Translate

Showing posts with label Iran. Show all posts
Showing posts with label Iran. Show all posts

Thursday, 23 February 2012

Radar Militer Iran Mampu Deteksi Pesawat Siluman

TEHRAN-(IDB) : Jaringan radar unit pertahanan udara Iran telah berhasil mendeteksi dan melacak pesawat siluman dan kendaraan udara tak berawak (UAV) bayangan selama fase ketiga latihan Angkatan Darat Iran, Press TV melaporkan pada Kamis (23/2).
 
Sebelumnya, jaringan radar yang ditempatkan di zona operasi mengirimkan informasi mengenai jangkauan, ketinggian dan kecepatan pesawat siluman berawak dan kendaraan udara tanpa awak ke jaringan terpadu pertahanan udara negara.
 
Dalam operasi lain, radar militer di Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbia berhasil memandu pesawat untuk mencari dan menargetkan pesawat musuh bayangan.
 
Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbia Iran memulai latihan dengan sandi "Tharallah" pada hari Senin dalam zona seluas 190.000 kilometer persegi di bagian selatan Iran, dengan tujuan utama meningkatkan pertahanan udara negara.
 
Sistem radar yang diproduksi oleh para ahli Iran telah diuji dan dievaluasi selama fase ketiga latihan tersebut.
 
Iranmenegaskan bahwa manuver yang digelar oleh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (Pasdaran) atau militer adalah bersifat defensif dan dimaksudkan untuk menyampaikan pesan perdamaian serta persahabatan kepada negara-negara regional.

Sumber : Irib

Sunday, 19 February 2012

Pasukan Elit Iran Tingkatkan Kesiapan Tempur

TEHRAN-(IDB) : Angkatan Darat Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (Pasdaran) telah meluncurkan manuver militer besar-besaran di Provinsi Yazd untuk meningkatkan kesiapan tempur pasukan bersenjata jika terjadi serangan, Press TV melaporkan pada Ahad (19/2).
 
Wakil Komandan Angkatan Darat Pasdaran, Brigadir Jenderal Abdollah Araghi mengatakan bahwa semua aspek pertahanan pasif, penyebaran pasukan militer, pengecohan musuh, penyamaran serta taktik-taktik yang berguna bagi pasukan akan dipraktekkan selama latihan dengan sandi Wal Fajr."
 
"Setiap prajurit di manapun dia ditempatkan harus menunjukkan kemandirian dalam menggunakan peralatan tempur untuk melawan musuh dan menyelesaikan misinya," tambahnya.
 
Sebelumnya, Komandan Angkatan Darat Pasdaran, Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour mengatakan bahwa manuver itu merupakan bagian dari latihan tahunan Pasdaran untuk meningkatkan kesiapan unit militernya.
 
"Memperkuat pertahanan dan kemampuan pencegahan Pasdaran, mempromosikan kemampuan defensif, mempraktekkan taktik defensif modern, dan menguji peralatan militer canggih, merupakan tujuan lain manuver tersebut," jelasnya.

Sumber : Irib

Perbandingan Kekuatan Armada Laut Inggris dan Iran

TEHRAN-(IDB) : Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague kembali menyinggung "semua opsi" termasuk serangan militer terhadap Iran atas program nuklir sipilnya di tengah spekulasi yang mencuat bahwa kapal perang Inggris tidak mampu bertahan menghadapi peluncur rudal Iran di Teluk Persia.
 
"Ini bukan cara kami berurusan [dengan program nuklir Iran] ... untuk memprioritaskan aksi militer. Meskipun demikian saya kembali menekankan, kami tidak membatalkan [opsi] apapun dari meja, " kata Hague.
 
Hague juga mengklaim Iran "jelas melanjutkan program nuklir militer mereka" dan menambahkan "Jika mereka mencpai senjata nuklir," akan mengakibatkan ancaman "perang dingin baru di Timur Tengah."
 
Pernyataan Hague itu merupakan lanjutan dari berbagai statemen serupa para pejabat Inggris, termasuk Perdana Menteri David Cameron, yang mengancam Iran dengan serangan militer dari selatan Teluk Persia dan Laut Oman.
 
Namun, fakta di lapangan justru berbicara lain dan menunjukkan bahwa Inggris akan menderita konsekuensi yang sangat buruk jika bergabung dengan sekutunya Amerika Serikat dan Israel dalam menyerang Republik Islam Iran.
 
Inggris telah berusaha mengesankan bahwa kekuatan pasukan Iran tidak akan mampu menghadapi pasukan Inggris dan bahwa Iran tidak akan mampu membalas serangan Inggris.
 
Inggris saat ini telah menempatkan sejumlah kapal tempurnya di Teluk Persia termasuk HMS Sheffield dan HMS Coventry –kapal perusak kuno Type-42—yang pernah dikirim ke Argentina dan ditenggelamkan oleh pasukan Angkatan Laut Argentina dengan menggunakan rudal Exocet subsonik pada Perang Falklands 1982.
 
Inggris juga mengirim kapal frigat Type-23, yang menggunakan sistem radar dan perlengkapan logistik era 1989. Kapal tersebut sangat rentan menghadapi rudal balistik supersonik anti-kapal milik Iran.
 
Angkatan Laut Iran telah memamerkan rudal balistik pintar supersonik "Khalije Fars" akhir 2011 lalu.
 
Rudal berbahan bakar padat itu mampu menghancurkan sasaran pada jarak 300 km dan dilengkapi sistem pencarian target yang akan mengunci target pada tahap akhir sebelum mencapai target. Sistem itu membuat kapal musuh tidak punya kesempatan untuk melarikan diri.
 
Spesifikasi rudal Khalij Fars, dan rudal Iran lainnya, jauh lebih unggul dibandingkan rudal Exocets yang menenggelamkan kapal perang Inggris 40 tahun lalu.
 
Beberapa waktu lalu, Iran juga menguji berbagai jenis rudal jarak menengah, dan jauh, termasuk rudal anti-radar Mehrab tipe dari darat ke udara, rudal Nour tipe permukaan-ke-permukaan, dan rudal Qader tipe pantai-ke-laut, dengan kisaran daya tempuh hingga 200 kilometer.
 
Kemampuan rudal Iran semakin memperbesar kemungkinan skenario tragis bagi Angkatan Laut Inggris seperti yang mereka alami pada manuver perang AS di Teluk Persia tahun 2002.
 
Pada tahun 2002, AS menggelar manuver Operation Millennium Challenge di Teluk Persia setelah dua tahun perencanaan dan menghabiskan dana 250 juta dolar.
 
Setelah manuver itu berakhir, Letnan Jenderal Paul Van riper, yang memimpin pasukan musuh atau Red Force dalam manuver tersebut membocorkan fakta kepada Army Times bahwa hasil dari manuver itu adalah banyaknya armada angkatan laut AS yang tenggelam di Teluk Persia dan merupakan bencana terburuk bagi Angkatan Laut Amerika Serikat pasca Pearl Harbor.
 
Van Riper mengatakan jika manuver itu adalah perang nyata, maka 16 kapal perang AS termasuk sebuah kapal induk dan dua kapal induk helikopter tenggelam ke dasar laut Teluk Persia, sementara sisanya berantakan meninggalkan ribuan tentara Amerika tewas, sekarat atau cedera. 

Sumber : Irib

Wednesday, 15 February 2012

Program Nuklir-Iran Miliki Sentrifugal Generasi Baru

TEHRAN-(IDB) : Iran segera meluncurkan generasi terbaru sentrifugal pengayaan uranium buatan dalam negeri. Pengumuman ini semakin meningkatkan perhatian internasional terhadap program nuklir Negeri Mullah.

Sentrifugal merupakan mesin pemutar berkecepatan tinggi yang digunakan dalam proses pengayaan uranium.“Sentrifugal generasi keempat buatan domestik memiliki kapasitas produksi dan kecepatan lebih tinggi. Ini akan ditunjukkan pada Rabu (15/2),”ungkap televisi pemerintah Iran,kemarin. Iran juga akan memasang batang bahan bakar nuklir buatan domestik di Reaktor Riset Teheran untuk pertama kali, agar reaktor itu tetap beroperasi.

Pada Januari,Teheran mengumumkan berhasil membuat dan menguji batang bahan bakar untuk digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Republik Islam itu. “Batang bahan bakar nuklir buatan dalam negeri pertama akan dipasang di Reaktor Riset Nuklir Teheran,disaksikan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad,” tutur Ali Baqeri, Deputi Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dikutip kantor berita ISNA.

Reaktor di Teheran itu memproduksi radioisotop untuk perawatan medis dan pertanian. Iran menyatakan harus membuat bahan bakar nuklir sendiri untuk reaktor Teheran, karena gagal membuat kesepakatan untuk mendapatkannya dari Barat untuk mengisi stok impor dari Argentina yang diperkirakan habis pada masa depan. Namun, banyak pengamat meragukan Iran mampu mengubah uraniumnya menjadi bahan bakar nuklir.

Barat menuduh Teheran berupaya memproduksi bom atom dengan program pengayaan uraniumnya. Negara pengekspor minyak mentah terbesar kelima di dunia itu menegaskan bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai. Israel mengancam akan menyerang fasilitas nuklirnya.Negeri Mullah itu menegaskan akan membalas semua serangan militer asing ke fasilitas nuklirnya.

Perundingan antara Iran dan kekuatan dunia gagal digelar pada Januari 2011, karena Teheran menolak menghentikan program pengayaan uranium.Namun,Iran saat ini menyatakan siap melakukan perundingan baru tanpa pra-syarat. “Kami juga akan mengirim balasan pada kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa tentang perundingan nuklir hari ini,” kata Baqeri, dikutip Reuters. 

 Sumber : Sindo

Monday, 13 February 2012

Konflik Di Selat Hormuz, Iran Siapkan Kapal Bom Bunuh Diri

Illustration
TEHRAN-(IDB) : Iran membangun kekuatan angkatan laut (AL) di Teluk dan menyiapkan kapalkapal yang dapat digunakan untuk serangan bunuh diri.Namun, AL Amerika Serikat (AS) mengklaim dapat mencegah Iran menutup Selat Hormuz.

Pemimpin Armada Kelima AS Wakil Laksamana Mark Fox mengungkapkan hal itu kemarin saat briefing di pangkalan armada mereka di Bahrain. Menurutnya, Iran menambah jumlah kapal selam dan kapal penyerang cepat. Saat ini Iran memiliki 10 kapal selam kecil. “Beberapa kapal kecil dilengkapi dengan hulu ledak besar yang dapat digunakan sebagai peledak bunuh diri.

Iran juga memiliki simpanan ranjau yang banyak,”ujar Fox,dikutip Reuters.“Kami mengamati perkembangan roket jarak jauh dan pendek, rudal balistik jarak medium dan panjang,serta perkembangan program nuklir mereka.” Pakar militer mengatakan, Armada Kelima AL AS yang berpatroli di Teluk memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan AL Iran.

Namun sejak bom bunuh diri Al-Qaeda di sebuah kapal kecil yang menewaskan 17 pelaut di kapal penghancur USS Cole di pelabuhan Yaman pada 2000,Washington khawatir dengan kerentanan yang dimiliki kapal perang berukuran besar terhadap serangan bom kapal kecil milik musuh. Saat ditanya bagaimana AL AS bersiap menghadapi serangan atau masalah di Teluk, Fox menjelaskan, “Kami sangat waspada, kami telah membangun berbagai opsi untuk presiden dan kami siap.

Apa pun yang dapat terjadi malam ini? Kami siap hari ini.” Pejabat Iran mengancam menutup Selat Hormuz, pintu masuk Teluk yang menjadi jalur hampir semua kapal minyak dariTimurTengah.Saat ditanya apakah dia menganggap ancamanIranituserius, Foxmenjawab,“ Dapatkah mereka membuat hidup sangat sulit bagi kami? Ya, mereka dapat. Jika kami tidak melakukan apa pun dan mereka mampu beroperasi tanpa diganggu, ya mereka dapat menutupnya, tapi saya tidak melihat bahwa kami akan berada dalam posisi itu.”

Menurut Fox, diplomasi harus diberi prioritas untuk menyelesaikan ketegangan. “Jadi saat Anda mendengar diskusi tentang semua ini memanas dari Iran,kami sangat yakin bahwa cara terbaik untuk menangani ini melalui diplomasi. Saya sangat yakin bahwa itu jalan keluarnya. Ini pekerjaan kami untuk bersiap. Kami siaga,” katanya. Fox menambahkan, kontak antara AL AS dan kapal Iran di Teluk berjalan rutin.

Pernyataan ini terkait tindakan pelaut AS yang membantu kapal-kapal Iran yang mendapat tekanan atau ancaman dari perompak. Selain sebagai komandan Armada Kelima, Fox memimpin pasukan multinasional untuk memastikan rute kapal di Teluk tetap terbuka.

Meskipun sebagian besar kekuatan berasal dari AS, tugas itu melibatkan negara Barat lainnya dan negara-negara Teluk Arab. Uni Eropa (UE) menyepakati embargo minyak Iran bulan lalu. Blok tersebut akan melaksanakan embargo itu sepenuhnya pada 1 Juli.AS dan UE memberlakukan sanksisanksi baru terhadap bank sentral Iran. 

Sumber : Sindo

Friday, 10 February 2012

Angkatan Laut Iran Tambah Kapal Selam

TEHRAN-(IDB) : Seorang komandan senior Iran mengatakan, dua kapal selam baru kelas Ghadir telah bergabung dengan armada angkatan laut, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara.
 
Panglima Angkatan Laut Iran Laksamana Habibollah Sayyari mengatakan kepada IRNA bahwa kapal selam yang sepenuhnya dirancang dan diproduksi oleh para ahli Iran, akan meningkatkan kemampuan angkatan laut Republik Islam.
 
"Semua bagian dari kapal selam kelas Ghadir, termasuk lambung, peralatan radar dan sistem pertahanan canggih diproduksi di dalam negeri," jelasnya. Ditambahkannya, mereka telah meningkatkan kemampuan perlindungan dan pertahanan Angkatan Bersenjata Iran di bawah laut.
 
Pada November 2011, Wakil Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Gholam Reza Khadem-Bigham mengumumkan bahwa tiga kapal selam kelas Ghadir telah ditambahkan ke armada angkatan laut negara itu.
 
"Kapal selam Ghadir mampu meluncurkan torpedo dan beroperasi di perairan dangkal," ujarnya.
 
Kapal selam Ghadir pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007. Kapal dengan bobot 120 ton ini memiliki kinerja yang sangat baik di perairan dangkal dan dapat melakukan misi di pesisir.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat prestasi besar di bidang pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi sistem peralatan militer penting.
 
Iranberulang kali meyakinkan negara-negara lain, khususnya negara tetangga, bahwa kekuatan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi pihak, karena doktrin militer Iran didasarkan pada pertahanan. 

Sumber : Irib

Monday, 6 February 2012

Misi Armada 18 Iran Adalah Menggagalkan Iranophobia Musuh

JEDDAH-(IDB) : Seorang pejabat Angkatan Laut Iran, Kapten Khordad Hakimi menyatakan, armada 18 kapal perang Angkatan Laut Iran telah merapat di pelabuhan Jeddah Saudi, menekankan bahwa misi tersebut bertujuan menggagalkan skenario Iranophobia musuh.
 
Angkatan Laut Iran mengirim armada 18 pada misi internasional untuk menggagalkan rencana Iranophobia musuh dan untuk menunjukkan tekad baik Republik Islam dalam mengupayakan perdamaian yang berkesinambungan dan persahabatan di kawasan. Demikian dilaporkan Press TV (6/2).
 
Ditambahkannya bahwa armada tersebut bertugas dalam misi menjaga rute maritim strategis internasional bagi Iran di Selat Bab-el-Mandeb dan menunjukkan kehebatan pertahanan negara.
 
Hakimi menekankan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan dengan negara lain dan menyatakan bahwa Tehran telah berhasil mengatasi segala tantangan sejak kemenangan Revolusi Islam pada tahun 1979.
 
Ia memuji kapal perusak Jamaran yang diproduksi di dalam negeri dan mengatakan bahwa armada kapal angkatan laut sukses melindungi kepentingan Iran di Teluk Aden.
 
Irantelah memulai program swasembada industri pertahanan dan menjalankan berbagai proyek-proyek militer sejak kemenangan Revolusi Islam 33 tahun lalu.
 
Angkatan Laut Iran berhasil memproduksi kapal perusak dalam negeri pertamanya, Jamaran, dan mengirimnya ke perairan Teluk Persia pada bulan Februari 2010.
 
Kapal berbobot 1.420 ton itu dilengkapi dengan sistem radar modern dan kemampuan menghadapi perang elektronik. Kapal tersebut juga dilengkapi dengan meriam angkatan laut dan torpedo modern. 

Sumber : Irib

Saturday, 4 February 2012

Kapal Perang Iran Berlabuh di Pelabuhan Saudi

JEDDAH-(IDB) : Komandan Angkatan Laut Iran mengatakan bahwa armada  ke-18 kapal AL Iran telah berlabuh di pelabuhan kota Jeddah Arab Saudi untuk menunjukkan otoritas Iran di perairan internasional.

Laksamana Habibollah Sayyari pada Jumat (3/2) menandaskan bahwa armada tersebut terdiri dari pemasok Khark dan kapal perusak Shahid Naqdi tiba di pelabuhan Jeddah sesuai dengan instruksi Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei untuk meningkatkan kehadiran AL Iran di perairan internasional.


"Misi ini dimulai beberapa hari lalu dan bertujuan untuk membuktikan kekuatan AL Iran serta untuk melawan Iranophobia yang diupayakan Barat," tambahnya.


Lebih lanjut Laksamana Sayyari mengatakan, misi akan berlangsung antara 70 hingga 80 hari. Armada Iran menyampaikan pesan perdamaian dan persahabatan kepada negara-negara regional.


Angkatan Laut Iran telah meningkatkan kehadirannya di perairan internasional sejak tahun lalu, penggelaran kapal-kapal di Samudra Hindia dan pengiriman dua kapal ke Laut Mediterania untuk pertama kalinya dilakukan pada bulan Februari 2011 melalui Terusan Suez.


Angkatan Laut negara itu juga melakukan patroli anti-pembajakan di Teluk Aden sejak November 2008 untuk melindungi perdagangan maritim dan kapal-kapal khusus serta kapal tanker minyak milik Iran atau kapal yang disewa oleh negara ini.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Efthimios E. Mitropoulos pada Mei 2011 menyatakan bahwa upaya anti-pembajakan yang dilakukan oleh Angkatan Laut Iran sebagai langkah yang efektif.

Sumber : Irib

Produksi Massal Rudal Jelajah “Zafar” Dimulai

TEHRAN-(IDB) : Program produksi massal rudal jelajah maritim baru bernama "Zafar" diresmikan oleh Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Ahmad Vahidi.
 
Fars News (4/2) melaporkn, produksi massal rudal tersebut diresmikan bertepatan dengan peringatan Sepuluh Hari Kemenangan Revolusi Iran. Tipe pertama rudal "Zafar" itu juga telah diserahkan oleh Brigjen Vahidi kepada panglima Angkatan Laut Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran), Laksamana Ali Fadavi.
 
Vahidi kepada wartawan mengatakan, "Seperti yang telah kami umumkan sebelumnya, produksi massal rudal Zafar telah dimulai hari ini (Sabtu, 4/2). Rudal ini adalah tipe rudal anti-kapal, jarak dekat dan dengar menggunakan sistem kendali radar. Rudal ini mampu menghancurkan target sedang hingga kecil dengan keakuratan tinggi."
 
Salah satu keunggulan rudal jarak dekat ini, menurut Vahidi, adalah flesibilitasnya untuk dipasang di berbagai jenis perahu cepat dan kapal patroli Iran, serta memiliki sistem penangkal perang elektronik. Rudal ini sepenuhnya hasil kerja keras para ahli militer dalam negeri Iran.
 
Lebih lanjut Vahidi menjelaskan, "Setelah ditembakkan, rudal ini akan menurunkan ketinggiannya dan setelah itu memasuki posisi jelajah sehingga tidak terdeteksi musuh dan pada tahap berikutnya adalah menemukan target pada ketinggian sangat rendah."
 
Menyangkut kecepatan penggunaan rudal tersebut, Vahidi menandaskan, rudal Zafar dapat ditembakkan dalam setiap tiga detik baik secara per unit, maupun multi-shot. 

Sumber : Irib

Monday, 30 January 2012

Iran Produksi Rudal Kendali Laser 'Basir'

TEHRAN-(IDB) : Republik Islam Iran memamerkan rudal kendali laser cerdas barunya yang diberi nama "Basir" dan merupakan hasil kerja keras para pakar militer domestik.
 
Hal itu dikonfirmasikan oleh Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi Senin (30/1) pada acara pameran rudal tersebut di Tehran. Vahidi menambahkan bahwa ini merupakan pertama kalinya para pakar domestik di Organisasi Industri Pertahanan Iran berhasil memproduksi rudal kendali laser canggih.
 
Ditegaskan Vahidi bahwa Basir dirancang untuk menghancurkan tank, kendaraan militer, jembatan, dan target bergerak atau permanen lainnya dengan tingkat keakuratan tinggi. Selain itu rudal tersebut juga mampu mengidentifikasi dan melacak target.
 
Brigjen Vahidi mencatat bahwa rudal tersebut memiliki memiliki jangkauan 20 km, dan sangat berguna di daerah pegunungan.
 
Vahidi menjelaskan bahwa Republik Islam Iran kini masuk dalam jajaran lima negara terkemuka dunia yang mampu memproduksi senjata pintar dengan menggunakan teknologi pribumi.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, Republik Islam telah meraih prestasi besar di sektor pertahanan dan bahkan mencapai kemandirian dalam produksi perangkat keras militer penting dan sistem pertahanan.
 
Tehrantelah berulang kali meyakinkan negara-negara lain, terutama negara jiran bahwa kekuatan militernya bukan ancaman bagi negara-negara lain, mengingat doktrin pertahanan Iran semata-mata berdasarkan pada prinsip pencegahan. 

Sumber : Irib

Tuesday, 17 January 2012

Iran Akan Luncurkan Pesawat Patroli Maritim Modern

TEHRAN-(IDB) :Menteri PertahananIran Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan, Republik Islam akan meluncurkan pesawat patroli maritim baru, yang dirancang dan diproduksi oleh para ahli Iran dalam waktu dekat.
 
Pesawat patroli maritim baru itu memiliki durasi penerbangan yang tinggi dan memungkinkan mereka untuk mengawasi daerah perairan melalui subsistem optik dan radar, ujar Vahidi pada hari Senin (16/1).
 
Vahidi menjelaskan bahwa pesawat patroli modern juga memiliki kapasitas untuk mengangkut perangkat keras militer dan juga dapat melakukan misi pengintaian yang lebih baik. Ditambahkannya, item baru tersebut mungkin akan diperkenalkan pada 1 Februari, menandai ulang tahun ke-34 kemenangan Revolusi Islam di Iran.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat prestasi besar di sektor pertahanan dan memperoleh kemandirian dalam perangkat keras militer dan sistem pertahanan penting.
 
Iranberulang kali meyakinkan negara-negara lain, terutama negara tetangga, bahwa kekuatan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi pihak lain. Tehran menegaskan doktrin militer Iran semata-mata didasarkan pada pertahanan

Sumber : Irib

weapon military