Translate

Showing posts with label Badan Antariksa. Show all posts
Showing posts with label Badan Antariksa. Show all posts

Thursday, 23 February 2012

Lapan Luncurkan Satelit A2 Akhir Tahun Ini

Satelit Mikro Jenis Lapan-Tubsat
BOGOR-(IDB) : Setelah berhasil meluncurkan satelit mikro jenis Lapan-Tubsat pada 2007 lalu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berencana meluncurkan satelit jenis Lapan A2 di India akhir tahun ini.

Kepala Lapan Bambang Setiawan Tejakusuma mengungkapkan, keberhasilan mengorbitkan satelit Lapan-Tubsat memberi semangat bagi pengembangan satelit berikutnya di Indonesia. Dalam hal ini Lapan telah mengembangkan dua satelit, yakni Lapan A2 yang berorbit ekuatorial dan Lapan A3 berorbit polar. “Karena orbitnya yang ekuatorial, Lapan A2 akan melewati wilayah Indonesia 14 kali per hari.Peluncuran A2 dilakukan menggunakan roket India,”ujar Bambang di Bogor kemarin.


Bambang mengaku belum dapat menentukan kepastian tanggal peluncuran A2 karena menunggu India. Ini terkait dengan posisi satelit yang hanya sebagai penumpang di roket India yang lebih besar.Perkiraan peluncuran dilakukan pada akhir tahun. “Ditargetkan antara September hingga Desember 2012 meluncur ke orbit,” ujarnya. Satelit A2 merupakan satelit kedua bikinan Lapan yang akan diluncurkan ke orbit setelah satelit Lapan-Tubsat (A1) diluncurkan lima tahun lalu dan saat ini masih mengorbit. Satelit A2 membawa misi utama untuk melakukan observasi bumi dan alat komunikasi penanganan bencana.

Satelit ini dimuati video RGB camera surveilance,sistem deteksi kapal laut automatic identifiction system (AIS), dan alat komunikasi Organisasi Amatir Radio Republik Indonesia (Orari) untuk penanganan bencana. A2 juga bisa dipakai sebagai alat pertahanan negara. Bambang mengungkapkan, satelit Lapan-Tubsat yang diluncurkan pada 10 Januari 2007 dari Sriharikota, India, merupakan keberhasilan bagi bangsa Indonesia. “Indonesia patut berbangga karena satelit pertama buatan anak bangsa ini sudah lima tahun mengorbit. Banyak satelit mikro sejenis Lapan-Tubsat hanya mampu bertahan mengorbit di angkasa selama dua tahun,” paparnya.

Menurut Bambang, satelit eksperimen berukuran kecil dengan bobot 57 kg itu mampu mengorbit di ketinggian 650 km.“Satelit ini berorbit polar atau mengelilingi bumi dengan melewati kutub dan melintasi wilayah Indonesia sebanyak dua kali per hari,”jelasnya. Satelit Lapan-Tubsatini telah menghasilkan berbagai video pemantauan bencana seperti gunung meletus, pemantauan kebakaran hutan, dan pemantauan permukaan bumi. “Keberhasilan ini merupakan bukti keandalan para peneliti dan perekayasa Lapan,” imbuhnya.

Ketua Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia Indradi mengaku bangga dan mengapresiasi program Lapan yang akan kembali meluncurkan satelit andalannya untuk kepentingan bangsa. Sebab, selama ini Indonesia masih bergantung pada negara luar untuk pengambilan video dan foto dari angkasa.

“Kami mendukung sekali upaya Lapan dalam mengembangkan sejumlah satelitnya. Ini merupakan lokomotif untuk menyatukan semua kemampuan yang dibutuhkan bangsa semisal pertanian, kehutanan, penataan ruang, mitigasi bencana,dan banyak lagi manfaatnya,”jelasnya.

Sumber : Sindo

Sunday, 29 January 2012

Lapan Dan PT. Dahana Bangun Kerja Sama Peroketan

SUBANG-(IDB) : Jumat (20/01), Lapan dan PT Dahana menandatangani nota kesepahaman tentang penelitian dan pengembangan, pemanfaatan teknologi peroketan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Naskah ditandatangani oleh . Kepala Lapan, Drs. Bambang S. Tejasukmana, Dipl. Ing. dan Direktur Utama PT Dahana, Tanto Dirgantoro. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Energetic Material Center (EMC) PT Dahana, Subang, Jawa Barat, ini disaksikan oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta.
Penandatangan ini termasuk dalam rangkaian kegiatan membangun kerja sama untuk pengembangan roket nasional. Menristek menjelaskan bahwa Kementerian Riset dan Teknologi sedang mendorong kegiatan peroketan nasional dengan melibatkan peran serta BUMN, salah satunya PT Dahana sebagai BUMN yang bergerak di bidang energi tinggi. 
Sementara itu, Direktur Utama PT Dahana mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung upaya untuk mengembangkan penelitian di bidang peroketan demi kepentingan bangsa. "Dengan kemampuan yang dimiliki, diharapkan kerangka kerja sama dapat dibangun dan diterapkan dengan baik," ujarnya.
Selain dengan PT Dahana, Lapan juga melaksanakan kerja sama di bidang kedirgantaraan dengan berbagai instansi. Beberapa pekan sebelumnya, Lapan dan PT Pindad telah menandatangani nota kesepahaman untuk pengembangan roket.

Sumber : Lapan

Lapan - PT Pindad Jalin Kerja Sama Teknologi Peroketan

BANDUNG-(IDB) : Rabu (28/12), Lapan dan PT Pindad (Persero) menandatangani nota kesepahaman di bidang teknologi Peroketan. Penandatanganan berlangsung di Ruang Auditorium PT Pindad, Bandung, Jawa Barat. 

Naskah ditandatangani oleh Kepala Lapan, Drs. Bambang S. Tejasukmana, Dipl. Ing. Dan Direktur Utama PT Pindad, Ir. Adik A. Soedarsono, M. SIE, Ph. D. acara tersebut disaksikan oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof. Gusti Muhammad Hatta.
 
Sejauh ini, Lapan telah melakukan kegiatan bersama dengan BUMN yang bergerak di bidang manufaktur alat. Hal ini untuk mendukung kegiatan-kegiatan litbang Lapan di bidang peroketan. Untuk itulah, Lapan dan PT Pindad bersinergi dalam suatu kerja sama. Ruang lingkup kerja sama kedua lembaga meliputi litbang dan rekayasa teknologi peroketan, berikut pemanfaatan data dan informasi, serta penyediaan fasilitas dan bahan-bahan penelitian. 

Bidang peroketan di Lapan, menurut Kepala Lapan, memerlukan dukungan pemerintah. Dukungan tersebut antara lain melalui kerja sama dengan beberapa instansi strategis, salah satunya PT Pindad, untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi peroketan. Sejalan dengan perkembangan waktu, Kementerian Riset dan Teknologi mengkoordinasikan program roket pertahanan dengan melibatkan berbagai lembaga maupun badan usaha strategis. “Harapannya, untuk mendukung program tersebut, kerjasama ini dapat membangun hasil riset menjadi produk yang bisa dimanfaatkan,” Ujarnya.

Kegiatan penandatanganan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menristek di Bandung. Acara diakhiri dengan kunjungan ke lokasi produksi peralatan yang berada di lingkungan Kantor PT. Pindad.

Dengan terjalinnya ikatan kerjasama ini, Menristek mendorong agar implementasi kegiatan ini berjalan dengan baik.

Sumber : Lapan

weapon military