Translate

Showing posts with label Rusia. Show all posts
Showing posts with label Rusia. Show all posts

Wednesday, 14 March 2012

Rusia : Latihan Militer AS-Georgia Dianggap Provokasi Terhadap Rusia

MOSCOW-(IDB) : Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut latihan militer bersama Amerika Serikat-Georgia yang dimulai Rabu sebagai 'provokasi'.

"Latihan-latihan seharusnya untuk menekan kerusuhan. Saya mengatakan kepada menteri luar negeri (AS) bahwa latihan tersebut terlihat seperti provokasi," kata Lavrov dalam pertemuan majelis rendah parlemen di Negara Bagian Duma, Rusia.

Moskow berharap mereka yang mengadakan latihan akan selalu mengingat stabilitas yang rapuh di wilayah Trans-Kaukasia, kata Lavrov.

Sementara itu, ia membantah bahwa Moskow telah mendesak kepada siapa saja untuk mengakui kemerdekaan wilayah yang memisahkan diri Georgia dari Abkhazia dan Ossetia Selatan, seraya mengatakan Rusia hanya aktif mendukung kawasan dalam memperluas kontak internasional

"Kami tidak melakukan pembicaraan ini. Ini adalah urusan sekutu kami, Abkhazia dan Ossetia Selatan," kata Lavrov.

Dia menambahkan bahwa Rusia akan mendukung rekan-rekannya secara politik.

Moskow mengakui kemerdekaan dua wilayah itu pada Agustus 2008 setelah konflik bersenjata singkat dengan Georgia. Sebagai tanggapan, Georgia memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia.

Sumber : Republika

Rusia Tambah Tiga Batalyon S-400

MOSCOW-(IDB) : Rusia tahun ini akan menambah tiga batalyon sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf sebagai bagian dari langkah modernisasi sistem pertahanan udara negara itu.

Kepala Staf Angkatan Udara Rusia, Mayor Jenderal Viktor Bondarev, mengatakan, di Moskwa, Rabu (14/3/2012), satu batalyon S-400 akan ditempatkan di Nakhodka di Rusia Timur Jauh, dan satu lagi dipasang di dekat Moskwa. Batalyon ketiga akan ditempatkan di bawah komando Angkatan Udara dan Pasukan Pertahanan Udara Rusia.

"Semua akan dikirim tahun ini," kata Bondarev.

Angkatan Bersenjata Rusia saat ini telah mengoperasikan dua resimen S-400, keduanya di sekitar Moskwa. Resimen ketiga sistem rudal itu akan diletakkan di wilayah tanggung jawab Armada Laut Baltik.

Bondarev mengatakan, produksi sistem rudal S-300 akan segera dihentikan dalam waktu dekat. Ke depan, hanya sistem S-400 yang akan diproduksi eksklusif untuk kebutuhan Angkatan Bersenjata Rusia. Rusia tak berencana mengekspor rudal itu.

S-400 adalah sistem rudal darat-ke-udara jarak menengah-jauh, yang dirancang untuk menghancurkan berbagai jenis sasaran udara, mulai dari pesawat, pesawat tak berawak, rudal balistik, maupun rudal jelajah, hingga jarak 400 kilometer dan ketinggian 30 kilometer.

Sehari sebelumnya, Deputi Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov mengatakan, Rusia tak berencana meneruskan perjanjian penjualan sistem pertahanan rudal S-300 ke Iran sebagai bagian dari sikap mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB. "Semua larangan yang ditetapkan oleh Dewan Keamanan PBB akan kami patuhi," ucap Antonov.

Iran menandatangani kontrak pembelian lima batalyon sistem rudal S-300PMU-1 dari Rusia pada akhir 2007. Namun, Presiden Rusia Dmitry Medvedev memutuskan untuk membatalkan kontrak senilai 800 juta dollar AS (Rp 7,33 triliun) itu pada 22 September 2010.

Pembatalan terjadi setelah DK PBB mengeluarkan Resolusi Nomor 1929, yang melarang pengiriman segala bentuk senjata konvensional ke Iran, termasuk rudal, sistem rudal, tank, helikopter serbu, pesawat tempur, dan kapal perang.

Sumber : Kompas

Rusia Membeli 1.775 Unit Iveco LMV Dari Italia

MOSCOW-(IDB)  : Angkatan Bersenjata Rusia berencana menempatkan kendaraan lapis baja serba guna Iveco LMV, yang dibeli dari Italia, di kawasan selatan negara itu. Kendaraan tersebut diharapkan mulai datang tahun ini.

Rusia menandatangani kontrak pengadaan kendaraan Iveco LMV M65, atau populer dengan sebutan Lince (lynx atau kucing hutan), itu, dengan pihak Iveco Defense Vehicles pada Desember 2011. Sebanyak 57 unit pertama akan dikirim sebelum akhir tahun ini.

Sekretaris pers Kementerian Pertahanan Rusia, Irina Kovalchuk, Rabu (14/3/2012), mengatakan, sebagian besar kendaraan lapis baja tersebut akan dikirim ke Distrik Militer Selatan. Distrik militer itu meliputi kawasan Kaukasus Utara yang rawan konflik.

Rusia menyepakati pembelian kendaraan perang dari negara anggota NATO tersebut, dengan syarat produksinya akan dikerjakan bersama dengan pihak Rusia. Pada tahap awal, kendaraan itu akan diimpor dalam kondisi semi terurai (semi knocked down) untuk dirakit di pabrik perakitan di Voronezh, Rusia, dengan kandungan lokal baru sebesar 10 persen.

Dalam rencana perjanjian kerja sama ini, kandungan lokal Rusia pada Iveco LMV akan menjadi 50 persen pada 2014. Rusia berencana membeli sedikitnya 1.775 unit kendaraan ini dalam lima tahun mendatang.

Iveco LMV dilengkapi enam lapis pelindung, termasuk lapisan perisai dari bahan keramik. Mobil tersebut diklaim bisa menahan ledakan ranjau antitank dan antipersonel. 

Sumber : Kompas

Rusia Tawarkan Pangkalan Udara kepada AS dan NATO

MOSCOW-(IDB) : Rusia menawarkan salah satu pangkalan udaranya untuk digunakan sebagai titik transit bagi pasukan AS dan NATO ke Afganistan.

Jika disetujui parlemen, ini akan menjadi pangkalan pertama di wilayah Rusia yang akan digunakan oleh pasukan AS dan NATO, bekas rival utamanya selama Perang Dingin.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, Rabu (14/32012), mengatakan, rencana itu akan dibahas Kabinet Rusia dalam waktu dekat. Pangkalan yang ditawarkan adalah pangkalan udara di dekat kota Ulyanovsk, di tepi Sungai Volga di wilayah selatan Rusia.

Sebelumnya, Moskwa sudah mengizinkan AS dan negara-negara anggota NATO lain menggunakan koridor udara dan jalur kereta api di Rusia untuk mengangkut pasokan logistik dari dan ke Afganistan. Jalur kereta api cepat itu melewati wilayah Rusia, Kazakstan, Uzbekistan, dan menjadi jalur logistik vital bagi pasukan koalisi multinasional di Afganistan.

Para wakil rakyat Rusia sempat khawatir, rencana pemanfaatan pangkalan udara di Ulyanovsk itu akan membawa ancaman baru bagi Rusia karena akan ada pasukan negara asing berada di wilayah Rusia.

Namun, Lavrov menegaskan, perjanjian itu akan menguntungkan Rusia. Menurut dia, keberhasilan misi NATO di Afganistan sangat penting dalam mencegah penyebaran terorisme dan narkoba ilegal dari Afganistan ke negara-negara eks-Uni Soviet di Asia Tengah dan Rusia.

"Kita berkepentingan bahwa pasukan koalisi meraih sukses sebelum menarik mundur dan memastikan orang-orang Afganistan mampu mempertahankan sendiri negara mereka dan menjamin tingkat keamanan yang bisa diterima," tandas Lavrov.

Selain itu, Lavrov menjamin tidak akan ada pasukan asing yang tinggal di Ulyanovsk. Pangkalan itu, kata dia, hanya akan dijadikan titik transit untuk berpindah dari satu moda transportasi ke moda transportasi lainnya. Rusia juga menekankan masih berhak memeriksa setiap kargo pasukan NATO yang transit di pangkalan tersebut.

Juru bicara NATO di Belgia, Oana Lungescu, mengatakan, peningkatan kerja sama transit menuju Afganistan akan menguntungkan NATO maupun Rusia.

Jika disepakati, perjanjian penggunaan pangkalan udara Rusia ini akan memperbaiki hubungan AS-Rusia, yang sempat terganggu persoalan program perisai rudal Eropa.

Sumber : Kompas

Sunday, 11 March 2012

Rusia: Tak Ada Calo dalam Pembelian Sukhoi

JAKARTA-(IDB) : Pemerintah Rusia, melalui Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, membantah adanya peran calo dalam pembelian enam unit jet tempur sukhoi SU-3-MK2 dari Rusia oleh pemerintah Indonesia.

Sejumlah pihak di Indonesia menduga, harga enam pesawat itu telah digelembungkan (mark up) sehingga menimbulkan kerugian bagi negara. Ada dugaan, Indonesia  telah berhubungan dengan pihak ketiga, yang berperan sebagai calo, sehingga harga jet-jet tempur serta berbagai perangkat lain terkait dengan jet-jet itu menjadi sangat mahal atau jauh di atas harga normal.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (12/3/2012), Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia menjelaskan, kontrak pembelian enam jet tempur jenis SU-3-MK2 oleh Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU) itu ditandatangani Kementerian Pertahanan dan JSC Rosoboroneksport pada akhir Desember 2011. JSC Rosoboroneksport, menurut keterangan itu, dibentuk sesuai dengan Ketetapan Presiden Federasi Rusia dan merupakan perantara negara Rusia untuk mengekspor dan mengimpor produksi, teknologi serta jasa militer dan dwiguna.

"Hanya JSC Rosoboroneksport yang memiliki hak untuk memasok seluruh spektrum persenjataan dan teknik militer yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan Rusia yang diizinkan diekspor ke pasar dunia," demikian kata pernyataan tersebut.

Keterangan itu juga menjelaskan, proses persiapan dan penandatanganan kontrak pembelian enam jet tempur itu dilakukan secara langsung oleh wakil-wakil berwenang dari Kementerian Pertahanan Indonesia dan JSC Rosoboroneksport dan diadakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam hukum kedua negara. 

"Informasi tentang keterlibatan pihak ketiga dan penggelembungan harga terkait dengan itu, tidak benar," kata siaran pers itu.

Selain enam pesawat SU-30MK2, kontrak antara Rusia dan Indonesia itu juga mencakup pasal-pasal tentang pemasokan mesin pesawat terbang, set suku cadang dan pelatihan spesialis Indonesia sesuai dengan program yang disepakati oleh kedua pihak. Pengiriman partai pertama pesawat SU-30MK2 it*direncanakan akan dilakuan pada akhir 2012. 

Sumber : Kompas

Tuesday, 6 March 2012

Russia Close to Sign Su-35 Fighter Deal with China

Sukhoi SU-35
MOSCOW-(IDB) : Russia and China may soon sign a $4-bln contract on the delivery of 48 Sukhoi Su-35 Flanker-E fighter jets to the Chinese air force, Russia’s Kommersant business daily said on Tuesday.

“The sides have practically agreed on the delivery of 48 Su-35 multirole fighters, worth $4 billion, to China,” Kommersant said citing a source in the Russian defense industry.

According to the paper, the only obstacle remaining is Moscow’s demand that Beijing should guarantee the protection of copyrights on the production of Su-35s without proper licensing.

“Moscow is not only aiming to ensure its presence on the Chinese [combat aircraft] market, but also attempting to prevent the potential copycat production of Russian aircraft for subsequent sales to third parties with predatory pricing,” a Russian government source told Kommesant.

China has a poor record concerning copycat manufacturing of advanced Russian combat aircraft.
Russian experts claim that Chinese Chengdu J-10 fighter is a copy of Su-27 Flanker, Shenyang J-11 is a replica of Su-30 Flanker-C, and FC-1 is a copy of MiG-29 Fulcrum.

The Su-35, powered by two 117S engines with thrust vectoring, combines high maneuverability and the capability to effectively engage several air targets simultaneously using both guided and unguided missiles and weapon systems.

The aircraft has been touted as "4++ generation using fifth-generation technology."

Source : Defencetalk

Friday, 2 March 2012

Rusia Membeli 92 Sukhoi Su-34 Fullback

MOSCOW-(IDB) : Setelah tertunda sekitar satu dasawarsa, Rusia akhirnya benar-benar bertekad mengganti seluruh armada pesawat tempur-pengebom Su-24 Fencer yang sudah tua dan sering jatuh. Hari Kamis (1/3/2012), Kementerian Pertahanan Rusia menandatangani kontrak pembelian 92 unit pesawat penerus Fencer, yakni Sukhoi Su-34 Fullback.

Penandatanganan salah satu kontrak pembelian pesawat terbesar oleh angkatan bersenjata Rusia ini dilakukan langsung oleh Menteri Pertahanan Anatoly Serdyukov dan Direktur Jenderal Sukhoi Igor Ozar. Sebelumnya, Angkatan Udara (AU) Rusia baru memesan 32 unit Su-34, sehingga dengan kontrak baru ini, Rusia akan mengoperasikan sedikitnya 124 unit pesawat tempur-pengebom "generasi 4+" tersebut.

Sebanyak 10 unit Su-34 pertama dalam kontrak terbaru ini akan mulai dikirim tahun ini, dan semua pesawat diharapkan rampung pada 2020. Saat ini AU Rusia sudah mengoperasikan 12 unit Su-34. Pembelian pesawat baru ini menjadi bagian dari program pembelian 1.500 pesawat baru bagi Angkatan Udara Rusia sampai 2020.

Douglas Barrie, pengamat penerbangan militer dari International Institute for Strategic Studies (ISIS) di London, mengatakan, keputusan Rusia mengoperasikan Su-34 ini mundur lebih dari 10 tahun dari rencana sebelumnya. Program pengembangan Su-34 sudah dimulai sejak era 1980-an, tetapi tertunda-tunda karena masalah pembiayaan.

Pengumuman pembelian besar-besaran Su-34 ini dilakukan sekitar sepekan setelah AU Rusia mengoperasikan kembali sebagian armada Su-24 Fencer. Sebelumnya, seluruh armada pesawat tersebut dilarang terbang setelah terjadi tiga kecelakaan dalam waktu empat bulan terakhir.

Su-34 adalah pesawat tempur dua tempat duduk yang dirancang untuk melakukan serangan presisi terhadap berbagai sasaran dengan pertahanan kuat dalam segala kondisi cuaca, baik siang maupun malam. Berbagai persenjataan yang diusung pesawat ini, antara lain, kanon 30mm GSh-301, dan 12 rudal udara-ke-udara AA-10 Alamo atau AA-11 Archer, beberapa rudal udara-ke-darat dan bom.

Rusia memulai produksi massal Su-34 di pabrik Sukhoi di Novosibirsk sejak 2008. Pesawat bermesin turbojet ganda dengan kemampuan afterburner AL-31MF itu dijual dengan harga 36 juta dollar AS (Rp 328,05 miliar) per unit. 

Sumber : Kompas

Tuesday, 28 February 2012

Jet Tempur Su-30 Rusia Jatuh

MOSCOW-(IDB) : Satu pesawat jet tempur Sukhoi Su-30 Rusia jatuh sekitar 130 kilometer timur laut kota Komsomolsk-on-Amur, Rusia timur jauh, Selasa (28/2/2012). Dua awaknya dilaporkan selamat.
 Seorang sumber di pemerintah daerah setempat mengatakan, pesawat berkursi tandem itu jatuh sekitar pukul 10.20 waktu Moskwa (13.20 WIB), saat menjalankan penerbangan uji coba.

"Dua awaknya mengaktifkan kursi pelontar dengan selamat, tetapi satu orang terluka saat menyentuh tanah," ujar sumber yang tak disebutkan namanya itu.

Pesawat tempur tersebut dioperasikan oleh pabrik pesawat Komsomolsk-on-Amur, yang membuat jet-jet tempur Sukhoi. Pesawat-pesawat tempur Sukhoi Su-30 digunakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. 
 
Sumber : Kompas

Wednesday, 22 February 2012

Modernisasi Arsenal Nuklir Rusia Sudah Dimulai

MOSCOW-(IDB) : Janji Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin untuk memodernisasi total kekuatan nuklir strategisnya sudah dimulai dari sekarang.

Secara bertahap, rudal-rudal balistik antarbenua (ICBM) Rusia mulai digantikan dengan generasi terbaru sehingga pada 2020 sekitar 97 persen arsenal nuklir Rusia sudah menggunakan rudal paling baru.

Demikian dijelaskan Komandan Pasukan Rudal Strategis (SMF) Rusia Letnan Jenderal Sergei Karakayev, di Moskwa, Selasa (22/2/2012), dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

Menurut Karakayev, saat ini baru 30 persen arsenal nuklir Rusia yang telah menggunakan ICBM generasi terbaru, yakni rudal Topol-M (SS-27 Sickle B), dan RS-24 Yars (SS-29). ”Kami berharap komposisi ini akan meningkat menjadi 60 persen pada 2016 dan 97 persen pada 2020,” tutur Karakayev.

Saat ini tiga divisi rudal strategis Rusia sudah dilengkapi dengan rudal-rudal baru, dua di antaranya akan selesai melakukan proses penggantian pada 2012 ini. Hari Selasa kemarin, Divisi Rudal Tatischevo dekat Saratov di Rusia barat daya mulai mengoperasikan resimen keenam sistem rudal Topol-M yang diluncurkan dari silo bawah tanah.

Baik Putin maupun Medvedev mengatakan, langkah Rusia meningkatkan kemampuan rudal strategisnya adalah reaksi terhadap rencana AS dan NATO menggelar sistem perisai rudal di Eropa yang oleh Rusia dianggap sebagai ancaman langsung.

Rudal Topol-M memiliki jarak tembak hingga 11.000 kilometer dan diyakini kebal terhadap semua sistem pertahanan antirudal balistik yang sudah atau direncanakan akan digelar AS. Selain mampu melakukan manuver pengelakan terhadap rudal pencegat, Topol-M juga membawa peluru sasaran umpan untuk mengalihkan arah rudal pencegat.

Rudal ini juga dilengkapi tameng antiradiasi, kebal terhadap serangan pulsa kejut elektromagnetik, ledakan nuklir, dan tembakan laser. Pada 2020, SMF Rusia diharapkan sudah mengoperasikan 170 unit Topol-M, baik yang diluncurkan dari silo maupun dari mobil peluncur; 30 unit rudal SS-19; dan 108 unit rudal RS-24, yang tersebar di sembilan divisi rudal strategis.

Untuk meningkatkan respons terhadap perisai rudal Eropa NATO, Rusia juga dikabarkan akan memodernisasi dua lapangan terbang di Kaliningrad, wilayah enklaf Rusia yang terletak di antara dua anggota NATO di kawasan Baltik, yakni Polandia dan Lituania.

Satu lapangan terbang di Chkalovsk akan ditingkatkan kemampuan landasan pacunya sehingga panjangnya akan menjadi 3.500 meter, sementara satu lapangan terbang era Uni Soviet yang sudah ditelantarkan di Baltic Spit akan direvitalisasi menjadi pangkalan pesawat amfibi untuk keperluan pengintaian dan SAR. 

Sumber : Kompas

Saturday, 18 February 2012

Armata, Tank Terbaru Rusia Jadi Tahun 2013

MOSCOW-(IDB) : Rusia sedang menguji berbagai komponen utama dari proyek pengembangan tank Armata. Purwarupa tank tempur utama terbaru itu dijadwalkan rampung pada 2013 dan akan mulai diproduksi untuk Angkatan Darat Rusia dua tahun kemudian.

Demikian diungkapkan portal berita lenta.ru, yang melaporkan Menteri Pertahanan Anatoly Serdyukov dan CEO pabrik tank Uralvagonzavod Oleg Sienko telah menghadap Perdana Menteri Vladimir Putin, Jumat (17/2/2012).

Portal tersebut tidak menjelaskan lebih detail soal proyek tank baru ini. Namun, pada April 2011, mantan Deputi Pertama Kepala Direktorat Kendaraan Lapis Baja Kementerian Pertahanan Rusia Letnan Jenderal Yuri Kovalenko pernah menyatakan, Rusia akan memiliki tank baru dengan berbagai karakteristik yang sama sekali baru, sistem pengisian peluru otomatis, dan ruang awak yang terpisah, pada 2015.

Kovalenko waktu itu mengatakan, hasil pengembangan dua proyek tank tempur utama lainnya, yakni Object 195 (T-95) dan Black Eagle dari akhir 1990-an, akan dimasukkan dalam pengembangan Armata.

Selain mengembangkan tank abad ke-21 ini, Kemenhan Rusia juga telah menandatangani kontrak senilai enam miliar rubel (Rp 1,8 triliun) dengan Uralvagonzavod untuk memodernisasi 170 unit tank tempur utama T-72. Pengerjaan modernisasi itu akan dilakukan di fasilitas khusus di Omsk, Siberia barat daya.

Sumber : Kompas

Thursday, 16 February 2012

Kapal Mistral Rusia Dilengkapi Persenjataan Dalam Negeri

MOSCOW-(IDB) : Kapal-kapal serbu amfibi kelas Mistral, yang dibeli Rusia dari Perancis, akan dilengkapi persenjataan buatan Rusia dengan kekuatan lebih besar daripada versi aslinya. Kapal-kapal itu nanti akan ditempatkan di Armada Utara dan Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia.

Demikian diungkapkan Kepala Staf AL Rusia Laksamana Vladimir Vysotsky di Moskwa, Kamis (16/2/2012). ”Persenjataan utama yang akan dipasang pada kapal-kapal itu adalah persenjataan buatan Rusia sendiri,” tutur Vysotsky sambil menambahkan kapal itu nantinya akan memiliki persenjataan yang lebih baik daripada versi aslinya yang digunakan AL Perancis.

Kapal yang juga berfungsi sebagai kapal induk helikopter itu aslinya dilengkapi dua sistem rudal Simbad yang menembakkan rudal-rudal Mistral dan empat senapan mesin Browning M2-HB 12,7mm. Perlengkapan itu dianggap tidak mencukupi bahkan untuk sekadar mempertahankan diri.

Vysotsky mengatakan, empat kapal Mistral Rusia nantinya akan dipersenjatai rudal-rudal yang dilengkapi ”hulu ledak rancangan Rusia yang spesial” tanpa memberi penjelasan lebih lanjut rudal macam apa yang akan dipasang.

Rusia menandatangani kontrak pembelian dua kapal kelas Mistral ini pada Juni 2011. Dengan nilai kontrak total 1,2 miliar dollar AS, pembelian itu mencakup kesepakatan transfer teknologi sensitif dari Perancis ke Rusia. Dua kapal lagi akan menyusul dan dibangun di Rusia dengan komposisi 80 persen komponennya dibuat di Rusia dan hanya 20 persen sisanya dibuat di Perancis.

Ini adalah untuk pertama kalinya Rusia membeli kapal perang dari negara anggota NATO, bekas musuhnya pada era Perang Dingin. Kapal yang mampu membawa 16 helikopter, empat perahu pendarat, 70 kendaraan lapis baja, dan 450 prajurit ini akan mulai dioperasikan AL Rusia tiga tahun mendatang.

Sumber : Kompas

Ekspor Senjata Rusia Capai Rekor 13,2 Miliar Dolar

MOSCOW-(IDB) : Rusia membuat rekor ekspor senjata dengan nilai 13,2 miliar dolar AS (10,1 miliar euro) tahun lalu meskipun kehilangan klien Arab dan menghadapi kompetisi China yang semakin ketat, kata seorang pejabat tinggi Kamis.

Seperempat penjualan senjata Rusia mengalir ke India dan 15 persen ke Aljazair, dengan Vietnam mencapai 10 persen dari pembelian, kata Kepala Layanan Federal untuk Kerja sama Teknik Militer Mikhail Dmitriyev seperti dikutip oleh Vedomosti.

"Rencana kerja sama teknik militer Rusia untuk tahun 2012 berada pada nilai 13,5 miliar dolar AS," kata harian Gazeta Nezavisimaya mengutip pernyataan Dmitriyev seperti dilansir AFP.

Rusia mengekspor senjata senilai 10,4 milyar dolar AS pada 2010, di tempat kedua di belakang Amerika Serikat.

Para pejabat pertahanan sebelumnya mengatakan, mereka diperkirakan akan kehilangan sekitar empat miliar dolar AS pada pendapatan dari kontrak senjata yang ditinggalkan Libya setelah jatuhnya rezim Muamar Gaddafi dan dukungan ragu Moskow untuk oposisi.

Dmitriyev mengatakan, Rusia mengompensasi kerugian dari dunia Arabnya dengan melanjutkan penjualan ke negara-negara Eropa seperti Jerman dan Republik Ceko, dan mencomot pelanggan di Amerika Latin dan Asia Tenggara.

Sumber : Antara

Wednesday, 15 February 2012

Rusia dan Vietnam Kembangkan Rudal Antikapal

MOSCOW-(IDB) :  Mulai tahun ini, Rusia berencana memulai proses produksi bersama rudal antikapal varian baru dengan Vietnam. Lokasi produksi akan berada di Vietnam.

"Kami berencana membangun fasilitas di Vietnam untuk memproduksi satu versi baru dari rudal Uran (SS-N-25 Switchblade) milik Rusia dalam proyek yang serupa dengan proyek produksi bersama rudal BrahMos antara Rusia dan India," ungkap Kepala Dinas Federal untuk Kerja Sama Teknis Militer Rusia Mikhail Dmitriyev di Moskwa, Rabu (15/2/2012).

Rudal Uran adalah rudal antikapal berkecepatan subsonik yang bisa diluncurkan dari helikopter, kapal permukaan, dan baterai peluncur rudal di pantai. Jarak tembaknya mencapai 250 kilometer (135 mil laut) dan mengusung hulu ledak konvensional berupa 145 kilogram bahan peledak berkekuatan tinggi.

Sebelumnya, Rusia lebih dulu menggandeng India untuk mengembangkan rudal jelajah supersonik BrahMos sejak 1998. Rudal tersebut dikembangkan dari desain asli rudal NPO Mashinostroyenie 3M55 Yakhont (SS-N-26). Versi yang diluncurkan dari kapal dan darat sudah dioperasikan oleh Angkatan Laut dan Angkatan Darat India.

Vietnam sendiri makin meningkatkan kemampuan militernya akhir-akhir ini, seiring dengan meningkatnya ketegangan dengan China terkait sengketa Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan. 

Sumber : Kompas

Tuesday, 14 February 2012

Bangun Pangkalan Militer Bentuk Mental Perang Dingin

JAKARTA-(IDB) : Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov, menginginkan definisi aman bagi suatu negara ditentukan negara bersangkutan, bukan pihak lain. Lebih jauh, membangun pangkalan militer baru, bagi Rusia, adalah bentuk mental perang dingin.

"Sikap Rusia jelas, bukan dengan membangun pangkalan militer, melainkan memromosikan komando keamanan, yang terpisah," kata Ivanov kepada wartawan di Jakarta pada Selasa.

Pernyataan tersebut menanggapi rencana Amerika Serikat membangun pangkalan militer di Darwin, Australia.

Oleh karena itu, katanya, Rusia dan China terus mempromosikan setiap negara menentukan keamanan wilayahnya. Rusia, katanya, menjaga keamanan wilayah dengan usahanya sendiri dan jika terjadi gangguan keamanan bisa meminta bantuan negara terdekat.

"Membangun pangkalan militer merupakan mental Perang Dingin," tambahnya.

Ia juga menyatakan pangkalan militer tentu menciptakan ancaman bagi negara berbatasan dengan pangkalan tersebut.

Dalam kunjungan ke Australia pada akhir tahun lalu, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama memutuskan membangun pangkalan militer di Darwin. Keputusan itu mengejutkan sejumlah pemimpin negara, terutama China.

Sumber : Antara

Monday, 6 February 2012

Rusia Akan Bangun Perisai Rudal Anti-NATO

MOSCOW-(IDB) : Rusia akan membangun sistem pertahanan kedirgantaraan yang dapat diandalkan untuk secara efektif menghadapi ancaman rudal NATO, kata Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin pada Ahad (5/2).
 
Rogozin mengatakan pada akun Twitter-nya bahwa konferensi keamanan global yang diadakan di Munich, telah gagal untuk membentuk sebuah kompromi terkait sistem pertahanan rudal Eropa.
 
Sebelumnya, Sekjen NATO Anders Rasmussen mengatakan bahwa NATO akan terus mengembangkan sistem pertahanan rudal, karena kita merasa memiliki tanggung jawab yang besar untuk melindungi populasi kami secara efektif melawan ancaman rudal.
 
Menanggapi hal itu, Rogozin menulis, "Ya, kami juga merasa bertanggung jawab untuk melindungi penduduk kami dari ancaman rudal dan akan menciptakan sistem pertahanan udara yang handal."
 
Rusia mempertahankan oposisi yang gigih atas penyebaran sistem pertahanan rudal Amerika Serikat di dekat perbatasannya. Sementara NATO dan AS bersikeras bahwa perisai akan membela anggota NATO melawan rudal dari Korea Utara dan Iran dan tidak akan diarahkan untuk Rusia. 

Sumber : Irib

Saturday, 4 February 2012

Rusia Hidupkan Kembal Tradisi Patroli Kapal Selam Ke Seluruh Dunia

MOSKOW-(IDB) : Kapal-kapal selam strategis Rusia akan menghidupkan lagi "tradisi" berpatroli rutin di perairan internasional di seluruh dunia mulai Juni 2012 nanti. Ini berarti mengulang kebiasaan angkatan bersenjata Uni Soviet pada era Perang Dingin.

"Pada 1 Juni atau tak lama setelah itu, kami akan melanjutkan patroli tetap di lautan di seluruh dunia oleh kapal-kapal selam nuklir strategis," tutur Kepala Staf Angkatan Laut Rusia, Laksamana Vladimir Vysotsky.

Sejak Uni Soviet runtuh, jumlah patroli kapal selam nuklir Rusia di perairan internasional terus merosot. Pada puncaknya di tahun 1984, pada saat era Perang Dingin, ada lebih dari 230 operasi patroli kapal selam di perairan internasional setiap tahun. Sementara saat ini, hanya ada sekitar 10 operasi kapal selam per tahun.

Vysotsky meyakini, armada kapal selam tetap menjadi tulang punggung kekuatan AL Rusia, dan akan terus memainkan peran pertahanan yang penting di masa depan.

Rusia saat ini mengoperasikan 12 kapal selam strategis bertenaga nuklir, yakni lima kapal kelas Delta-III, enam kapal kelas Delta-IV, dan satu kapal kelas Akula (Typhoon menurut sebutan NATO). Dua kapal selam kelas Akula, yakni Arkhangelsk dan Severstal, disimpan sebagai kekuatan cadangan di pangkalan AL Severodvinsk, Rusia utara.

Rusia juga berencana membuat delapan kapal selam strategis generasi terbaru, yakni kelas Borey, hingga 2020. Kapal selam pertama dari generasi ini, Yury Dolgoruky, dijadwalkan bergabung dengan Armada Pasifik Rusia di Vladivostok paling cepat bulan Juni tahun ini.

Sumber : Kompas

Friday, 3 February 2012

Sampai 2015 Rusia Tak Akan Ekspor Rudal S-400

MOSKOW-(IDB) : Rusia tak berniat menjual sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf ke negara lain, paling tidak sampai tahun 2015. Bahkan pengiriman sistem rudal terbaru itu ke negara-negara sekutunya, seperti Belarus dan Kazakhstan, tidak akan dilakukan sebelum tahun 2014 berakhir.

Hal itu ditegaskan Anatoly Isaikin, pemimpin perusahaan eksportir senjata milik negara Rosoboronexport di Moskwa, Kamis (2/2/2012). "Sampai 2015, seluruh S-400 akan diproduksi untuk kebutuhan Rusia sendiri," ujar Isaikin.

S-400 adalah sistem rudal darat-ke-udara, generasi terbaru yang dirancang untuk menggantikan pendahulunya, S-300. Rudal, yang oleh NATO disebut SA-21 Growler, ini, akan menjadi tulang punggung pertahanan udara Rusia pada tahun 2020.

Sistem S-400 dilengkapi tiga jenis rudal yang bisa mengenai sasaran jarak dekat, jarak menengah, dan jarak jauh. Rudal tipe 40N6 yang ditembakkan sistem S-400 bisa mengenai sasaran di balik cakrawala (over the horizon/OTH) hingga jarak 400 kilometer dan ketinggian 40.000 meter hingga 50.000 meter di atas permukaan laut, atau dua kali lipat jarak tembak maksimum rudal antirudal Patriot MIM-104 buatan AS.

S-400 juga dirancang memiliki keunggulan dalam misi mencegat rudal jelajah dan rudal balistik musuh.

Sumber : Kompas

Tuesday, 31 January 2012

Rusia Modernisasi Armada Bomber

MOSKOW-(IDB) : Sambil menunggu proses pengembangan pesawat pengebom (bomber) generasi kelima, PAK DA, Armada Penerbangan Jarak Jauh Angkatan Udara Rusia akan memodernisasi armada bomber andalannya dari era Perang Dingin, Tupolev Tu-22M3.

Juru bicara AU Rusia Kolonel Vladimir Dirk mengatakan di Moskwa, Selasa (31/1/2012), sedikitnya 30 pesawat pengebom jarak jauh Tu-22M3 akan dimodernisasi menjadi versi M3M sampai tahun 2020.

Modifikasi meliputi berbagai sektor, mulai dari sistem komunikasi, avionik, kokpit, hingga kemampuan membawa muatan senjata yang lebih besar dan lebih bervariasi.

Tu-22M3 (oleh NATO dijuluki Backfire-C) adalah pesawat pengebom supersonik jarak jauh dengan sayap variabel (variable swing wing) yang berdaya jelajah hingga 6.800 kilometer dan mampu membawa muatan persenjataan seberat 24.000 kilogram.

Berbagai jenis senjata penghancur yang bisa digotong pesawat ini, antara lain, adalah bom konvensional, bom nuklir, dan peluru kendali berhulu ledak konvensional ataupun nuklir.

Pesawat yang dikembangkan pada puncak era Perang Dingin dekade 1970-an ini digunakan terutama untuk berpatroli di bagian selatan Rusia, termasuk di kawasan perbatasan dengan Asia Tengah dan Laut Hitam.

Hingga tahun 2008, AU Rusia masih mengoperasikan sedikitnya 141 pesawat Tu-22M3.

Komandan Penerbangan Jarak Jauh AU Rusia Mayor Jenderal Anatoly Zhikarev sebelumnya menyatakan, armada udara strategis Rusia akan menjalani program modernisasi besar-besaran sambil menunggu bomber generasi kelima Rusia, PAK DA, selesai dikembangkan oleh biro desain pesawat Tupolev. 

Sumber : Kompas

Monday, 30 January 2012

Analis : Rusia dan Cina Target Barat Setelah Iran

MOSKOW-(IDB) : Seorang analis politik senior mengatakan, Rusia dan Cina tidak boleh hanya duduk dan menonton ancaman-ancaman Barat terhadap Iran, karena mereka akan menjadi target berikutnya.
 
"Orang-orang seperti rakyat Rusia dan Cina memahami dengan baik bahwa jika mereka hanya berdiam diri dan membiarkan hal itu terjadi, akhirnya mereka sendiri akan menjadi sasaran berikutnya," kata Webster Griffin Tarpley, penulis dan sejarawan Amerika Serikat kepada Press TV pada Ahad (29/1).
 
"Dan pada saat mereka (Rusia dan Cina) menjadi target berikutnya, maka tidak ada lagi negara yang bisa melawan Barat," tegas Tarpley.
 
Analis politik ini lebih lanjut memperingatkan bahwa AS dan Inggris saat ini sedang menghidupkan kembali agenda mereka di Irak dulu untuk menghadapi Iran. "Kami sekarang mengetahui bahwa skenario yang sama sedang dijalankan, yaitu penyalahgunaan atau pembajakan Dewan Keamanan PBB," jelasnya.
 
AS dan sekutunya menuduh Republik Islam mengejar program nuklir militer dan menggunakan klaim ini untuk meloloskan empat putaran sanksi Dewan Keamanan dan serangkaian embargo sepihak terhadap Tehran.
 
Iranmembantah keras tuduhan itu dan menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk kepentingan sipil, seperti pembangkit listrik dan penggunaan medis.

Sumber : Irib

Friday, 27 January 2012

Rusia Bangkitkan Lagi Produksi Ekranoplan

MOSKOW-(IDB) : Dinas Penjaga Perbatasan Rusia berencana membangun pusat produksi ekranoplan untuk meningkatkan patroli pengamanan perbatasan laut negara itu.

Ekranoplan adalah kendaraan yang dirancang bergerak dengan "melayang" sedikit di atas permukaan air dengan memanfaatkan efek interaksi aerodinamika sayap kendaraan tersebut dan permukaan air.

Media Rusia mengutip seorang sumber Pemerintah Rusia, Jumat (27/1/2012), yang mengatakan, pusat pengembangan ekranoplan (juga disebut flarecraft atau wing-in-ground effect/WIGE vehicles) di bekas galangan kapal Avangard di kota Petrozavodsk, Rusia utara.

Saat ini, ekranoplan tipe Orion-20 sedang dibangun di Petrozavodsk. Kendaraan tersebut akan menjadi platform uji coba mesin, peralatan navigasi, dan sistem kontrol, serta keselamatan untuk kendaraan-kendaraan serupa di masa depan.

Kendaraan jenis ini sempat diproduksi untuk keperluan militer pada era Uni Soviet. Salah satu ekranoplan, yakni A-90 Orlyonok yang berbobot 125 ton, didesain sebagai kendaraan angkut militer berkecepatan tinggi, dan dioperasikan dari pangkalan di kawasan pesisir Laut Kaspia dan Laut Hitam.

Beberapa Orlyonok sempat dioperasikan AL Rusia pada periode 1979-1992. Bahkan, pada 1987, Uni Soviet pernah meluncurkan ekranoplan kelas Lun seberat 400 ton yang dirancang khusus sebagai peluncur rudal.

Namun, produksi ekranoplan terhenti setelah Uni Soviet runtuh karena kekurangan dana dan permintaan. Bahkan, Kementerian Pertahanan Rusia tak memasukkan ekranoplan dalam rencana pembelian peralatan militernya sampai tahun 2020.

Meski demikian, para pejabat Dinas Penjaga Perbatasan meyakini ekranoplan akan sangat efektif dalam menjalankan operasi patroli pengamanan jalur-jalur pelayaran di kawasan Artik dan perbatasan Rusia di sepanjang sungai-sungai besar, seperti Sungai Amur dan Danube.

Sumber : Kompas

weapon military