakan senjata-senjata berat,  tidak akan mengganggu serta menjakau pemukiman warga masyarakat, karena jarak dengan pemukiman penduduk denga daerah tersebut cukup jauh.

Suvey daerah latihan tidak hanya dilaksanakan para perwira  Wing IIII Paskhas saja, akan tetapi juga mengikut sertakan pihak-pihak terkait seperti staf Perutani Kab. Bandung, daerah yang dipilih tersebut tidak terlalu jauh dari daerah latihan yang digunakan sebelumnya, berada tepat daerah perbatasan antara kab Bandung dengan Kabupaten Cianjur yaitu hutan Balegede, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,

Dalam menutup acara paparan tersebut Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI menekankan, agar para pejabat terkait mulai dari sekarang mempersiapkan segala macam surat-surat maupun aturan yang dibutuhkan guna menindak lanjuti rencana penggunaan lahan tersebut, dengan harapan apa yang menjadi keinginan kita bersama memiliki daerah latihan yang baru mendapat restu dari piminan serta pihak-pihak terkait.

Sumber : Poskota

Thursday, 9 February 2012

Peningkatan Lanud Pekanbaru Jadi Type A, Dengan Dibangunya Skadron 16

F-16 yang dibeli TNI AU dari Amerika calon penghuni Skadron 16 Pekanbaru
PEKANBARU-(IDB) : Kepala Dinas Pengembangan Operasi TNI AU (Kadisbangopsau), Marsekal Pertama TNI R. Hari Muljono beserta tim survei Mabesau diterima Komandan Lanud Pekanbaru, Kolonel Pnb Bowo Budiarto, S.E beserta para Pejabat dan Komandan Satuan di jajaran Lanud Pekanbaru dalam rangka meninjau lokasi rencana pembangunan Skadron Udara 16 di Lanud Pekanbaru, Rabu (9/2).

Pangkalan TNI AU Pekanbaru yang saat ini hanya terdiri satu Skadron yaitu Skadron Udara 12 yang mengawaki jenis pesawat tempur Hawk 100/200 Skadron Tehnik, kedepan akan di tambah menjadi dua Skadron, yaitu Skadron Udara 16 yang di rencanakan akan mengawaki jenis pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari America Serikat, sehingga dengan adanya dua Skadron tersebut, Lanud Pekanbaru akan ada peningkatan, yang semula tipe B akan menjadi tipe A.

Kedatangan tim survei yang berlangsung selama tiga hari, selain mengunjungi lokasi rencana pembangunan Skadron Udara 16 di Lanud Pekanbaru, juga mengunjungi lapangan tembak, Komplek Rajawali baru, Mes Garuda yang rencana akan ditempati untuk mes remaja, Gedung ACMR dan BMP Lanud Pekanbaru.

Sumber : TNI AU

Tuesday, 7 February 2012

Update : Unsur - Unsur Kohanudnas Perlu Disinergikan Untuk Kepentingan Pertahanan Udara

JAKARTA-(IDB) :Dihadapkan dengan perkembangan ancaman yang mulai bervariasi dan multi dimensi, sementara gelar kekuatan TNI untuk tugas - tugas pertahanan negara memang belum sepenuhnya  mampu mencakup wilayah yuridiksi nasional, maka diperlukan upaya -  upaya secara sinergi untuk mengatasi ancaman khususnya yang menggunakan wahana udara dengan mewujudkan sinergi trimatra terpadu dengan mengintegrasikan kebijakan pengelolaan penyelenggaraan sehingga memperlihatkan kesatuan komando yang utuh. 

“Unsur -  unsur yang ada di Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) baik itu Angkatan Darat maupun Angkatan Laut perlu disinergikan untuk kepentingan operasi – operasi pertahanan udara. Oleh karenanya, diperlukan keterpaduan doktrin, perencanaan operasi, pendidikan dan latihan maupun dukungan Alutsistanya”, ungkap Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Eris Harryanto, saat menjadi pembicara dalam Lokakarya HUT ke-50 Kohanudnas, di Club Persada, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (7/2). Hadir pada acara tersebut Panglima Kohanudnas Marsda TNI JFP Sitompul.

Lokakarya yang berlangsung selama dua hari dengan tema “ Strategi Pengembangan Kohanudnas Kedepan”, sebelumnya juga mengundang beberapa pembicara lainnya antara lain Menhan Purnomo Yusgiantoro, Gubernur Lemhannas Budi Susilo Supandji  dan Wakil Ketua Komisi I DPR, T.B Hasanudin.

Sekjen Kemhan mengatakan,  aspek keterpaduan dalam pengadaan dan penggelaran Alutsista dalam mengimplementasikan perwujudan kekuatan trimatra terpadu tidak terlepas dari kekuatan Alutsista yang disinergikan dengan kekuatan keterpaduan matra. Penggelaran Alutsista  TNI dilaksanakan dengan mempertimbangkan konstelasi geografis Indonesia yang sangat beragam antara wilayah pulau yang satu dengan yang lainnya.

Untuk itu, dalam pengadaan dan penggelaran Alutsista TNI khususnya untuk yang berdimensi unsur - unsur pertahanan udara, operasional recruitment-nya harus diselaraskan dengan kepentingan trimatra terpadu yang relevan dengan kepentingan operasional Kohanudnas.

Menurut Sekjen Kemhan, Kohanudnas juga diharapkan dapat menentukan suatu persyaratan operasional terhadap satuan-satuan dibawahnya, karena persyaratan operasional ini akan sangat penting untuk menentukan Alutsista apa yang perlu diadakan oleh Angkatan.

Dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu cepat, lebih lanjut Sekjen Kemhan juga mengharapkan kepada jajaran Kohanudnas untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kemampuan di bidang teknologi.

Sekjen Kemhan menjelaskan,  sangat penting bagi jajaran Kohanudnas untuk mengikuti kemajuan - kemajuan teknologi,  apalagi dihadapkan pada perkembangan ancaman – ancaman yang menggunakan wilayah udara nasional, ancaman sudah tidak konfensional lagi namun sudah beragam dan multidimensi.

“Sebagaimana terlihat bahwa perkembangan saat ini terlihat ancaman – ancaman yang menggunakan wilayah udara tidak hanya pesawat tempur, namun juga UVA (pesawat tanpa awak) yang dilengkapi dengan peluru kendali juga menjadi ancaman”, jelas Sekjen Kemhan.

Sementara itu, terkait dalam konteks penanganan terhadap pelanggaran wilayah, Sekjen Kemhan mengatakan  bahwa upaya yang dilakukan adalah mengedepankan penanganan dengan pola Operasi Militer Selain Perang, ini artinya bahwa sementara dalam masa damai tidak menggunakan kekerasan, karena dalam masa damai persuasif  masih diharapkan.

Sumber : DMC

Black Panther Skadron Udara 12 Pekanbaru Gelar Latihan Terbang Malam

PEKANBARU-(IDB) : Sebagai satu-satunya Pangkalan Induk TNI Angkatan Udara yang mengawaki alutsista pesawat tempur di pulau Sumatera, Lanud Pekanbaru harus selalu siap operasional dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan udara, selain kesiapan alutsista dan para penerbang yang mengawakinya, tentunya kesiapan seluruh komponen pendukung harus tetap terjaga termasuk para crew pesawat yang memiliki andil sangat besar dalam keberhasilan setiap operasi udara yang dilaksanakan, demikian disampaikan Danlanud Pekanbaru, Kolonel Pnb Bowo Budiarto, S.E disela-sela latihan terbang malam yang digelar “Black Panther” Skadron Udara 12 yang berlangsung selama empat hari kedepan, Senin (6/2).
 
Lebih lanjut Danlanud menyampaikan bahwa, Lanud Pekanbaru terus berupaya meningkatkan kesiapan operasional seluruh satuan-satuan yang ada di bawah jajarannya. Khusus pelaksanaan latihan operasi terbang malam yang digelar ini, bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme baik skill (keahlian) maupun kemampuan terbang (profesiensi) para penerbang dan seluruh crew pesawat dalam mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya gangguan, ancaman serta pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh pihak lain, baik yang datang pada siang hari maupun pada malam hari. Sedangkan bagi para penerbang tempur “Black Panther” sendiri, terbang malam bukan merupakan sesuatu yang baru, namun harus tetap dilatihkan secara berkala mengingat pelaksanaan terbang malam lebih mengandalkan instrument yang ada disamping visual dengan alat bantu lampu penerangan yang ada di dua sisi landasan. Untuk itu para penerbang dituntut lebih teliti dan hati-hati dalam menerbangkan pesawat serta melakukan manuver-manuver tertentu.

Pelaksanaan latihan terbang malam yang akan berlangsung selama empat hari kedepan, mulai hari Senin (6/2) hingga Kamis (9/2) tersebut diawali dengan kegiatan doa bersama untuk memohon keselamatan yang dihadiri oleh Danlanud beserta para Pejabat Lanud Pekanbaru dan seluruh anggota Skadron Udara 12. Dengan adanya perubahan jadwal latihan tersebut, pada malam harinya langit di kota Pekanbarupun bergemuruh oleh suara pesawat tempur Hawk 100/200 saat melaksanakan Take off/Landing, sehingga hal tersebut merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Riau dengan adanya pelaksanaan latihan terbang malam ini.

Sumber : TNI AU

weapon military