Translate

Showing posts with label TNI. Show all posts
Showing posts with label TNI. Show all posts

Wednesday, 7 March 2012

Panglima TNI. KASAD, KASAL Dan Kapolri Menjadi Warga Kehormatan Korps Paskhas TNI-AU

BANDUNG-(IDB) : Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, dan Kepala Polri, Jenderal Pol Timur Pradopo, mendapat wing komando kehormatan Korps Pasukan Khas TNI-AU, di Bandung, Rabu.

Wing komando kehormatan Pasukan Khas TNI-AU juga diberikan kepada Kepala Staf TNI-AD, Jenderal TNI Pramono Wibowo, dan Kepala Staf TNI-AL, Laksamana TNI Soeparno.

Penyematan dilakukan Komandan Korps Pasukan Khas TNI-AU, Marsekal Muda Ammarullah, dalam apel khusus di Lapangan Apel Markas Komando Korps Paskhas, di Pangkalan Udara Sulaeman, Bandung.

Bersama penyematan wing komando kehormatan, diberikan pula pisau komando kepada masing-masing petinggi militer dan Polri tersebut.

"Baret jingga yang saya kenakan bukan sekadar simbol, tetapi merupakan bentuk penghargaan, penghormatan, kebanggan tidak saja bagi saya tetapi juga Korps Paskhas," kata Suhartono.

Sumber : Antara

Panglima TNI, KASAD, KASAL Dan Kapolri Laksakan Operasi Khusus

BANDUNG-(IDB) Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Polri Jenderal Pol Timur Pradopo, melaksanakan operasi khusus di Markas Detasemen Bravo-90 Pasukan Khas TNI Angkatan Udara, Bandung, Rabu.

Selain Panglima TNI dan Kepala Polri, ikut dalam operasi khusus itu Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno.

Tiga pejabat tinggi militer dan Polri itu melaksanakan operasi khusus sebagai rangkaian tradisi sebelum menerima Wing Komando Kehormatan Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara.

Sebelum melaksanakan operasi khusus, Panglima TNI, Kapolri, Kasad dan Kasal menyaksikan demonstrasi pertempuran pertahanan pangkalan udara di Lapangan Apel Markas Korps Paskhas di Pangkalan Udara Sulaeman, Bandung.

Usai menyaksikan demonstrasi sekitar 30 menit, Panglima TNI, Kapolri, Kasad dan Kasal segera berganti kostum pasukan khusus Detasemen Bravo-90 TNI Angkatan Udara, lengkap dengan senjata MP-4 di tangan.

Setelah mendapat pengarahan tentang operasi khusus dimaksud, Panglima TNI, Kapolri, Kasad dan Kasal segera menaiki kendaraan khusus DMV menuju Markas Detasemen Bravo-90 lama di area Pangkalan Udara Sulaeman.

"Ini dia....," kata Panglima TNI bersemangat.

Dalam simulasi operasi khusus itu, Panglima TNI, Kapolri, Kasad dan Kasal diharuskan mengambil dokumen rahasia di sebuah tempat untuk selanjutnya diamankan.

Simulasi operasi khusus diselingi berbagai ledakan, aksi penembakan dan pengambilan dokumen rahasia yang tersimpan disebuah kotak.

Usai mengambil dokumen rahasia, Panglima TNI, Kepala Polri, Kasad dan Kasal segera keluar dari "medan operasi" dan bergegas menggunakan kendaraan khusus ke sebuah titik untuk menyerahkan dokumen. 

Sumber : Antara

Sunday, 4 March 2012

Menuju TNI Yang Modern dan Profesional

SUMBER-(IDB) : Untuk memodernisasi TNI tidak hanya sekedar melengkapi dengan peralatan tempur terbaru dan canggih. Namun perlu didukung dengan kemampuan personel yang terlatih, cerdas, adaptif, responsif  serta  profesional dibidangnya. 

Untuk mewujudkan hal itu, Rektorat Universitas Pertahanan (Unhan) melaksanakan kunjungan kerja ke Koarmatim, yang diterima oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Ade Supandi,S.E di ruang kerjanya. Rombongan dari Unhan dipimpin oleh Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI Syarifudin Tipe.

Wacana tentang modernisasi dan profesionalisme prajurit TNI dibahas dalam sebuah seminar yang dipaparkan oleh Rektor Unhan bertempat di Gedung Panti Tjahaya Armada (PTA) Koarmatim Ujung Surabaya, (01/02). Seminar tersebut merupakan program Pasca Sarjana Unhan bagi Perwira dan Pegawai Negeri Sipil sederajat. Pada  kesempatan itu Rektor Unhan mengajak para hadirin untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam merebut  dan mempertahankan  kemerdekaan  Republik Indonesia.

Selain itu juga memaparkan tentang makna yang terkandung dalam sumpah Hamukti Palapa  dari Mahapatih Gajah Mada, sumpah ini sangat berpengaruh penting bagi prajurit TNI agar meneruskan jasa para pahlawan. Seminar itu dihadiri oleh Pangaramatim, Kasarmatim Laksamana Pertama TNI Djoko Teguh Wahojo serta para Komandan Satuan dan Kasatker dilingkungan  Koarmatim. Lebih jauh Rektor Unhan menyampaikan harapan agar prajurit TNI  dapat tampil modern dan profesional sesuai dengan harapan bangsa.

Sumber : Koarmatim

Panglima TNI : Masalah Mark Up Harus Di Cek Dulu Kebenarannya

JAKARTA-(IDB) : Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menegaskan benar tidaknya keterlibatan calo dalam pengadaan enam unit pesawat jet tempur Sukhoi dari Rusia, harus dicek kembali kebenarannya.

"Ya saya kok merasa keberadaan calo itu belum tentu benar, harus dicek lagi kebenarannya," katanya menjawab ANTARA usai memimpin panen padi varietas unggul Siliwangi Parikesit Dewi Sri Agung (SP DSA) di Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Ia menegaskan setiap proses pengadaan alat utama sistem senjata termasuk pesawat jet tempur Sukhoi harus diajukan dari markas besar masing-masing angkatan, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara setelah sebelumnya melalui tender terbuka.

"Setelah ditentukan produk dengan spesifikasi teknik dan kebutuhan operasi yang dibutuhkan, maka diajukan ke Mabes TNI untuk dilanjutkan pengajuannya ke Kementerian Pertahanan. Di Kementerian Pertahanan diuji kembali hingga memasuki tim evaluasi pengadaan. Di sinilah baru ketahuan apakah ada mark up atau tidak, ada calo atau tidak," kata Agus.

Jika memang ada penggelembungan harga atau keberadaan calo, maka semua pihak yang terlibat dari mulai tingkat mabes angkatan hingga Panglima TNI yang meneruskan pengajuan itu ke Kementerian Pertahanan harus bertanggung jawab.

"Tapi saya merasa kok tidak benar. Proses pengadaannya juga terus berjalan. Ya harus dicek kembali," ujar Panglima TNI menegaskan.

Kementerian Pertahanan menyatakan tidak ada calo dalam pengadaan pesawat jet tempur Sukhoi.

"Sampai detik ini, kami hanya berhubungan dengan pihak JSC Rosoboronexport sebagai wakil resmi pemerintah Rusia dalam pengadaan pesawat Sukhoi," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan RI (Kepala Baranahan Kemhan RI) Mayjen TNI Ediwan Prabowo.

Dia mengatakan sejak proses awal pengadaan pesawat jet tempur Sukhoi hingga penandatanganan kontrak Kementerian Pertahanan tidak pernah berhubungan dengan pihak lain, termasuk agen apalagi calo, selain JSC Rosoboronexport.

Ediwan mengakui setiap produsen asing yang memasok kebutuhan alat utama sistem senjata TNI, termasuk Sukhoi, memiliki mitra lokal di Indonesia.

"Namun, mitra lokal itu hanya memfasilitasi keperluan administrasi pihak produsen, dalam hal ini Rosoboronexport, dengan Kemhan. Akan tetapi, tidak ikut dalam penentuan produk apalagi harga, terlebih lagi kontrak. Tidak," katanya.

Wakil Ketua Komisi I DPR T.B. Hasanuddin mengatakan telah berkembang isu bahwa Kemhan melakukan kontrak pembelian tidak melalui Rosoboronexport yang merupakan perwakilan pemerintah Rusia di Jakarta, tetapi melalui Kredit Export lewat sebuah PT X sebagai broker.

Hasanuddin menambahkan dari penjelasan yang dirilis oleh Rosoboronexport, harga Sukhoi SU 30MK2 per Juli 2011 sekitar 60-70 juta dolar AS/unit (harga Sukhoi yang dibeli sebelumnya hanya 55 juta dolar AS/unit) atau maksimal hanya 420 juta dolar AS untuk enam unit pesawat Shukhoi.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia membeli enam jet tempur Sukhoi Su-30 MK2 dari Rusia.

Pembelian tersebut ditandai dengan penyerahan kontrak pengadaan Sukhoi Su-30 MK2 antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan JSC Rosoboronexport Rusia pada akhir 2011 di Kantor Kemhan RI di Jakarta.

Sumber : Antara

Tuesday, 28 February 2012

TNI POLRI Dapat Tambahan Anggaran Sebesar Rp. 24 T Dari Sisa Anggaran Lebih Tahun 2011

JAKARTA-(IDB) : Sebagian sisa anggaran lebih (SAL) tahun 2011 akan digunakan untuk kepentingan Tentara Nasional Indonesia dan kepolisian.

Hal ini akan diajukan pemerintah ke Dewan Perwakilan Rakyat, saat pembahasaan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 mulai awal April.     

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Tak dijelaskan oleh Hatta alasan, nilai, maupun peruntukan, dana sisa anggaran lebih (SAL) tersebut. Ia hanya menjelaskan bahwa sebagian besar dana SAL akan digunakan untuk kepentingan proyek infrastruktur.

SAL tahun 2011 yang dapat digunakan senilai Rp 30 triliun. Sesuai dengan ketentuan, 20 persen di antaranya harus  dialokasikan langsung untuk program pendidikan. Dengan demikian SAL yang tersisa adalah Rp 24 triliun

Sumber : Kompas

Tuesday, 21 February 2012

Panglima TNI Menerima Anugerah Bintang Kehormatan Dari Pemerintah Turki

JAKARTA-(IDB) : Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mendapat anugerah Bintang Kehormatan Order of Merit Liyakat Nisani dari Turki. Bintang Kehormatan itu diberikan sebagai bentuk  penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasanya dalam meningkatkan hubungan Militer dan Pertahanan RI-Turki.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Turki, Jenderal Necdet Ozel menyematkan Order of Merit Liyakat Nisani kepada Laksamana Agus di Ankara, Turki (12/2/2012).

“Pemberian Bintang Kehormatan ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi bangsa dan negara Indonesia, khususnya Tentara Nasional Indonesia,” tutur Agus.

Pada kesempatan ke Turki (11-13/2/2012), Agus melakukan serangkaian pertemuan dengan petinggi militer di Turki guna membahas peningkatan hubungan di bidang militer dan pertahanan. Diantaranya, Kasum AB Turki dan Menteri Pertahanan Nasional Turki Ismet Yilmaz.

Dari rangkaian pertemuan tersebut, Agus menuturkan RI-Turki sepakat untuk terus meningkatkan hubungan militer dan pertahanan.

Kerjasama itu akan digarap mulai dari penyusunan rencana pertukaran personil militer di bidang pendidikan maupun bidang khusus lainnya seperti counter-terrorism hingga peningkatan kerjasama bidang industri pertahanan. 
 
Ia juga melakukan peninjauan ke Akademi Militer, Pusat Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata Turki dan beberapa industri pertahanan seperti pabrik alat komunikasi dan roket.
Selama kunjungan di Turki, ia didampingi Duta Besar RI Ankara Nahari Agustini dan Atase Pertahanan RI Ankara Kolonel Cpm Chandra W Sukotjo.

Sumber : Kemlu

Wednesday, 15 February 2012

Panglima TNI Berkunjung Di KRI SIM 367

LEBANON-(IDB) : Dalam rangka kunjungan kerja di Lebanon Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono S.E beserta pejabat teras Mabes TNI berkesempatan berkunjung ke KRI SIM 367.

Kunjungan yang dilaksanakan Panglima TNI ini sangat berarti bagi peningkatan moril prajurit Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-C/UNIFIL yang sedang melaksanakan tugas negara  mengemban misi  Perdamaian PBB di Timur Tengah.

”Sebagai prajurit harus selalu siap untuk ditugaskan dimana saja, termasuk penugasan di Lebanon, tingkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam menjalankan tugas didaerah operasi, jangan lengah dengan keadaan, serta sebagai duta bangsa,  jagalah nama baik bangsa dalam pergaulan dan jalin komunikasi yang baik dengan unsur-unsur MTF dari negara lain", tegas Panglima TNI, dihadapan para ABK KRI SIM-367.

Selama berada di KRI SIM-367, Panglima TNI melaksanakan sholat Jum’at bersama dengan seluruh anggota KRI, setelah itu dilanjutkan dengan paparan penugasan oleh  Dansatgas Letkol Laut (P) Agus Hariadi kepada Panglima TNI, dan diakhiri pengarahan Panglima TNI kepada seluruh anggota serta photo bersama.

Sumber : Koarmatim

Friday, 10 February 2012

Panglima TNI Kunjungi Indobatt Di Lebanon

LEBANON-(IDB) : Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, mengunjungi prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis XXIII-F/UNIFIL (Indobatt), di UN POSN 7-1 Adshid Al Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (9/2).

Keterangan pers dari Mabes TNI, di Jakarta, Jumat, menyebutkan, kunjungan Panglima TNI ke Lebanon selama tiga hari itu, khususnya di Indobatt, untuk mengetahui secara dekat pelaksanaan tugas prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.

Kedatangan Suhartono disambut Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Suharto Sudarsono didampingi Wakil Komandan Satuan Tugas Letnan Kolonel Marinir FJH Pardosi, beserta para perwira jajaran Indobatt.
 

Selain itu, kibaran bendera Merah Putih dan bendera Lebanon dari anak-anak Lebanon yang berada di sekitar area operasi Indobatt turut menyambut kedatangannya. Tak hanya itu tokoh masyarakat dan tokoh agama Lebanon Selatan juga ikut menyambut kedatangan Suhartono.

Dalam sambutannya pada acara tatap muka dengan prajurit TNI (Indobatt), Suhartono mengaku merasa terkesan dengan kehadiran para tokoh masyarakat maupun agama Lebanon Selatan yang turut menyambut kedatangannya.

 

"Saya terkesan dengan kedatangan para tokoh masyarakat maupun agama yang turut menyambut kedatangan saya beserta rombongan. Saya harapkan hubungan baik dengan masyarakat yang telah ditunjukkan terus di pelihara, antusiasmenya sangat baik, saya ucapkan terimakasih kepada seluruh prajurit," ujarnya.

Sumber : Antara

Tuesday, 7 February 2012

PPRC TNI Fokus Pengamanan Di Perbatasan

JAKARTA-(IDB) : Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI akan memfokuskan tugas pada pengamanan di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar. "Segera disusun mekanisme pengamanannya," kata Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, di Jawa Barat, Selasa.

Dia memimpin upacara alih komando pengendalian PPRC dari Divisi-2/Kostrad di Malang (Jawa Timur) kepada Divisi-1/Kostrad di Cilodong (Depok, Jawa Barat).

Suhartono mengatakan, perkembangan lingkungan srategis di masa datang sangat kompleks dan beragam. Sehingga diperlukan perubahan paradigma penugasan dan strategi yang lebih komprehensif dan antisipatif.

Pada tingkat regional, beberapa potensi ancaman gangguan keamanan yang berdampak pada kepentingan nasional adalah masalah perbatasan nasional dengan sejumlah negara, separatisme, kejahatan lintas nasional dan lainnya.

Menurut dia, sangat tepat jika kami fokuskan perhatian pada wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.

"Penanganan terhadap wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar itu, sangat beragam sesuai dengan situasi dan kondisi. Misalnya, pulau-pulau terluar ada yang berpenghuni dan tidak, maka penanganannya pun berbeda," katanya.

Batas darat wilayah Republik Indonesia berbatasan langsung dengan tiga negara, yakni, Malaysia, Papua Nugini, dan negara Timor Timur. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat provinsi dan 15 kabupaten- kota yang masing-masing memiliki karakteristik perbatasan yang berbeda-beda.

Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, negara Timor Timur dan Papua Nugini.

Terdapat 92 pulau terdepan sebagai batas laut perairan nasional, 12 pulau diantaranya memerlukan perhatian khusus baik dari sisi keamanan, pembangunan maupun pemberdayaan masyarakatnya. Mereka adalah Pulau Rondo, P Nipah, P Marore, P Miangas, P Batek, P Fani, P Fanildo, P Berhala, P Sekatung, P Dana I dan II, dan P Bras.

Komando pengendalian PPRC selama dua tahun sekali beralih dari wilayah barat (Divisi-1 Kostrad) ke wilayah timur (Divisi-2/Kostrad), dan sebaliknya secara rutin, guna memberikan pengalaman tugas PPRC secara luas dan komprehensif.

"PPRC bertugas melaksananan tindakan reaksi cepat terhadap berbagai ancaman yang terjadi, yakni menangkal, menyanggah awal dan menghancurkan musuh yang mengganggu kedaulatan Republik Indonesia," katanya.

Panglima TNI mengatakan dalam mengemban tugas itu, PPRC TNI harus mampu meningkatkan kecepatannya dalam melaksanakan manuver, tepat dalam menuju sasaran dan wilayah tertentu dan singkat dalam proses dan waktu yang dibutuhkan.

"Pelaksanaan tugas PPRC hanya satu pekan, kemudian bisa ditindaklanjuti dengan operasi oleh satuan lain. Jika PPRC bisa menuntaskan operasi dalam satu pekan itu, ya berarti kita tidak perlu ada operasi lanjutan," katanya, menambahkan. 

Sumber : Antara

DPR Serahkan Keputusan Pembelian Alutsista Sepenuhnya Kepada TNI

JAKARTA-(IDB) : Komisi I DPR akan menyerahkan semua keputusan pembelian alat utama sistem pertahanan kepada TNI sebagai pengguna. Mereka tak akan memaksa jika TNI tetap tak menghiraukan masukan dewan.

"Kalau pertimbangan ini diabaikan, ya silakan saja. Karena semua tergantung pada pengguna, dalam hal ini Mabes TNI," kata anggota Komisi I dari Fraksi Gerindra Ahmad Muzani di DPR, Jakarta, Selasa (7/2).


Muzani menyebut, Komisi I memberikan pandangan terkait rencana pembelian tank Leopard asal Belanda karena tidak sesuai kondisi geografis Indonesia. "Jenis Leopard kurang cocok dengan medan di Indonesia," ungkapnya.


Sementara itu, terkait keinginan TNI membeli pesawat tanpa awak (siluman) dari Filipina, Muzani heran. Sebab, alasan pembelian tersebut tak masuk akal. "Kemarin mereka mengajukan mau beli pesawat tanpa awak dari Filipina. Saya heran kenapa Filipina, karena teknologi kita jauh lebih di atas kita. Saya curigai itu bukan buatan Filipina," tegasnya.


Muzani menduga, pesawat siluman tersebut adalah buatan Israel. Hanya, karena Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik, maka Indonesia membelinya dari pihak ketiga. Ia menyarankan agar TNI mengunakan produk dalam negeri jika memang mekanismenya menyulitkan.


"Saran kami pakailah produk dalam negeri. Misalnya pesawat tanpa awak buatan PT Dirgantara Indonesia. Kapan lagi kalau bukan sekarang," kata Muzani.

Sumber : Metrotvnews

Monday, 6 February 2012

TNI Ambil Bagian Dalam Latgab "Cobra Gold" 2012 Thailand

JAKARTA-(IDB) : Tentara Nasional Indonesia mengikuti latihan bersama dengan enam negara di Thailand dengan sandi "Cobra Gold" 2012, mulai 12 Januari hingga 19 Februari 2012.

Juru bicara TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menjawab ANTARA di Jakarta, Senin mengatakan dalam latihan bersama tahunan yang digagas Komando Armada AS Asia Pasifik (US Pasific Command/ USPACOM) 2012 itu , TNI mengirimkan 75 personelnya.

"TNI mengikuti dua materi latihan yakni bantuan kesehatan militer dan kemampuan kompi zeni. Fokus dari latihan bersama kali ini adalah meningkatkan kemitraan dan sinergitas antarsatuan dan antarmiliter tujuh negara yang tergabung dalam latihan itu," ungkap Laksamana Muda Iskandar Sitompul menambahkan.

Latihan bersama "Cobra Cold" ke-31 diikuti sekitar 10.000 ribu personel militer dari AS, Jepang, Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan dan Thailand. Latihan dilakukan dalam dua tahapan yakni geladi posko dan geladi lapang.

Dalam materi latihan bantuan kesehatan dan kemanusiaan Indonesia akan bergabung dengan militer Singapura, Korea Selatan, Malaysia dan Jepang. 

Sumber : Antara

Friday, 3 February 2012

Hindari Mark Up, TNI Harus Mampu Hapus Broker Alutsista

JAKARTA-(IDB) : Pengamat Pertahanan Jaleswari Pramodhawardani menyambut baik imbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta semua pihak menjalankan secara benar pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) di Tanah Air.

Menurut Jaleswari, semua pihak utamanya Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah seyogianya menerapkan prinsip transparan dan akuntabilitas dalam pengadaan Alutsista tersebut. ”Saya kira pernyataan Presiden SBY itu tepat karena Alutsista itu dibeli dari APBN. Sesuatu yang menyangkut APBN itu harus transparan karena menyangkut dana publik,” ujar Jaleswari saat berbincang dengan Jurnal Nasional, Kamis (2/2).

Jaleswari melanjutkan dirinya dapat memahami imbauan Presiden SBY tersebut. Pasalnya sambung dia, sudah menjadi rahasia umum apabila pengadaan Alutsista TNI selama ini kerap disusupi oleh broker atau makelar.

”Broker-broker harus dihilangkan. Karena Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono beberapa tahun lalu juga pernah menyatakan anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) itu penuh borok dan bocor,” katanya.

Untuk itu kata Jaleswari lagi, dalam rangka penerapan transparansi dan akuntabilitas tersebut maka TNI harus konsisten dalam menjakankan Rencana Strategis (Renstra) yang telah ditetapkan. Renstra ini harus tetap dijalankan secara berkelanjutan meski terjadi pergantian di pucuk pimpinan TNI. ”Tidak hanya TNI tapi juga semua pihak harus mendukung berjalanya Renstra tersebut,” katanya.

Sumber : Jurnas

Thursday, 2 February 2012

Paparan KSAD Di Depan Komisi I Tentang Rencana Pembelian MBT

JAKARTA-(IDB) : Kehadiran Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo dalam Rapat Kerja Kementerian Pertahanan dengan Komisi I DPR, Selasa (24/1/2012), sudah dinanti-nanti. Wakil rakyat pun menyiapkan puluhan pertanyaan yang sebagian besar mengarah pada ketidaksetujuan mereka atas rencana TNI AD membeli main battle tank.

Yang terjadi, Pramono selama 20 menit, dengan kemampuan retorikanya, membuat sebagian anggota Komisi I DPR terdiam. Ia memaparkan kondisi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AD. Mereka yang hadir seperti menahan napas dan sesekali bertepuk tangan.

Pramono memulai kisahnya dari alokasi anggaran untuk modernisasi peralatan TNI AD senilai Rp 14 triliun. Ia lalu mengadakan studi, meninjau kondisi geopolitik dan perimbangan kekuatan di kawasan, serta komparasi kekuatan angkatan darat sejumlah negara dilihat dari jumlah prajurit dan alutsista yang dipakai. Indonesia tertinggal jauh.

Disimpulkan, alokasi anggaran akan dibelikan main battle tank (MBT), rudal anti pesawat, dan peluncur roket multiperan. Rudal anti pesawat milik TNI AD saat ini dibuat tahun 1960 dan tidak mampu lagi mengejar pesawat yang saat ini kecepatannya sudah supersonik. ”Meriam dari ditangani letnan dua yang baru lulus sampai letnan itu pensiun, meriamnya masih harus bekerja,” ceritanya.

Pramono bercerita bagaimana ia meminta masukan dari atase pertahanan sampai pengguna. ”Biasanya yang diminta tak dibelikan, yang dibelikan tak dibutuhkan. Saya ingin mengubah ini,” katanya.

Untuk survei pembelian MBT Leopard, tim TNI AD yang dipimpin Wakil KSAD Letnan Jenderal Budiman dikirim ke Eropa. Belanda menawarkan 100 tank Leopard karena akan menghapus satu divisi tank demi penghematan. Harga yang diperoleh TNI AD lebih murah dibandingkan dengan informasi dari rekanan di Indonesia. ”Salahkah kami kalau dengan 287 juta dollar AS dari 44 tank ternyata bisa dapat 100 unit?” katanya.

Walaupun ada tentangan dari Parlemen Belanda, ada tim dari Kementerian Pertahanan Belanda datang ke Indonesia menemui Pramono. Mereka bertanya apakah Indonesia serius ingin membeli MBT Lepoard. Pramono menjawab, ”Belanda jual, aku beli. Belanda tidak jual, aku pergi. Kita tak akan mengemis.”

Pramono menegaskan, rencana pembelian Leopard itu masih dipelajari, tetapi sudah mendapat sorotan dari sejumlah negara. Ia meminta maaf kalau sekiranya kemampuan komunikasinya kurang sehingga menimbulkan salah persepsi dari Komisi I DPR. Proses berlanjut dengan adanya undangan resmi Pemerintah Belanda kepada TNI AD. Jerman juga datang ke Indonesia untuk bernegosiasi.

Pidato Pramono ditunjang tim TNI AD yang menampilkan diagram dan foto di layar. Tampak foto militer Malaysia sedang latihan perang di utara Kalimantan. Penyamaan dengan Malaysia dan Singapura yang memiliki tank kelas berat menjadi alasan utama TNI AD. Di Asia Tenggara hanya Timor Leste, Filipina, dan Indonesia yang tak memiliki tank kelas berat.

Ia juga menegaskan, kepemilikan senjata utama yang kuat akan menaikkan wibawa bangsa. ”Lu cabut patok, gue sikat,” katanya, yang mendapatkan tepuk tangan panjang dari hadirin.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin, dan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq memberikan apresiasi. ”Ada ungkapan yang saya demen, Pak. Luar biasa. ’Lu cabut patok, gue sikat’,” kata Mahfudz.

Anggota Komisi I DPR, Tri Tamtomo, Susaningtyas Kertopati, dan Enggartiasto Lukito, mengaku terkesima dengan penjelasan KSAD. Tampaknya jalan tank dari Belanda itu akan mulus. 

Sumber : Kompas

Tuesday, 31 January 2012

Gabungan Antiteror TNI Latihan Di Lanud Halim

JAKARTA-(IDB) : Bertempat di Pangkalan Udara (lanud), Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, personil sejumlah 91 Personil TNI dari tiga matra, yakni AU, AD dan AL menggelar latihan pendahuluan Penanggulan Teror (Gultor) TNI Tri Matra VI.

Dalam operasi tersebut, disekenariokan teroris telah menguasi tiga tempat, dan menahan sejumlah sandera, yakni dua ruang tunggu bandara dan satu pesawat yang telah dibajak.
Agar tak terditeksi, pasukan khusus pun melakukan penyusupan lewat infiltrasi melalui udara dengan terjun (free Fall) serta sementara sebagian lagi dilaksanakan melalui Air Landed atau Pendaratan Menggunakan Peawat.

Air Landed yang menggunakan tiga pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, membawa pasukan khusus tiga matra, yakni Satuan-81 Kopassus sebanyak 32 personil, Denjaka sebanyak 22 personil Denbravo 90’ Paskhas sebanyak 59 personil, yang dilengkapi dengan kendaraan khusus roda dua maupun roda empat serta peralatan pendukug operasi persenjataan lengkap, Snaiper, Anjing Pelacak (satwa) dan kendaraan penjinak Bom (Jihandak) Milik Detasemen Bravo 90’ Paskhas.


Latihan Penanggulangan Teror TNI Tri Matra VI berlangsung senyap dan cepat seluruh teroris dapat dilumpuhkan dan dihancurkan dengan mudah, walaupun ada jatuhnya korban jiwa yang dialami beberapa sandera, namun pertolongan tim medis yang telah disiapkan dapat dengan mudah memberikan pertolongan dan dilarikan kerumah sakit terdekat.


Latihan pendahuluan tersebut disaksikan langsung Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Hambali Hanafiah, Dankorpaskhas Marsekal Muda TNI Amarullah selaku direktur latihan (Dirlat), Danjen Kopasus Mayjen TNI Wisnu Bawatenaya, pejabat TNI dan seluruh Staf Komando Latihan.


Latihan Penanggulangan Teror TNI Tri Matra VI yang telah dibuka secara resmi tanggal 30 Januari 2012, telah diawali dengan berbagai kegiatan Penataran Pelaku, penataran Pendukung (Kolat), serta latihan pendahuluan yang digelar pada dini hari tadi di Pangkalan Udara Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.


Kepala Penerangan Korpaskhas TNI AU, Mayor Rifaid, dalam press releasenya mengatakan bahwa latihan tersebut difokuskan untuk melatihlangkah-langkah yang diambil, serta prosedur pengambilan keputusan.


"Guna melumpuhkan teroris dengan meminimalisir jatuhnya korban jiwa masyarakat sipil," katanya.

Sumber : TribunNews

TNI Juara Umum Lomba Tembak Internasional

JAKARTA-(IDB) : Kontingen TNI kembali meraih juara umum dalam ajang Lomba Tembak BISAM (Brunei International Skill Arms Meet)-10/2012 di Brunei Darussalam, 12-29 Januari 2012.

Komandan Kontingen Kolonel Inf Raharyono yang sehari-hari menjabat Paban III/Latga Sops TNI di Jakarta, Selasa kepada Panglima TNI melaporkan kontingen TNI memperoleh 82 medali emas, 30 perak dan delapan perunggu serta sembilan trofi dari nomor perorangan maupun beregu.

"Dari nomor perorangan kontingen TNI memperoleh sembilan medali emas, tujuh perak, empat perunggu dan dua buah trofi. Sementara untuk nomor beregu, memperoleh 73 medali emas, 23 perak, empat perunggu dan tujuh buah trofi," katanya, menambahkan.

Gelar juara umum yang diperoleh Kontingen TNI tersebut merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, pada 2005 dan 2008 TNI juga meraih gelar juara umum. Pada 2012 materi lomba yang dipertandingkan senapan, pistol dan SO/GPMG secara perorangan maupun beregu.

Dari sembilan match yang dilombakan, kontingen TNI meraih enam match pada posisi Juara I dan tiga match pada posisi Juara II. Untuk kejuaraan eksebisi pistol putri, petembak pistol putri TNI menduduki peringkat satu, baik untuk nomor perorangan maupun beregu.

Lomba tembak berskala internasional itu diselenggarakan setiap empat tahun sekali oleh Angkatan Bersenjata Diraja Brunei pada 2012 diikuti 10 negara yaitu Inggris, Australia, Singapura, Kamboja, Oman, Pakistan, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam dan Indonesia.

Panglima TNI saat menerima Kontingen TNI berharap agar prestasi yang telah dicapai tidak membuat lupa diri, sombong dan takabur, tetapi harus menjadi pemicu agar semakin giat berlatih guna mempersiapkan kontingen TNI berikutnya pada lomba tembak BISAM yang akan datang.

Agus menekankan kepada para unsur pimpinan angkatan agar lebih mengoptimalkan pembinaan petembak di angkatannya masing-masing dan diharapkan dapat membentuk kader atlet petembak di lingkungan TNI, serta dapat menumbuhkan keterampilan dan profesionalitas menembak pada setiap prajurit TNI.

Pada upacara tersebut, secara simbolis diserahkan piagam penghargaan kepada Praka Sugiono, atlet tembak yang berhasil merahh medali terbanyak, yaitu 8 medali emas. Prajurit yang bergabung dengan TNI AD pada tahun 2003, kini berdinas di Yonif Linud 328 Kostrad, Cilodong.

Sumber : Antara

Thursday, 26 January 2012

Panglima TNI: Pembelian Leopard Tak Bisa Asal-Asalan

JAKARTA-(IDB) : Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengungkapkan pembelian tank Leopard tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Menurutnya, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) termasuk main battle tank (MBT) Leopard dilakukan melalui sejumlah prosedur. “Pembelian alutsista ada prosedurnya. Proses pertama kami minta persetujuan alokasi, dananya memungkinkan atau tidak,” kata Panglima TNI usai upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Jika alokasi dana yang diajukan TNI mendapat persetujuan pemerintah dan DPR, pengguna alutsista harus menentukan spesifikasi teknis alutsista yang dibutuhkan. Selanjutnya, dilakukan tender bebas kepada pihak-pihak yang dapat menyediakan kebutuhan alutsista tersebut, “Baru kemudian dipilih yang sesuai dengan standar yang ditentukan,” papar Panglima.

Proses pengadaan tank Leopard, jelas dia, baru sampai pada tahap penjajakan atas tawaran yang diterima TNI untuk memenuhi kebutuhannya terhadap MBT. TNI, khususnya Angkatan Darat, hingga saat ini baru memiliki light dan medium tank. “Belum ada kesepakatan, baru pilihan dan opsi-opsi, Leopard hanya salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan kami,” ujarnya.

Menurut Agus, modernisasi alutsista TNI dilakukan dengan tiga cara. Bagi alutsista yang sudah tua, akan dihapus dan dinonaktifkan. Alutsista yang masih bisa ditingkatkan kemampuannya, akan ditingkatkan. Cara terakhir adalah dengan melakukan pembelian. “Leopard ini masuk dalam pengadaan baru,” imbuhnya. Modernisasi alutsista ini dilakukan, selain karena alutsista yang dimiliki saat ini sudah berusia tua, teknologinya pun sudah tertinggal jauh oleh yang dimiliki negara tetangga.

Sumber : Jurnas

TNI Segera Mungkin Hapuskan Alat Perang Yang Sudah Tua

JAKARTA-(IDB) : Panglima TNI Agus Suhartono menyebut pembelian tank Leopard asal Belanda belum menjadi opsi final. TNI masih belum mengambil keputusan, pembelian tank itu masih terus dipelajari. Namun TNI memastikan peremajaan alutsista terus digeber.

"Yang sudah tua tidak produktif kita hapus, yang masih bisa kita tingkatkan kemampuannya kita tingkatkan, dan pengadaan yang baru," jelas Agus di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (26/1/2012).

Agus melanjutkan, untuk melakukan peremajaan alutsista membutuhkan persiapan dan waktu yang panjang. Saat ini TNI memenuhi kebutuhan alutsista untuk kebutuhan pokok minimal.

"Kekuatan pokok minimal ini dapat dicapai dalam waktu yang lama. Kita capai dalam 3 tahapan, tahap pertama 2010-2014, kedua 2015 dan seterusnya, kita harapkan 3 tahapan itu bisa memenuhi kekuatan pokok kita," jelasnya.

Agus mengaku pada anggaran tahun-tahun belakangan ini, hingga 2014 ada anggaran yang cukup untuk melakukan perbaikan alutsista TNI.

"Untuk 2010-2014 Alhmdulillah pemerintah memberikan anggaran yang lebih banyak, semua itu kita gunakan untuk perbaikan alutsista," jelasnya.

Sumber : Detik

Prajurit TNI AD Yonif 132/BS Tuntaskan Pengamanan Perbatasan Papua

DUMAI-(IDB) : Dumai, Riau, Sebanyak 650 prajurit Yonif 132/BS menuntaskan tugas pengamanan wilayah perbatasan RI-PNG dan mereka kembali diterima oleh Kastaf Kodam I Bukit Barisan, Brigjen TNI I Gede Sumertha di Dermaga C Pelindo Dumai, Provinsi Riau, Rabu.

Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI dari Batalyon Infantri (Yonif) 132/Bukit Barisan (BS) itu, berada di perbatasan RI-Panua Niew Guinea (PNG) sekitar 12 bulan dan kembali ke posnya menggunakan KRI Teluk Amboina.

I Gede Sumertha atasnama Pangdam I/BB memimpin upacara militer penyambutan para prajurit tersebut.

Usai periksa gelar pasukan, I Gede Sumertha di depan ratusan prajurit dan unsur musyawarah pimpinan daerah setempat mengucapkan kebanggaan Panglima TNI atas kesetiaan serta keberanian pasukan Yonif 132/BS menjalankan tugas negara mengamankan wilayah perbatasan NKRI.

Para prajurit ini pun dinilai berhasil mengamankan pulau terluar wilayah perbatasan dan melaksanakan tugas operasi perdamaian luar negeri.

Dikatakannya, sebuah tugas bagi prajurit merupakan kehormatan, harga diri, kebanggaan serta harus siap dilaksanakan bagi kepentingan bangsa dan negara.

"Panglima TNI sangat bangga dengan prajurit yang telah gagah berani menjalankan tugas dan fungsi sesuai perannya dengan baik, profesional dan proporsional," kata Kasdam.

Dikatakannya, sepulang dari bertugas dan kembali ke Tanah Air, prajurit Yonif 132/BS diharapkan tetap menjaga iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta jaga keselamatan maupun keamanan diri selama menikmati waktu cuti yang diberikan negara.

Selama waktu cuti tersebut, Kasdam berpesan agar prajurit bisa memanfaatkan istirahat dengan berkumpul dan berinteraksi dengan orang-orang yang dicintai, keluarga dan orang tua.

"Tetap jaga kedisiplinan diri dan selesaikan kewajiban yang belum terlaksana serta persiapkan diri sejak dini untuk tugas selanjutnya yang akan diemban. Sampaikan salam kami kepada keluarga dan orang tua kalian," kata Kasdam Brigjen TNI I Gede Sumertha.

Sumber : Kemhan

Monday, 23 January 2012

Panglima TNI : Leopard Hanya Satu Pilihan Dari Banyak Pilihan MBT

JAKARTA-(IDB) : Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menandaskan, rencana pembelian Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) untuk jenis tank masih dibahas terus oleh Mabes TNI. Tank asal Belanda itu bukan satu-satunya pilihan untuk rencana pembelian tank.

"Leopard sedang dibahas, yang jelas begini bahwa itu baru satu opsi untuk pengadaan Alutsista. Belum final itu dan kami masih mengkaji mana lebih tepat," kata Panglima TNI Agus Suhartono, disela-sela Raker dengan Komisi I, di Gedung DPR, Selasa (24/1/2012).

Agus mengatakan, saat ini TNI khususnya angkatan darat memerlukan tank kelas berat untuk pertahanan nasional. Pengadaan tank berat ini sebagai bentuk program dari peningkatan pertahanan oleh TNI.

"Memang program kami adakan main battle tank (tank tempur kelas berat) salah satunya Leopard. Tapi itu salah satunya. Jadi tidak hanya Leopard, mohon tidak dijadikan isu seolah ada pemerintah dan DPR tidak cocok. Kami sedang mencari solusi terbaik sehingga kebutuhan mana main battle tank yang paling tepat," tuturnya.

Panglima menambahkan, jika saat ini TNI memiliki beberapa opsi pilihan untuk rencana pembelian tank kelas berat tersebut. Meski begitu, Agus tidak menjelaskan secara detal tank mana saja selain Leopard yang dilirik TNI.
 
"Nanti dari AD (angkatan darat) yang akan menjelaskan," tambah Panglima TNI.

Sumber : Inilah 


Panglima TNI Berharap DPR Dukung Pembelian Tank Leopard

JAKARTA-(IDB) : Sejumlah anggota Komisi I DPR memanfaatkan forum raker dengan Menhan dan Panglima TNI untuk mempertanyakan rencana pembelian tank Leopard bekas dari Belanda. Sebab, selama ini, tidak ada usulan dari Kemhan dan TNI untuk pembelian alutsista bekas tersebut. Sehingga dinilai, langkah ini keputusan sepihak Kemhan.

Karenanya, sejumlah anggota komisi I DPR pun mengancam akan menolak pembahasan rencana pembelian tank Leopard bekas dari Belanda tersebut. Termasuk tidak akan diizinkan alokasi penggunaan anggarannnya untuk tujuan tersebut.

Merespons atas banyaknya pertanyaan dari komisi I DPR soal ini,  Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono pun menegaskan rencana pembelian 100 tank Leopard bekas dari Belanda belum final. 

"Rencana tersebut masih perlu dibahas dengan Komisi I DPR yang membidangi pertahanan," ujar Agus pada wartawan di sela-sela rapat dengan Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1).

Agus mengatakan, TNI memang membutuhkan tank dengan spesifikasi untuk di medan berat. Oleh karena itu, pihaknya mengajukan pembelian tank Leopard sebagai salah satu kebutuhan.
"Karenanya kami berharap Komisi I DPR dapat memahami hal ini dan mendukungnya. Kami pun meminta publik untuk tidak menilai seolah pemerintah dan DPR tidak saling setuju soal rencana tersebut," imbuhnya.

Sementara, mengenai pilihan lain terkait alutsista yang dibutuhkan, Agus menyerahkan kepada KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. "Biarlah hal ini nantinya TNI Angkatan Darat yang menjelaskan," tutupnya

Sumber : Jurnamen

Friday, 20 January 2012

Skala Prioritas Pembangunan Pertahanan TNI

JAKARTA-(IDB) : Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan telah menetapkan empat di antara enam prioritas pembangunan pertahanan negara pada 2012. Yakni, kemampuan pertahanan untuk mencapai kekuatan pokok minimum (minimum essential forces/MEF).

"Pengembangan kekuatan MEF difokuskan pada peningkatan profesionalisme, modernisasi alutsista, serta pengamanan wilayah perbatasan dan pulau terluar," katanya usai Rapat Pimpinan TNI 2012 di Jakarta, Rabu.

Prioritas kedua, lanjut Panglima TNI, pencegahan penanggulangan gangguan keamanan dan pelanggaran hukum di laut dengan meningkatkan operasi bersama dan mandiri di laut.

Ia mengatakan, prioritas ketiga membantu menciptakan rasa aman dan ketertiban masyarakat meliputi penangkalan terorisme, pemberdayaan wilayah pertahanan, operasi intelijen, operasi strategis, koordinasi pencegahan, dan penanggulangan terorisme melalui operasi bantuan TNI.

"Selanjutnya prioritas keempat adalah modernisasi deteksi dini keamanan nasional yang difokuskan pada perluasan cakupan deteksi dini di dalam dan luar negeri melalui analisa lingkungan strategis," katanya.

Panglima Agus Suhartono saat membuka Rapim TNI 2012 mengatakan, berdasarkan perkembangan kondisi nasional dan lingkungan strategis saat ini dan kecederungannya pada 2012 maka persepsi ancaman yang potensial maupun faktual berada pada isu politik dan ekonomi nasional.

Ia mengatakan, masalah bencana alam, dampak pemanasan global, aksi kelompok radikal, konflik horizontal, dan gerakan separatis maupun perbatasan, berdampak kepada kebijakan penetapan skala prioritas pembangunan TNI. "Tidak itu saja, termasuk permasalahan regional maupun global yang berdampak pada situasi nasional," katanya.

Beberapa permasalahan regional misalnya masalah perbatasan, kejahatan lintas nasional, dan keamanan laut, sedangkan di tingkat global antara lain kesulitan perekonomian di Amerika Serikat dan Eropa, kelangkaan energi, pemanasan global, dan perkembangan politik di Timur Tengah.

Rapim TNI 2012 yang bertema "Dengan Komitmen dan Konsistensi yang Tinggi, TNI Bertekad Melanjutkan Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Kekuatan Pokok Minimum" itu juga menampilkan pameran peralatan pertahanan dalam negeri di lapangan apel BIII Mabes TNI.

Sumber : Investor

weapon military