Translate

Showing posts with label Radar. Show all posts
Showing posts with label Radar. Show all posts

Tuesday, 6 March 2012

Setelah Timika, 3 Radar Baru Akan Dibangun Di Jayapura, Morotai Dan Manokwarr

TIMIKA-(IDB) : Markas Besar TNI Angkatan Udara terus memperkuat sistem pertahanan udara nasional khususnya di kawasan timur Indonesia. Rencana terbaru TNI yakni menempatkan tiga radar di Jayapura, Morotai di Kepulauan Maluku dan Manokwari Papua Barat.

Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Imam Sufaat di Timika, Senin (6/3) mengungkapkan penempatan tiga radar baru tersebut merupakan bagian dari target besar TNI AU. Hingga tahun 2024, TNI menargetkan memiliki 32 satuan radar pertahanan udara yang tersebar dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua.

Selain itu, TNI AU juga memiliki program untuk memasang radar-radar yang lebih kecil untuk dapat mendeteksi sasaran di ketinggian rendah yang tidak mampu terdeteksi oleh radar yang dimiliki saat ini karena khusus berfungsi untuk mendeteksi obyek dalam jarak jauh dan berada di ketinggian.

Hingga saat ini TNI baru memiliki 19 satuan radar. satuan radar ke-19 yaitu satuan radar 243 Timika. Sejauh ini TNI sudah memiliki tiga satuan radar di Papua yakni Biak, Merauke dan Timika yang tergabung dalam jajaran Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosek Hanudnas) IV yang berpusat di Biak, ditambah satuan radar Buraen Kupang NTT dan satuan radar Saumlaki Maluku Tenggara Barat.

"Ke depan kita harapkan seluruh daerah di kawasan timur Indonesia tercover oleh radar yang dimiliki TNI," kata KSAU Imam Sufaat. Ia mengatakan, dengan diresmikannya satuan radar 243 Timika maka mata Komando Sistem Pertahanan Udara Nasional (Ko Hanudnas) akan semakin terbuka sehingga tidak ada lagi ruang terbuka yang bisa dilalui pesawat yang tidak dikenal dan tanpa ijin.

"Dengan adanya beberapa satuan radar di Papua termasuk di Timika maka kita punya kewajiban untuk menjaga kedaulatan udara kita sehingga tidak ada lagi satu pesawat yang tidak dikenal atau pesawat asing yang masuk wilayah Indonesia tanpa ijin. Ini menyangkut harga diri atau kedaulatan bangsa," jelas KASAU Marsekal Imam Sufaat.

Sumber : Republika

Sunday, 4 March 2012

Satuan Radar 243 Timika Resmi Beroperasi

TIMIKA-(IDB) : Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat meresmikan Satuan Radar 243 Timika yang berlokasi di Kampung Kamoro Jaya-SP1, Timika, Papua, Senin.

Bersamaan dengan itu, Kasau juga melantik Letkol (Lek) Sudirman sebagai Komandan Satuan Radar (Satrad) 243 Timika.

Marsekal Imam Sufaat mengatakan pembangunan Satuan Radar 243 Timika merupakan perwujudan dari program strategis yang telah disusun untuk mengcover situasi dan kondisi serta kerawanan wilayah udara bagian timur Indonesia terhadap pelanggaran udara.

Satuan Radar 243 Timika yang berada di jajaran Kosek Hanudnas IV Biak dibangun sejak 2009 di atas lahan seluas 298.786 meter.

Radius jangkauan operasi radar di Timika akan over lapping dengan Satuan Radar 245 Saumlaki bagian barat di Provinsi Maluku dan juga akan over lapping dengan Satuan Radar 244 Merauke di bagian timur Papua.

Dengan telah beroperasinya radar-radar tersebut, maka seluruh wilayah udara Indonesia bagian timur dapat dicover dan tid`k ada lagi area kosong yang tidak termonitor radar.

Melalui beroperasinya Satuan Radar Timika ini juga konsep strategis gelar Kosek Pertahanan Udara Nasional IV di wilayah Indonesia bagian timur dapat terus diwujudkan mengingat di wilayah ini terdapat sejumlah obyek vital nasional dan merupakan jalur penerbangan internasional.

Marsekal Imam Sufaat mengakui hingga saat ini kemampuan, kekuatan dan gelar radar TNI AU dibandingkan dengan luas wilayah udara nasional Indonesia belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan yang diharapkan.

Dengan keterbatasan jumlah radar yang dimiliki itu mengakibatkan pelaksanaan tugas pengamatan dan pemantauan seluruh obyek yang bermanufer di wilayah udara Indonesia belum dapat dilaksanakan secara maksimal.

Kasau berpesan agar seluruh satuan radar senantiasa melakukan analisis dan pengkajian dalam upaya meningkatkan kemampuan karena fungsi satuan radar sangat vital bagi organisasi perang dalam menjaga kedaulatan negara.

"Radar adalah mata dan telinga yang tidak boleh tidur dan sangat berbahaya apabila tidak mampu menjalankan tugasnya secara maksimal," pesan Imam Sufaat.

Sumber : Antara

Wednesday, 29 February 2012

Radar Terbaru di Rusia Mulai Aktif 2014

KALININGRAD-(IDB) : Radar Voronezh-DM terbaru milik Rusia, yang ditempatkan di enklaf Rusia di Kaliningrad di kawasan Baltik, akan mulai diaktifkan dua tahun mendatang. Saat ini, radar tercanggih buatan Rusia tersebut masih dalam masa uji coba.

"Ini adalah stasiun radar terbaru, yang saat ini masih dalam tahap percobaan, dan kami akan mengoperasikan penuh dalam dua tahun," tutur Deputi Perdana Menteri Dmitry Rogozin di Kaliningrad, Rabu (29/2/2012).

Radar, yang terletak di tengah-tengah wilayah negara-negara anggota NATO tersebut, pertama kali diungkapkan ke publik pada November 2011. Radar itu dibangun sebagai reaksi atas program perisai rudal Eropa oleh Amerika Serikat dan NATO.

Radar generasi terbaru itu bisa melacak semua rudal balistik yang diluncurkan dekat perbatasan sebelah barat Rusia. Sistem radar terbaru ini bisa melacak 500 sasaran sekaligus hingga jarak 6.000 kilometer. 

Jarak Pantau Radar Baru Rusia Mencapai Eropa

Terkesan pamer, Rusia mengatakan bahwa stasiun radarnya di Kaliningrad mampu memonitor seluruh misil yang diluncurkan dari kawasan Eropa. "Dengan cara itu, kami bisa memantau sekaligus mendapat peringatan dini akan ancaman dari luar," kata komandan stasiun radar itu, Letnan Jenderal Oleg Ostapenko.

Menurut Ostapenko, sebagaimana warta Xinhua pada Jumat (25/11/2011),  peralatan radar di Kaliningrad adalah generasi terbaru. Peralatan itu dilengkapi dengan sistem pintar dengan mobilitas tinggi. "Peralatan kami bisa menangkis misil lawan sekaligus bisa digunakan ofensif," kata Ostapenko.

Rusia, sebagaimana pernyataan Presiden Dmitry Medvedev, memang kembali memperkuat persenjataannya. Salah satunya, radar di Kaliningrad itu. Upaya ini dilakukan untuk mempertinggi kewaspadaan di kawasan Eropa. Dalam banyak pandangan pengamat, Rusia ingin "pelototi" Eropa demi menangkal gerakan militer AS.
 
Sumber : Kompas  

Pangkalan Radar NATO di Turki Mulai Beroperasi

ANKARA-(IDB) : Amerika Serikat mengkonfirmasikan pengaktifan radar anti-rudal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Turki.
 
Panglima militer Amerika Serikat di Eropa Letnan Jenderal Mark Phillip Hertling menyatakan bahwa militer Amerika Serikat mengendalikan sistem radar di Provinsi Malatya, Turki timur. Demikian dilaporkan Press TV (29/2).
 
Di lain pihak, para aktivis Turki memprotes pembangunan radar anti-rudal NATO itu setelah Ankara menyatakan siap menjadi tuan rumah sistem radar anti-rudal NATO pada bulan September 2011.
 
Di samping itu, para politisi dan anggota parlemen juga memperingatkan bahwa sistem radar anti-rudal itu tidak akan bermanfaat bagi Turki dan hanya dalam rangka melayani kepentingan rezim Israel.
 
Pembangunan pangkalan radar itu oleh para pejabat Amerika disebut-sebut sebagai kerjasama militer paling signifikan antara AS dan Turki sejak 2003.
 
Sistem tersebut diklaim AS dan sekutunya Eropa sebagai bagian dari "perisai pertahanan rudal" NATO di Eropa dalam menghadapi ancaman rudal dari Iran dan Rusia.
 
Adapun para pengamat menilai pembangunan sistem rudal NATO tersebut membahayakan posisi Turki sebagai tuan rumah, karena selain tidak bermanfaat, keberadannya juga akan melibatkan Turki di setiap friksi dan perang yang digelar oleh Amerika Serikat, NATO, atau Israel di kawasan.

Sumber : Irib

Thursday, 23 February 2012

Radar Militer Iran Mampu Deteksi Pesawat Siluman

TEHRAN-(IDB) : Jaringan radar unit pertahanan udara Iran telah berhasil mendeteksi dan melacak pesawat siluman dan kendaraan udara tak berawak (UAV) bayangan selama fase ketiga latihan Angkatan Darat Iran, Press TV melaporkan pada Kamis (23/2).
 
Sebelumnya, jaringan radar yang ditempatkan di zona operasi mengirimkan informasi mengenai jangkauan, ketinggian dan kecepatan pesawat siluman berawak dan kendaraan udara tanpa awak ke jaringan terpadu pertahanan udara negara.
 
Dalam operasi lain, radar militer di Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbia berhasil memandu pesawat untuk mencari dan menargetkan pesawat musuh bayangan.
 
Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbia Iran memulai latihan dengan sandi "Tharallah" pada hari Senin dalam zona seluas 190.000 kilometer persegi di bagian selatan Iran, dengan tujuan utama meningkatkan pertahanan udara negara.
 
Sistem radar yang diproduksi oleh para ahli Iran telah diuji dan dievaluasi selama fase ketiga latihan tersebut.
 
Iranmenegaskan bahwa manuver yang digelar oleh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (Pasdaran) atau militer adalah bersifat defensif dan dimaksudkan untuk menyampaikan pesan perdamaian serta persahabatan kepada negara-negara regional.

Sumber : Irib

Thursday, 9 February 2012

Kohanudnas Tambah Satuan Radar di Wilayah Timur

JAKARTA-(IDB) : Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) menambah kekuatan satuan radarnya agar bisa mendeteksi lebih awal dan menindak secara cepat setiap kekuatan asing yang masuk secara illegal.

Penambahan Satuan Radar 245 Saumlaki di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dan Satrad 243 di Timika itu, diharapkan bisa melakukan pengamatan udara di wilayah paling timur Indonesia. Demikian kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. yang dibacakan Kasum TNI Letjen TNI J. Suryo Prabowo pada HUT Kohanudnas ke-50, di Lapangan Persada Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (9/2).


Menurut Panglima TNI, perkembangan teknologi dirgantara dan alutsista militer menyebabkan padatnya jalur lalu lintas udara internasional, sehingga ancaman udara masuk ke wilayah udara yurisdiksi nasional semakin mudah.


Upacara HUT Kohanudnas ke-50, diikuti 3 batalyon pasukan. Batalyon pertama, terdiri dari 1 Peleton Perwira Menengah, 1 Kompi Perwira Pertama, dan 1 Kompi Bintara/Tamtama. Batalyon kedua, terdiri dari 1 Kompi Arhanud TNI AD, 1 Kompi Marinir TNI AL dan 1 Kompi Paskhas TNI AU. Sedangkan, Batalyon 3 terdiri dari 1 Kompi Brimob Polri dan 1 Kompi PNS. 

Sumber : SCTV

Monday, 23 January 2012

DPR Minta Kemhan Perbarui Kemampuan Radar TNI AU

JAKARTA-(IDB) : Anggota Komisi I DPR Letjend (Purn) Tri Tamtomo menyatakan keprihatinnanya yang mendalam atas kondisi sejumlah radar yang dimiliki TNI saat ini. Baik radar milik TNI AU dan Lanal, yang jauh dari  kondisi baik dalam menjalankan misi pengintaian. Bahkan, sejumlah radar itu sangat jauh dari kemampuan  penginderaanya, oleh sebab usia dan daya kemampuan radar tersebut yang di bawah kondisi rata-rata.

“Saya sebelumnya dalam sebuah kegiatan kunker ke daerah perbatasan tertentu melihat sendiri akan kondisi radar yang kita miliki sangat jauh dari kondisi normal. Bahkan, fungsi penginderaannya sangat minim. Saat itu saya langsung telepon Wamenhan Pak Safri untuk masalah ini,” tegas Tri Tamtomo dalam raker dengan Menhan di Komisi I DPR, Selasa (24/1).

Politisi PDI-P ini mengatakan, radar yang kurang memberikan fungsi penginderaan itu buatan AS, namun produksi sudah lama. Karenanya, dengan anggaran Kemenhan 2012 ini yang meningkat, sementara perusaan dalam negeri saat ini juga sudah ada yang menghasilkan produksi radar untuk militer yang memadai, ia meminta itu segera perbarui.

“Saya kira produksi radar seperti  PT Inti Land sudah sangat baik untuk dipakai di dalam negeri. Dengan dasar  Keppres 54 tahun 2010 tentang belanja barang dalam negeri, sebagai upaya modernisasi perlengkapan TNI dengan produksi dalam negeri sendiri,” tegasnya.

Dalam raker tersebut Tri Tamtomo juga mempertanyakan terkait pengadaan alutsista TNI, termasuk dalam rencana Tank Leopard bekas dari Belanda. Karena belanja alutsita TNI dengan cara impor, bekas pula, tidak sejalan dengan Keprres tersebut. Yaitu, sebagai upaya mewujudkan moderniasasi alutsista dengan produksi alutsista dalam negeri saat ini.

”Akibat dalam masalah ini, muculah (istilah) gasak, gesek, gosok, dan geger. Seolah–olah DPR lawan dengan pemerintah dalam rencana beli barang. Dalam kasus ini, pihak ketiga turut memperkeruh suasana. Karena itu marilah kita kembali komitmen untuk pengadaan alutsista untuk TNI ini, kembali pada rencana semula, dari hasil produksi dalam negeri sendiri,” tegasnya

Sumber : Jurnamen

weapon military