Translate

Showing posts with label India. Show all posts
Showing posts with label India. Show all posts

Saturday, 10 March 2012

Kapal Perang India Kelas Destroyer Sandar Di Makassar

MAKASSAR-(IDB) : Kapal perang milik Angkatan Laut India D 53 INS RANJIT bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, yang langsung disambut upacara oleh sejumlah personel Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar, Sabtu.

Selama tiga hari, kapal perang bertipe kelas perusak (destroyer) sepanjang 147 meter, lebar 15.8 meter, dan bobot 4.974 ton itu akan berada di Pelabuhan Makassar.

"Selama tiga hari kami di Makassar, akan melakukan kunjungan ke tempat wisata terdekat, selain untuk memenuhi bekal ulang logistik," kata Kapten Punit Chadda yang menakhodai INS RANJIT.

Adapun jumlah ABK kapal perang andalan India ini tercatat sebanyak 320 orang. Para ABK tersebut secara bergantian akan berkeliling dan menikmati keindahan Kota Makassar.

Salah satu lokasi yang akan dikunjungi yang tak jauh dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, adalah Benteng Rotterdam.

Benteng yang memiliki nilai historis tinggi tersebut, erat kaitannnya dengan perjuangan prakemerdekaan dalam melawan pemerintah kolonial Belanda dan sekutunya, termasuk perjuangan melawan pemerintah portugis yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Indonesia.

Sumber : Antara

Monday, 5 March 2012

India Uji Coba Rudal Supersonik

NEW DELHI-(IDB) : India berhasil melakukan uji tembak peluru kendali jelajah supersonik siluman Brahmos, Minggu (4/3/2012), di Pokhran, Rajasthan, negara bagian di India barat.

"Rudal jelajah supersonik Brahmos yang berkemampuan jelajah 290 kilometer diuji tembak di Pokhran oleh Angkatan Darat India. Rudal itu menghancurkan sasaran terpilih di lapangan tembak berkisar di Rajasthan," kata sebuah sumber, sebagaimana dikutip Xinhua-OANA.

Rajasthan memiliki perbatasan internasional dengan Pakistan. Wakil Kepala Angkatan Darat India Letnan Jenderal Singh Shri Krishna hadir dalam uji tembak tersebut dan mencatat bahwa Brahmos merupakan rudal jelajah tercepat di dunia dalam operasinya.

Brahmos, yang dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal, pesawat udara, dan dari darat, merupakan produk  perusahaan patungan antara Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan India dan NPO Mashinostroeyenia dari Rusia yang telah bersama-sama membentuk Brahmos Aerospace Private Limited.

Rudal itu telah dimasukkan ke dalam jajaran persenjataan Angkatan Laut dan Angkatan Bersenjata India. Rudal Brahmos sangat dibutuhkan untuk "strategi proaktif perang konvensional" tentara India dalam mengahadapi "kelompok-kelompok petempur" di seberang perbatasan dan untuk menghadapi Pakistan. 

Sumber : Kompas

Tuesday, 14 February 2012

India Segera Uji Rudal Nuklir Antar Benua

NEW DELHI-(IDB) : India dilaporkan akan menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru, Agni-5, pada pekan kedua bulan Maret. Rudal ini mampu membawa hulu ledak nuklir dan bisa menjangkau wilayah China.

Demikian dilaporkan harian Times of India, Selasa (14/2/2012). "Integrasi rudal Agni-5 sudah dimulai, satu di Hyderabad, dan satu lagi di Wheeler Island. Bulan Maret nanti kami akan meluncurkan ICBM ini," tutur Vijay Kumar Saraswat, Penasihat Sains Menteri Pertahanan India.

Rudal Agni-5 adalah generasi baru dari seri rudal balistik Agni yang memiliki jarak tembak dan presisi serangan yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Daya jangkau rudal ini diperkirakan mencapai 5.000 kilometer, yang berarti bisa menembak sasaran hingga di wilayah China utara.

Jika uji coba ini sukses, India akan menjadi negara keenam di dunia, setelah AS, Rusia, Inggris, Perancis, dan China, yang memiliki rudal semacam itu. Versi Agni sebelumnya hanya memiliki daya jangkau antara 700 sampai 3.500 km.

Tahun lalu India berhasil menguji coba Agni-4. Baik Agni-4 maupun Agni-5 diluncurkan dari sistem peluncur mobil. 

Sumber : Kompas

Sunday, 12 February 2012

Rudal Anti Satelit India Tandingi China

NEW DELHI-(IDB) : India berhasil melakukan uji coba sistem pertahanan udara yang baru, Jumat (10/02), di negara bagian Orissa. Uji coba tersebut dilakukan dengan menembak jatuh sebuah rudal balistik di ketinggian 15 km. Sistem ini juga telah diuji coba untuk mencegat rudal pada ketinggian 75 km. Rudal yang terdiri dari dua tingkat ini dinamakan Sistem Pertahanan Udara Pertiwi atau (Prithvi Air Defence System).

Dikembangkan oleh Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) dengan dukungan Israel pada pengembangan radar utama yang dapat mendeteksi kedatangan sebuah rudal sejauh 400 km. Kepala DRDO Vijay Kumar mengatakan, bahwa sistem pertahanan ini siap digunakan sebagai pencegat objek apapun di kawasan endo-atmospheric atau di bawah ketinggian 50 km. India berhasil menyamai kekuatan rudal antisatelit China yang berhasil diuji coba Januari 2007.

Rudal China ini diyakini oleh AS dikembangkan berdasarkan desain rudal balistik DF-21 dan dinamai sebagai SC-19 oleh Letjen Michael Maples, Direktur Defense Intelligence Agency AS. Selama ini hanya AS dan Rusia yang mempunyai kemampuan mengembangkan senjata anti satelit. Senjata anti satelit dikembangkan di era tahun 1950-an oleh AS untuk menghancurkan satelit musuh untuk tujuan militer. Di era mutakhir, posisi satelit sangat dominan dalam komunikasi dan pemetaan dalam sebuah operasi militer.

Sumber : Jurnas

Friday, 10 February 2012

KASAL India Kunjungi KRI Pati Unus - 384

PORT BLAIR-(IDB) : Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlaarmabar) Laksamana Pertama (Laksma) TNI A. Taufiqoerrochman M. SE., yang memimpin Pelayaran muhibah KRI Pati Unus - 384 dengan sandi Operasi Satuan Tugas (Satgas) MILAN 2012 India, dikunjungi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) India Admiral Nirmal Verma PVSM. AVSM. ADC di dermaga Port Blair  India, belum lama ini.
Kunjungan Kasal India Admiral Nirmal Verma PVSM. AVSM. ADC ke KRI Pati Unus - 384  diterima oleh Atase Pertahanan (Athan) Indonesia untuk India Kolonel Laut (E) I Putu Arya Angga didampingi Komandan KRI Pati Unus - 384 Letkol Laut (P) Eka Prabawa dan Perwira KRI Pati Unus – 384.
Dalam kunjungan tersebut, Kasal India Admiral Nirmal Verma PVSM. AVSM. ADC diberikan  penjelasan secara garis besar tentang spesifikasi unsur TNI Angkatan Laut KRI Pati Unus – 384 dan melakukan peninjauan di Anjungan KRI Pati Unus – 384. Dalam kesempatan tersebut Atase Pertahanan (Athan) Indonesia untuk India Kolonel Laut (E) I Putu Arya Angga atas nama Pemerintah Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Kasal India di KRI Pati Unus – 384.
Kunjungan Kasal India diakhiri dengan penyerahan cinderamata kepada Kasal India oleh  Komandan KRI Pati Unus – 384 Letkol Laut (P) Eka Prabawa.

Sumber : TNI AL

Tuesday, 31 January 2012

India Akhirnya Pilih Pesawat Tempur Perancis Rafale

PARIS-(IDB) :  Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menjamin proses penjualan pesawat tempur Rafale ke India akan disertai alih teknologi sebagai bagian dari kesepakatan. Sarkozy menegaskan, pemerintah Perancis mendukung penuh proses penjualan ini.

Demikian disampaikan Sarkozy menanggapi keputusan India memilih Rafale dalam program pengadaan pesawat tempur multiperan kelas menengah (medium multirole combat aircraft/MMRCA), Selasa (31/1/2012).

"Negosiasi kontrak akan dimulai dalam waktu singkat dengan dukungan penuh dari otoritas (pemerintah) Perancis. Kontrak itu akan meliputi alih teknologi besar-besaran yang dijamin oleh negara Perancis," tutur Sarkozy.

Menurut pihak India, Rafale dipilih karena harga dan ongkos perawatan per unitnya lebih murah dibandingkan dengan pesaing tunggalnya, yakni jet tempur Eurofighter Typhoon. Menurut Sarkozy, keputusan India ini memiliki arti penting yang sangat dalam.

"(Keputusan) ini (memiliki arti penting) jauh daripada sekadar perusahaan pembuatnya, bahkan jauh daripada sekadar sektor dirgantara, tetapi ini adalah wujud kepercayaan terhadap ekonomi Perancis secara keseluruhan," ungkap Sarkozy yang sedang menghadapi krisis finansial berkepanjangan di zona mata uang euro.

Dengan keputusan ini, perusahaan Dassault Aviation asal Perancis akan memproduksi tak kurang dari 126 pesawat tempur Rafale bagi AU India. Ini adalah kontrak tunggal terbesar pengadaan alat utama sistem persenjataan di dunia saat ini.

Dalam kesepakatannya nanti, India akan langsung mendapatkan 18 Rafale yang dibuat di Perancis pada tahun 2012, sedangkan 108 unit sisanya akan diproduksi di India. Nilai total kontrak diperkirakan mencapai 12 miliar dollar AS (Rp 108,1 triliun).

Namun, pihak Perancis belum bersedia menyatakan berapa harga pasti pesawat-pesawatnya dalam kesepakatan dengan India nanti. Keputusan India tersebut baru memberi Dassault hak eksklusif untuk maju ke tahap berikutnya, yakni negosiasi kontrak final. 

Sumber : Kompas

weapon military