Translate

Showing posts with label Singapura. Show all posts
Showing posts with label Singapura. Show all posts

Wednesday, 7 March 2012

Indonesia Singapura Mantapkan Kerja Sama Intelijen Maritim

JAKARTA-(IDB) : TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Singapura (RSN) sepakat untuk memantapkan kerja sama intelijen maritim.

Kesepakatan itu menjadi salah satu topik bahasan dalam pertemuan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Marsetio dengan mitranya Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Singapura Laksamana Madya Tan Wee Beng di Markas Besar TNI Angkatan Laut di Jakarta, Rabu.

Juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati saat dikonfimasi ANTARA mengatakan pertemuan itu bertujuan mempererat hubungan kerja sama antara Angkatan Laut Singapura atau "Republic of Singapore Navy" (RSN) dengan Angkatan Laut Indonesia yang selama ini telah terjalin baik.

Berbagai kegiatan yang telah, sedang, dan yang akan dilaksanakan ke depan antara TNI AL dan Angkatan Laut Singapura merupakan bukti eratnya hubungan tersebut.

Seperti diketahui, kerja sama antara TNI AL dan Angkatan Laut Singapura selama ini sangat erat, dalam bidang pendidikan, khususnya pertukaran antarperwira siswa untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Staf dan Komando masing-masing Angkatan Laut.

Pada kesempatan itu, lanjut dia, dibicarakan pula peningkatan materi dalam latihan bersama angkatan laut kedua negara seperti PANDU EODEX dgn Republic of Singapore Navy Naval Diving Unit/RSN-NDU.

"Kegiatan latihan Pandu Eodex ke-12 akan dilaksanakan pada akhir bulan April hingga 13 Mei di Surabaya," katanya.

Dalam latihan bersama itu, antara lain akan dimantapkan kerja sama intelijen maritim, ujar Untung menambahkan.

Kerja sama lain yang telah dilaksanakan adalah pengamanan Selat Malaka baik dalam format bilateral maupun multilateral bersama Indonesia, Malaysia dan Thailand dalam bentuk patroli terkoordinasi.

Sumber : Antara

Sunday, 19 February 2012

Transaksi Singapore Air Show Capai 31 Miliar Dollar AS

SINGAPURA-(IDB) : Selama enam hari pelaksanaan pameran kedirgantaraan ketiga terbesar di dunia Singapore Air Show 2012( IANS) , sejak dibuka 14 Febuari lalu berhasil meraih transaksi sebesar 31 miliar dollar Amerika.

Transaksii ini meningkat tiga kali dibandingkan dengan transaksi tahun 2011, transaksi meliputi kontrak yang dilakukan pihak Boeing, Airbus, Pratt & Whitney, CFM dan ATR. 

Selama empat hari menurut NV News perdagangan dan pameran di ajang Singapore Air Show 2012 yang diikuti sekitar 900 peserta dari 50 negara dan 266 delegasi dari 80 maskapai penerbangan yang ada di dunia datang ke Singapur untuk membangun kemitraan dan menempa kesepakatan baru. 

Selain itu setidaknya menurut panitia pelaksana secara keseluruhan, perdagangan dan pameran IANS dikunjungi sekitar 38.000 pengunung dari 119 negara selama tiga hari kegiatan , meningkat 30000 pengunjung dibandingkan dengan tahun 2010, Dari jumlah tersebut, lebih dari 30 persen pemgunjung berasal dari luar negeri.

Direktur pelaksana Acara Experia Jimmy Lau, , mengatakan: "Kami senang telah berhasil meraih transaksi sebesar 31 miliar dollar Amerika yang diumumkan di Singapore Airshow 2012, melebihi senilai 10 miliar dollar Amerika dibandingkan tahun 2010, 

"Ini menegaskan kembali posisi Singapura Airshow sebagai platform pilihan untuk perwakilan industri penerbangan dari seluruh dunia, menargetkan pasar Asia Pasifik, untuk datang bersama, menjalin kemitraan baru, melakukan bisnis dan menyimpulkan transaksi," katanya. 

Sumber : Kompas

Tuesday, 14 February 2012

Sekitar 80 Negara Ikuti Singapore Airshow 2012

SINGAPURA-(IDB) : Singapore Air Show (SAS) yang akan dibuka 14 Febuari hingga 19 Febuari 2012 merupakan pameran kedirgantaraan yang terbesar diselenggarakan tahun ini.
 
Rencananya menurut pihak penyelenggara  yang dilansir  Harian The Straist Times  dalam ajang kegiatan pameran kali ini akan diikuti sekitar 216 peserta dan 80 negara,

Enam puluh lima pesawat akan ditampilkan dalam area 100.000 meter persegi di luar ruangan, termasuk pesawat militer, pesawat penumpang mewah dan jet bisnis.

Singapore Air Show merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali, merupakan pameran kedirgantaraan terbesar ketiga di dunia setelah Paris Le Bourget dan Inggris Farnborough.

Menurut direktur pelaksana SAS 2012 , Jimmy Lau, yang membedakan pameran ini dengan pameran kedirgantaraan lainnya, pesertanya lebih banyak datang dari kawasan Asia Pasifik.

"Respon terhadap acara cukup besar, meskipun ketidakpastian ekonomi saat ini dan berita buruk dari Eropa," katanya.

Tahun 2010 sekitar 250 delegasi dari lebih dari 70 negara mengikuti kegiatan Singapore Air Show yang digelar dalam ruang tertutup di Pusat Pameran Changi.

Tahun ini peserta yang akan menjadi bintang antara kaib termasuk Boeing 787 Dreamliner, G 280 Gulfstream dan Hawker 900 XP.

Tahun ini juga ada 22 paviliun nasional, termasuk dari Amerika Serikat, Jerman dan Jepang.

Lau mengatakan Singapore Airshow berencana akan bermitra dengan Cina untuk pameran yang bakal digelar tahun 2014 . Tujuannya adalah untuk membawa sebuah paviliun nasional Cina ke Airshow dalam dua tahun.

Dalam ajang pamer ini diharapkan akan ada transaksi 10 miliar dolar Amerika. Lau optimis acara yang digelar minggu ini akan mendekati angka itu, atau bahkan melampaui itu.

Acara ini akan berlangsung dari Senin hingga Minggu. Pertama empat hari dibuka untuk kalangan pebisnis , sedang dua hari terakhir akan dibuka untuk umum.
.
Lau mengatakan sekitar 70.000 tiket untuk telah terjual, sekitar 100.000 pengunjung diharapkan di akhir pekan jumlah ini.

Jadual pameran pesawat yang akan melakukan atraksi mulai dilakukan tanggal 14 Febuari dimulai dari oukul 12.30 hingga 1.30 Waktu Singapura ( Satu jam lebih awal dari WIB), 15 Febuari -17 Febuari (11.00 -12.00 ), 18 Febuari -19 Febuari (12.00 – 3.30)

Sumber : TribunNews


Garuda Ambil Bagian Di Singapore Airshow

SINGAPURA-(IDB) : PT Garuda Maintenance Facilities (GMF) AeroAsia akan mengikuti pameran kedirgantaraan dan dunia penerbangan Singapore Airshow 2012, 14-19 Februari 2012. Sebagai anak usaha Garuda Indonesia yang bergerak di jasa maintenance, repair, dan overhaul (MRO), keikutsertaan GMF memperkuat posisinya di kawasan Asia.

Selain Singapore Airshow, GMF juga aktif mengikuti pameran industri penerbangan Dubai Airshow yang digelar 2011. Dalam Singapore Airshow yang digelar tiap dua tahun ini, GMF akan menandatangani 12 kontrak kerjasama dengan beberapa maskapai.

Sejumlah maskapai yang memastikan bekerjasama dengan GMF antara lain Travira Air (Indonesia), Orix Aviation (Amerika Serikat), Avient (Zimbabwe), VietJet Air (Vietnam), HAK LAG Incorporation Air (Nigeria), Jet Airways (India), United Airways (Bangladesh), CIT Leasing Corporation (Amerika Serikat), Sriwijaya Air (Indonesia), dan NOK Air (Thailand).

Mayoritas kerjasama itu adalah untuk perawatan badan, mesin, dan komponen pesawat buatan Boeing, Airbus, dan McDonnell Douglas. Selain itu juga ada perawatan mesin CFM56-3 buatan General Electric.

Promosikan Indonesia

Keikutsertaan GMF di Singapore Airshow dinilai strategis mengingat di Singapura ada perusahaan MRO global SIAEC dan ST Aerospace. Posisi fasilitas perawatan GMF di Cengkareng bisa ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari Singapura sehingga calon pelanggan bisa melihat fasilitas yang ditawarkan.

Menurut Corporate Communication GMF, Mohammad Aviv, keikutsertaan GMF di ajang ini sekaligus menjadi duta bangsa untuk turut mempromosikan Indonesia.

"Kita nanti akan tampilkan kemampuan yang kita miliki yang tak kalah dengan negara lain, tentunya kita tampilkan dengan nuansa khas Indonesia sebagai upaya untuk mempromosikan Indonesia juga," katanya.

Sumber : Kompas 

Akrobatik Udara Sebagai Pembuka Singapore Airshow 2012

SINGAPURA-(IDB) : Pameran kedirgantaraan terbesar di Asia, Singapore Airshow 2012, resmi dibuka di Changi Exhibition Centre, Singapura, Selasa (14/2/2012).

Pameran menghadirkan perkembangan terkini di industri penerbangan dan teknologi mutakhir pertahanan terutama pertahanan udara.

Sekitar 900 peserta dari 50 negara tampil dalam pameran ini. Sebagian peserta merupakan produsen pesawat terbang maupun komponen pesawat. Sedangkan yang lain dari perusahaan penerbangan dan jasa terkait dunia penerbangan.

Sejumlah industri pertahanan juga memamerkan produk mereka baik pesawat tempur, persenjataan berat, maupun teknologi canggih pengintaian.

Pameran akan berlangsung hingga 19 Februari 2012. Untuk tanggal 14-17 Februari 2012 hanya diperuntukkan bagi para undangan dan pebisnis. Sedangkan di dua hari terakhir baru dibuka untuk umum.

Pukau pengunjung

Yang menarik perhatian pengunjung selama pameran adalah digelarnya akrobatik udara yang menampilkan penerbang-penerbang profesional. Pilot stunt aerobatic asal Australia, Tony Blair, menampilkan ketrampilannya dengan pesawat baling-baling tunggal jenis Rebel 300.

Selanjutnya tim aerobatik Royal Australia Air Force Roulette tampil dengan enam pesawat latih jenis Pilatus. Mereka adalah para penerbang instruktur dari Akademi Penerbangan Angkatan Udara Australia.

Selain aerobatik, sejumlah pabrikan pesawat juga mendemonstrasikan pesawat-pesawat terbaru mereka.

Sumber : Kompas

Monday, 13 February 2012

Tidak Ada DCA Kalau Hanya Menguntungkan Singapura

JAKARTA-(IDB) : Singapura berkepentingan terhadap perjanjian pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA) dengan Indonesia karena negara itu membutuhkan tempat latihan bagi pasukannya.

"Perlu dipahami bahwa Singapura berkepentingan terhadap DCA bukan dalam konteks kerja sama pertahanan dalam pengertian yang umum, melainkan negara tersebut hanya membutuhkan lahan milik Indonesia sebagai tempat latihan pasukannya," kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP Tjahjo Kumolo kepada ANTARA, Selasa.

Hal itu dikemukakan Tjahjo yang juga anggota Komisi I DPR RI sehubungan dengan rencana pertemuan rutin tahunan antara Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong yang pada tahun ini diagendakan bulan depan.

Di lain pihak, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah 1 ini mengutarakan bahwa Indonesia sebenarnya sangat berkepentingan terhadap perjanjian ekstradisi dengan negara tersebut.

"Walaupun secara rutin dilakukan pertemuan di antara pejabat tinggi kedua negara itu, pihak Indonesia tidak mengesahkan DCA, Singapura juga tidak akan setuju terhadap perjanjian ekstradisi," kata Tjahjo.

Apalagi dari segi pertahanan, kata dia, alat utama sistem senjata (alutsista) Singapura jauh lebih unggul dibandingkan dengan Indonesia.

Selain itu, Singapura juga memiliki aliansi pertahanan dengan negara lain yang dikenal dengan "Five Power Defense Agreement" (FPDA), yaitu sistem aliansi pertahanan antarlima negara (Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Malaysia).

Disebutkan Tjahjo, salah satu kesepakatan negara-negara FPDA adalah adanya klausul bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota merupakan serangan pula terhadap negara anggota lainnya.

Dari sisi ASEAN, dia berharap pada tahun 2015 Komunitas ASEAN sudah terbentuk.

"Namun, apakah Indonesia dapat memainkan peran utama dalam Komunitas ASEAN sehingga Singapura merasa perlu melakukan pendekatan dengan Indonesia?" tambahnya.

Sekjen DPP PDI Perjuangan ini berharap agar pertemuan rutin antara Presiden RI dan pejabat tinggi Singapura yang diagendakan pada bulan Maret 2012 tidak sebatas seremonial.

"Atau, malah justru lebih menguntungkan pihak Singapura?" katanya lagi.

"Saya kira Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan serta kementerian lainnya harus merumuskan agenda pembicaraan Presiden RI dan PM Singapura yang lebih komprehensif integral. Setidaknya untuk kepentingan kerja sama bilateral bersama Indonesia dan Singapura," kata wakil rakyat asal Kota Semarang itu. 

Sumber : Antara

weapon military