Translate

Showing posts with label TNI AD. Show all posts
Showing posts with label TNI AD. Show all posts

Tuesday, 13 March 2012

tni Sertijab Pangkostrad TNI AD

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo melantik Mayjen TNI Muhamad Munir sebagai Panglima Komando Strategis dan Cadangan Angkatan Darat (Kostrad) menggantikan Letjen Azmin Yusri Nasution di Markas Besar Angkatan Darat di Jakarta, Selasa.

Pada kesempatan yang sama, Kasad melantik Mayjen TNI Sonny Widjaya sebagai Panglima Kodam III/Siliwangi menggantikan Mayjen TNI Muhamad Munir, dan melantik Mayjen TNI Subekti, sebagai Panglima Kodam VI/Mulawarman menggantikan Mayjen TNI Tan Aspan.

Kasad juga melantik Brigjen TNI Joko Sriwidodo sebagai Aslog Kasad menggantikan Mayjen TNI Soni Wijya, dan melantik Brigjen TNI Dicky Wainal Usman sebagai Asrena Kasad menggantikan Mayjen TNI Subekti.

Kasad mengatakan, Kostrad sebagai Kotama Pembinaan TNI Angkatan Darat sekaligus sebagai Kotama Operasional TNI, memiliki tugas pokok membina kesiapan operasional segenap jajaran komandonya, serta melaksanakan operasi tingkat strategis sesuai dengan kebijaksanaan Panglima TNI.

Jajaran Kostrad, kata Pramono, dituntut memiliki mobilitas tinggi serta mampu bereaksi cepat sebagai satuan penangkal, penindak dan pemukul yang handal untuk digerakkan ke seluruh wilayah NKRI.

"Demikian juga dengan Kodam III/Siliwangi dan Kodam VI Mulawarman sebagai Kotama Kevilayahan, bertugas menyelenggarakan pembinaan kemampuan, kekuatan dan gelar kekuatan, serta melaksanakan pembinaan teritorial untuk menyiapkan wilayah pertahanan di darat dan menjaga keamanan negara di wilayahnya masing-masing," kata Kasad.

Keterpaduan lintas sektoral yang solid dan komprehensif dengan pemerintah daerah, instansi dan pihak terkait, serta elemen masyarakat, harus selalu diperhatikan dan dikedepankan guna menyelesaikan beragam persoalan aktual yang berkembang di masyarakat.

"Serta dalam rangka menciptakan kondisi sosial yang aman dan kondusif," ujar Pramono.

Sementara itu, Kasad juga meminta kepada Staf Perencanaan dan Anggaran, serta Staf Logistik sebagai penyelenggara fungsi Staf Umum di tingkat Mabesad, agar perencanaan dan pengelolaan anggaran serta logistik harus senantiasa mempertimbangkan skala prioritas dan azas manfaat dalam kerangka manajemen modern, sehingga dapat memberikan hasil yang signifikan dan maksimal.

"Pedomani sasaran program yang ditetapkan dan pagu anggaran yang dialokasikan, dengan mengedepankan transparansi, proporsionalitas dan akuntabilitas untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan sekecil apa pun," tegas Kasad.


Kostrad TNIAD Siap Modernisasi Alutsista

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darad (Kostrad) berupaya untuk meningkatkan profesionalitas dan kemampuan dalam mengawaki alat utama sistem senjata (alutsista) yang semakin canggih.

Pemerintah telah memprogramkan modernisasi alutsista bagi Kostrad ke depan. Panglima Kostrad yang baru dilantik Mayjen TNI Muhamad Munir mengungkapkan, alutsista Kostrad ke depan harus semakin modern. Dukungan pemerintah dan DPR untuk modernisasi ini sudah besar.”Tapi,itu masih kurang,” ungkap Munir seusai mengikuti apel lepas sambut Panglima Kostrad di Makostrad, Jakarta, kemarin. Kekurangan itu, ujarnya, pada alutsista Batalion Kavaleri yang mayoritas belum dimodernisasi.

Meski demikian, Munir tetap bersyukur karena sudah ada yang dimodernisasi. Mantan Pangdam III/Siliwangi itu percaya, pemerintah dan DPR akan melengkapi Kostrad dengan alutsista canggih. ”Kita sebagai prajurit yang penting siap untuk menyongsong modernisasi alutsista untuk setara dengan negara lain sehingga kita bisa menjaga negara ini lebih aman lagi,” tandasnya.

Sedangkan mantan Pangkostrad Letjen TNI AY Nasution mengatakan,dia memasuki masa pensiun seusai purnatugas sebagai Pangkostrad. ”Terima kasih atas dukungan kalian (prajurit Kostrad) sehingga saya bisa menyelesaikan tugas tanpa cacat,” ujarnya. Nasution pun berpesan agar prajurit Kostrad tetap menjaga soliditas dan semangat. Nasution mengaku akan kembali ke kampung halaman di Sumatera Utara setelah pensiun nanti.
Sumber : Antara

Friday, 9 March 2012

Pemprov Kaltim Gandeng TNI AD Bangun 3 Landasan Pesawat

KALTIM-(IDB) : Tiga landasan pacu di Kalimantan Timur akan diperpanjang untuk membuka keterisolasian masyarakat di perbatasan. Perpanjangan juga demi memudahkan pesawat TNI menjangkau wilayah terdepan Indonesia.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggandeng Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk pembangunan itu melalui Operasi Bhakti Kartika. Nota kesepahaman (MoU) ditandatangani Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dan Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak di Mabes AD Jakarta kemarin.

Awang Farouk mengatakan, pembangunan tidak hanya mencakup perpanjangan landasan tiga bandara, tapi juga sarana pendukung lainnya. Program ini digadanggadang menjadi pionir dalam pembangunan perbatasan. Dia mengaku perlu bekerja sama dengan TNI karena untuk membangun sendiri mengalami kesulitan, terutama dalam transportasi.

"Kalau beli semen dari Malaysia, kalau dari tempat kita dengan diangkut tradisional lebih mahal. Kalau TNI bisa didrop melalui pesawat pakai parasut," ucapnya kemarin. Kerja sama ini juga telah dikoordinasikan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, selaku Ketua Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP). "Kita berharap semua kementerian bisa kerja sama bangun perbatasan.

Kita lakukan koordinasi.Selama ini jalan sendiri-sendiri," sebut dia. Pembangunan akan dimulai pada April 2012.Tiga landasan itu yakni Long Bawan di Kabupaten Nunukan dari 1500 meter menjadi 1600 meter dan lebar 30 meter,Long Ampung di Kabupaten Malinau dari 940 meter menjadi 1600 meter dan lebar 30 meter, dan Datah Dawai dari 850 meter menjadi 1600 meter dan lebar 30 meter.

KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, pihaknya selalu siap untuk diajak membuka daerah terisolasi. Termasuk untuk ikut mencari sumber air bersih bagi warga maupun prajurit di perbatasan. Menurut dia, dengan akses transportasi yang baik,perekonomian masyarakat akan bisa dikembangkan. "Jadikan masyarakat perbatasan bangga," sebut mantan Pangkostrad ini.

Bagi TNI, pembangunan perpanjangan landasan bandara akan memudahkan pesawat TNI untuk mendarat di wilayah perbatasan. "Selama ini kita bisa menerjunkan prajurit di wilayah perbatasan,namun tidak bisa menjemput. Ini disebabkan pesawat Hercules tidak bisa mendarat dengan landasan yang kurang panjang," tambah Pramono. 

Sumber : Sindo

Thursday, 8 March 2012

Kasad: Tawaran Leopard Jerman Lebih Menjanjikan Daripada Belanda

 " Jerman menawarkan JOINT PRODUCTION pembuatan leopard dengan menggandeng PT. PINDAD dan bila Indonesia sudah deal dengan Jerman kemudian Belanda jadi menjual leopardnya ke Indonesia kita akan beli dari keuanya", jelas KASAD

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Angkatan darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menilai tawaran dari Jerman lebih menjanjikan dibandingkan Belanda mengenai rencana pembelian tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Leopard 2A6.

"Tawaran Jerman cukup menjanjikan untuk mengisi kekosangan. Apalagi Belanda masih ada permasalahan dari parlemen," kata Pramono di Mabes AD, Jakarta, Kamis.

Selain dapat melakukan "transfer of technology" (TOT), Jerman juga menawarkan "joint production" untuk pembuatan beberapa bagian tank seberat 60 ton tersebut, dengan menggandeng PT Pindad.

Bahkan, lanjut dia, Jerman menantang kesiapan industri pertahanan dalam negeri. Prinsipnya dalam merawat teknologi tinggi itu perlu persiapan matang, dan membutuhkan waktu cukup lama untuk mempelajarinya.

"Ini tak bisa dalam tiga tahun kita memproduksinya. Tidak sederhana teknologinya," ucapnya seraya mengaku pihaknya berencana membeli Tank Leoprad dari Jerman.

Menurut Pramono, belum satu suaranya pemerintah Belanda dengan parlemen membuatnya harus bersikap tegas, terlebih tidak adanya perbedaan harga dengan yang ditawarkan Belanda.

Oleh karena itu, pihaknya mengusahakan agar anggaran 280 juta dolar AS mampu mendapat 100 Tank Leopard.

Namun, kalau pihaknya sudah "deal" dengan Jerman, dan pemerintah Belanda setuju menjual Leopard, maka TNI AD akan membeli dari keduanya.

"Adapun mekanisme pembelian dilakukan langsung antarpemerintah (goverment to goverment)," ujarnya.

Pramono tidak menyangkal Tank Leopard 2A6 adalah hasil "retrofit 2A4" alias pengembangan teknologi terbaru karena cetak baru teknologi Leopard serupa sudah tidak diproduksi lagi.

Ia pun yakin Tank Leopard dari negara Eropa tidak membawa konsekuensi apapun, terlebih hingga terancam bakal terkena embargo.

"Tidak ada alasan untuk mengembargo kalau kondisi Indonesia seperti sekarang," tutur Pramono.

Sumber : Antara

Monday, 27 February 2012

TNI AD Bentuk Satuan Tank Di Perbatasan Indonesia Malaysia

KALBAR-(IDB) : Komandan Korem 121 Alambhanawanawai, Kolonel Inf Toto Rinanto mengatakan pada tahun 2012 akan membentuk satuan tank yang dipastikan menambah kekuatan pertahanan NKRI, khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

"Rencananya tahun ini satuan tank akan dibentuk di Kalbar. Pada satuan tersebut tentu akan diisi personel baru dan alutsista kendaraan tempur yang memadai termasuk mobil tank yang akan menambah kekuatan TNI AD dalam mempertahankan NKRI di Kalbar," kata Toto di Pontianak, Minggu.

Menurutnya rencana tersebut sudah dibahas di Mabes TNI AD dan akan direalisasikan tahun ini.

Namun dia menyatakan masih belum mengetahui, berapa banyak kendaraan tempur dan personel yang akan ditempatkan di satuan tersebut.

"Yang jelas saat ini kita sudah melakukan berbagai persiapan dan kita masih menunggu perintah selanjutnya dari Kodam XII Tanjungpura," tuturnya.

Di antara persiapan tersebut adalah dengan menyediakan lahan baru untuk penempatan satuan tersebut. Meski demikian, dia juga belum mengetahui di daerah mana nantinya satuan tersebut akan ditempatkan.

"Bisa saja di Bengkayang, atau daerah lainnya. Tergantung hasil survei Mabes TNI dan Kodam XII Tanjungpura," katanya.

Dia mengatakan tahun 2012 ini kemungkinan besar juga akan ada penambahan pos-pos baru baik di daerah perbatasan maupun di daerah lainnya yang dirasakan perlu untuk ditambah prajurit.

Danrem Toto juga menambahkan mengenai prajurit TNI AD yang saat ini ditugaskan di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia dalam waktu dekat akan dilakukan penarikan, di mana prajurit yang lama akan ditarik dan digantikan prajurit dari Batalion 365 Karawang, Jawa Barat.

"Pergantian tersebut merupakan kegiatan rutin bagi prajurit dalam rangka memberikan pengalaman dan proses penyegaran dalam penugasan menjaga perbatasan NKRI," katanya.

Sumber : Dephan

Pelatihan Terjun Payung Kostrad Berlangsung Singkat

MEDAN JOHOR-(IDB) : Pangkostrad Letjen TNI AY Nasution (kanan) menyalami penerjun yang membawa bendera Kostrad di Lapangan Cadika Pramuka, Kecamatan Medan Johor, kemarin. Latihan terjun payung Kostrad itu berlangsung singkat akibat bentrok jalur dengan pesawat komersil.

MEDAN – Pelatihan terjun payung oleh prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) terkendala lokasi yang juga dipakai untuk jalur penerbangan komersil pesawat udara di Lapangan Cadika Pramuka,Kecamatan Medan Johor. Akibatnya, latihan terjun payung itu hanya berlangsung sekitar 20 menit.


“Pelatihan hari ini (kemarin) sedikit terganggu karena daerah ini merupakan lintasan penerbangan umum.Jadi,kami hanya diberi waktu 20 menit, tidak sampai setengah jam,” kata Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Azmyn Yusri (AY) Nasution di sela-sela acara pelatihan terjun payung prajurit Kostrad di Lapangan Cadika Pramuka,Kecamatan Medan Johor,kemarin.

Menurut dia, karena singkatnya waktu, akhirnya pasukan yang dilibatkan hanya menurunkan 36 penerjun yang dibagi dalam dua tim. Tim pertama payung skuad turun sebanyak 18 orang penerjun. Tak berapa lama, tim kedua militer berjumlah sama turun sambil membawa enam bendera dipimpin oleh Serka Saifullah dari Brigif 17 Kostrad.

Seluruh tim berangkat dari Bandara Polonia Medan dengan menggunakan Hercules CH130 yang turun menuju titik terjun berupa garis silang di tengah lapangan. Meski singkat waktu,pihaknya tetap memilih lokasi Lapangan Cadika Pramuka. Sebab jika dilihat dari koordinatnya minim resiko dibandingkan dengan rencana pelatihan terjun payung jika dilakukan di Lapangan Teladan Medan.

“Dengan ketinggian mencapai 6.000 – 8.000 feet.Resikonya lebih sedikit dibandingkan dengan Lapangan Teladan yang resikonya sangat tinggi jadi di Lapangan Cadika sangat rendah,”ujarnya. Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang melihat latihan terjun payung itu berterima kasih atas kehadiran Pangkostrad,Letjen TNI AY Nasution dan anak buahnya yang memilih Kota Medan sebagai wilayah latihan terjun payung di Sumut selama enam hari.

“Terima kasih kepada pasukan Kostrad yang sudah memilih Kota Medan sebagai tempat pelatihan terjun payung,” ucap Rahudman. Sementara dengan pengawalan personil TNI AD, ratusan masyarakat Kota Medan sangat antusias melihat pelatihan terjun payung tersebut secara dekat di Lapangan Cadika Pramuka.

Sementara seorang penerjun, Serka Pepen Suryana yang membawa Bendera Merah Putih mengakui tingkat kesulitan di kawasan Kota Medan sama seperti dengan daerah lainnya yang sudah dilaksanakan di Sumatera Utara. Pria yang sudah terjun sebanyak 960 kali ini mengatakan, perbedaan tim terjun payung skuad dengan militer hanya ada pada beban yang dibawa saat akan terjun.

“Lebih berat menjadi tim terjun militer karena membawa beban berat dibandingkan dengan payung skuad yang tidak membawa beban. Jadi kalau untuk tingkat kesulitannya sama saja,” jelas Pepen yang sudah ikut pelatihan terjun sejak berpangkat prajurit satu. Selain terjun payung, Kostrad juga menggelar atraksi pembebasan tawanan yang disekap di dalam rumah oleh 10 teroris bersenjata jenis R5.

Tim penanggulangan teror (gultor) yang berjumlah 20 orang bersenjata lengkap menaiki mobil jenisPJDdanBTRlangsungmenyergap kawanan teroris. Suara tembakan yang dikeluarkan berkali-kali oleh Tim Gultor mampu membebaskan satu tawanan dan melumpuhkan 10 teroris.

Setelah itu, prajurit Kostrad berencana akan menggelar atraksi pembebasan tawanan dengan menaiki Helikopter Bell 142.Namun,dikarenakan crowded atraksi batal dilaksanakan. 

Sumber : Sindo

Monday, 13 February 2012

Yonkav TNI AD Modernisasi Alutsista Dengan Pengadaan MBT

XK2 MBT Korsel salah satu pilihan TNI AD
MEDAN-(IDB) : Danyon Kavaleri 6/Serbu Letnan Kolonel Kav Sutrisno Wibowo membacakan amanat Danpusenkav Brigadir Jendral TNI Purwadi Mukson, S.IP pada acara Syukuran merayakan Hari Ulang Tahun Kavaleri ke 62 di Makoyon Kavaleri 6/Serbu jalan Asam Kumbang Medan, Minggu (12/2).

Danyonkav 6/Serbu membacakan amanat Danpusenkav mengatakan syukuran ini merupakan tradisi sekaligus menjadi wahana untuk intropeksi diri terhadap kegiatan yang telah dilakukan dalam kurun waktu 62 tahun masa pengabdian Korps Baret Hitam di lingkungan TNI AD, dalam membangkitkan motifasi dan berbuat yang lebih baik pada pelaksana tugas kedepan dengan berbagai perkembangan yang akan dihadapi, guna mewujudkan Korps Kavaleri yang selalu “jaya dimasa perang dan berguna dimasa damai” dengan mempedomani arah kebijakan yang telah ditetapkan pimpinan TNI AD. 

Dengan kesenjataan Kavaleri yang merupakan salah satu kesenjataan utama TNI AD, dan mempunyai tugas pokok dalam menyelenggarakan pertempuran darat dengan menggunakan peralatan utama dengan ciri mobilitas tinggi dan lindung lapis baja, harus mampu menampilkan “Tri Daya Caktinya” untuk memberikan daya gerak, daya tembak dan daya kejut yang tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas yang diberikan.

Lebih lanjut Danyonkav menyampaikan berkaitan dengan modernisasi Alutsista, untuk mencapai pembangunan kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) salah satunya adalah dengan pengadaan Alutsista yang baru. 

Dalam hal ini, Kavaleri akan mendapatkan Alutsista Ranpur kelas MBT, sehingga Kavaleri TNI AD memiliki teknologi Alutsista Ranpur setara dengan negara-negara lain, serta akan memiliki kapabilitas yang lebih besar dan dapat mengembangkan taktik dan strategi baru, baik dalam OMP (Operasi Militer Perang) maupun OMSP (Operasi Militer Selain Perang), serta meningkatkan mobilitas dan daya tembak atau daya gempur satuan Kavaleri TNI AD yang sejalan dengan kemajuan zaman. Hal ini selaras dengan tema yang di usung yaitu : ” Melalui modernisasi Alutsista, Kavaleri TNI AD siap mewujudkan satuan yang dapat dibanggakan jaya dimasa perang berguna dimasa damai “.

Sumber : Kodam I BB

Tuesday, 7 February 2012

PPRC TNI AD Beralih Dari Divisi-2 Ke Divisi-1/Kostrad

DEPOK-(IDB) : Komando pengendalian Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI kembali beralih dari Divisi-2/Kostrad ke Divisi-1/Kostrad.

Upacara alih kodal dilaksanakan di Markas Komando Divisi-1/Kostrad di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa, dipimpin Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

Panglima TNI mengatakan PPRC adalah komando tugas gabungan TNI yang dibentuk khusus dan langsung bertanggung jawab kepada Panglima TNI.

Komando pengendalian PPRC selama dua tahun sekali beralih dari wilayah barat (Divisi-1 Kostrad) ke wilayah timur (Divisi-2/Kostrad), dan sebaliknya secara rutin, guna memberikan pengalaman tugas PPRC secara luas dan komprehensif.

"PPRC bertugas melaksananan tindakan reaksi cepat terhadap berbagai ancaman yang terjadi, yakni menangkal, menyanggah awal dan menghancurkan musuh yang mengganggu kedaulatan Republik Indonesia," katanya.

Agus menegaskan perkembangan lingkungan strategis global kini tengah dihadapkan pada ancaman pemanasan global, bencana alam, perkembangan teknologi yang tidak merata di negara berkembang, perdagangan dan investasi.

"Sedangkan pada tingkatan regional kita dihadapkan pada isu-isu perbatasan negara, separatisme, kejahatan lintas nasional yang berujung pada permasalahan di tingkat nasional," ujarnya.

PPRC sebagai bagian dari TNI selaku komponen pertahanan negara dituntut mampu mempersiapkan diri sebaik-baiknya guna menghadapi berbagai ancaman dan gangguan keamanan yang terkait dengan kedaulatan negara serta keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa Indonesia, tukas Agus.

Panglima TNI mengatakan dalam mengemban tugas itu PPRC TNI harus mampu meningkatkan kecepatannya dalam melaksanakan manuver, tepat dalam menuju sasaran dan wilayah tertentu dan singkat dalam proses dan waktu yang dibutuhkan.

Terkait itu, lanjut dia, TNI telah melakukan beberapa tahapan pendidikan dan latihan untuk mewujudkan personel PPRC yang profesional, tangguh dan memiliki mental juang yang tinggi menghadapi berbagai situasi dan kondisi, dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai.

Usai memimpin upacara alih kodal, Panglima TNI meninjau sejumlah persenjataan dan perlengkapan PPRC seperti SS2 V4, senjata FN Minimi, perlengkapan Lintas Udara, dan senapan mesin berat M2HB Browning.

Tak hanya itu, Panglima TNI juga meresmikan gedung pusat PPRC TNI dan melakukan telewicara dengan sejumlah komando satuan tugas PPRC di beberapa titik.

Sumber : Antara

Friday, 3 February 2012

Kodam XVII/Cenderawasih Butuh Lebih Banyak Panser Ketimbang MBT

JAYAPURA-(IDB) : Kodam XVII/Cenderawasih mengaku tak membutuhkan tank Leopard untuk pertahanan keamanan di Bumi Cenderawasih. Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal Erfi Triassunu, mengatakan kondisi geografis Papua tidak cocok untuk menggunakan tank.

“Yang cocok di wilayah ini adalah jenis panser, sebab Papua medannya sangat sulit, sangat tidak cocok. Tahun ini kami mengajukan empat panser ke pusat. Rencananya, panser Anoa buatan Pindad yang akan diberikan. Sehingga kalaupun tank Leopard jadi dibeli, Kodam di sini kurang membutuhkannya,” katanya kepada wartawan di Makodam Jayapura, Kamis, 2 Februari 2012.

Karena panser menggunakan ban, kata Erfi, lebih mudah masuk ke wilayah-wilayah sulit. Namun, karena tank ini pakai rantai, tentu akan sangat sulit. “Saat ini masih diprogramkan untuk pengadaan panser. Kami baru memiliki 18 panser yang disebar di 13 kodim di Papua dan Papua Barat,” ujarnya.

Alutsista lain yang dibutuhkan di Papua adalah helikopter untuk mempermudah menjangkau daerah-daerah sulit. "Rencananya, tahun ini ada penambahan dua heli lagi untuk kami. Idealnya kami harus memiliki empat heli. Sekarang kami hanya punya satu heli," kata Pangdam. 

Sumber : Tempo

Thursday, 2 February 2012

TNI AD Segera Bangun Yonkav Baru

BENGKAYANG-(IDB) : Pangdam XII Tanjungpura Mayjen Erwin Hudawi Lubis didampingi asisten logistik Kolonel Inf Shal Ma’ruf, asisten perencanaan Kolonel Inf Tri Martono dan Kepala Zeni Kolonel Czi Diding bersilaturahmi ke Pemkab Bengkayang dalam rangka membangun batalion kavaleri.

“Di sini ada kompi dan koramil. Tentu saya datang bertemu dengan Bupati Bengkayang untuk menitipkan anak-anak saya,” kata Erwin kepada Equator ditemui di Kantor Bupati Bengkayang, Selasa (31/1).

Erwin menjelaskan, kedatangannya ke Bumi Sebalo juga membicarakan pengembangan satuan-satuan baru Kodam XII Tanjungpura di Kabupaten Bengkayang. Apalagi 2012 ini ada rencana akan membangun satuan kavaleri.

“Kabupaten Bengkayang menjadi salah satu pilihan untuk penempatan satuan tersebut. Mudah-mudahan pertemuan terakhir dengan Bupati Bengkayang, Pemda Bumi Sebalo mendukung rencana membangun batalion kavaleri tersebut,” harap Erwin.

Erwin melanjutkan, titik pastinya lokasi tersebut akan dibicarakan antara stafnya dengan staf Bupati Bengkayang. Menyikapi rumor tidak adanya kesepakatan antara Pemda Bengkayang dengan TNI mengenai tukar guling Kompi Senapan C 641 Beruang yang berada di Jalan Sanggau Ledo, Erwin mengatakan belum membicarakan hal tersebut.

“Tetapi yang jelas, saya sebagai panglima akan mendukung program Pemda Bengkayang apabila ada program penataan kota untuk Bumi Sebalo,” tegasnya.

Mengenai tempat atau lokasi satuan kavaleri, akan dibicarakan kedua staf Bupati Bengkayang dan Kodam XII Tanjungpura. Ada beberapa titik yang sesuai dengan tata ruang wilayah Kabupaten Bengkayang. Ia berharap seluruh elemen masyarakat Bumi Sebalo mendukung adanya satuan baru kelak.

Bupati Bengkayang Suryadman Gidot mengatakan selaku warga negara yang baik, harus meningkatkan dan mempertahankan kedaulatan NKRI. Maka dari itu, Gidot tetap mendukung dibangunnya kavaleri. Dengan adanya batalion setingkat kavaleri, minimal 600 prajurit yang berbelanja di kabupaten ini, tentunya perputaran uang akan semakin lancar.

“Strategi pertahanan negara, kita semakin merasa aman karena telah dilindungi oleh 600 TNI. Kita telah membantu menyiapkan tanah. Saat ini sedang dianalisis dan tidak jauh dari Kota Bengkayang. Paling jauh ya… radiusnya di Desa Magmagan Kecamatan Lumar,” ungkap Gidot.
Mengenai tukar guling Kompi Senapan C 641 Beruang yang berada di Jalan Sanggau Ledo, Gidot menegaskan bukan tidak ada kesepakatan dan butuh proses. Kesepakatan sudah barang tentu harus dipahami, TNI tak akan melepas apabila tidak sesuai dengan peruntukannya.

Apabila tukar guling kelaknya sukses, Gidot mengungkapkan akan diperuntukkan untuk penataan Kota Bengkayang. Karena kota sekarang ini sudah terlalu sempit, realitas yang terjadi saat ini, semua orang semua mau membangun, baik itu di pinggir jalan maupun pinggir sungai.

“Kalau mau Bengkayang lebih tertib, harus pengembangan kota. Untuk penataan kota, secara perlahan akan kita bicarakan bersama TNI. Apabila ada lahan yang lebih luas untuk pengembangan kota kan lebih baik,” ujar Gidot.

Sumber : EN

Tuesday, 31 January 2012

Pangkostrad Pesan 20 Unit Mobil Esemka Untuk Mobil Dinas Komandan

SOLO-(IDB) : Setelah melihat-lihat proses pembuatannya di Solo Techno Park, Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal AY Nasution akhirnya memesan 20 unit mobil Esemka tipe SUV (sport utility vehicle).

Mobil-mobil ini akan dijadikan kendaraan dinas bagi komandan satuan di lingkungan Kostrad. "Mobil ini bagus, sesuailah untuk kami. Kami juga tidak ingin yang terlalu mewah," kata AY Nasution.

Ia berharap, mobil-mobil pesanan ini sudah diterima sebelum ulang tahun Kostrad tanggal 6 Maret mendatang karena rencananya mobil akan dibagikan bertepatan dengan ulang tahun Kostrad.

"Paling tidak ada beberapa mobillah yang sudah jadi. Saya minta warna catnya diganti hijau. Bumpernya juga sedikit beda, ada pula tempat benderanya di depan," kata AY Nasution. 

Sumber : Kompas

Pangkostrad: Mobil Esemka Ini Luar Biasa

SOLO-(IDB) ; Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal AY Nasution melihat-lihat proses pembuatan mobil Esemka di Solo Techno Park, Rabu (1/2/2012).

Di sana para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tengah sibuk dengan tugasnya masing-masing. Ada yang merakit mesin, sasis, hingga body mobil. Tampak pula dies untuk mencetak blok mesin.

"Satu saja komentar saya, ini luar biasa," kata AY Nasution.

Penilaiannya, menurut Nasution, didasarkan pada tampilan, harga, dan kualitas mobil Esemka. Menurut dia, penampilan mobil Esemka tidak kalah dari mobil lain namun dengan harga lebih murah.

"Soal kualitas saya sudah tanya, katanya sudah dicoba berkali-kali dan tidak kalah dari mobil lain," kata AY Nasution. 

Sumber : Kompas 

Sunday, 29 January 2012

Pangdam : Pelatihan Militer Wartawan Sebagai Bekal Peliputan Konflik

Stan Storimans, kameramen televisi RTL Belanda yang tewas terkena mortir dari pesawat tempur Rusia di Kota Gori, Georgia
MAKASSAR-(IDB) : Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayor Jenderal TNI Muhammad Nizam menyatakan pelatihan militer yang diberikan kepada sejumlah wartawan se-Sulawesi itu dimaksudkan sebagai bekal peliputan ketika berada dalam wilayah konflik.

"Pelatihan militer yang diberikan kepada sejumlah wartawan itu berfungsi sebagai keterampilan dalam peliputan jika suatu hari nanti sejumlah wartawan berada pada situasi yang tidak menguntungkannya," ujarnya di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan, pelatihan dan pendidikan militer yang dikemas dalam "Outbound Military For Journalis" dan diikuti oleh sejumlah wartawan dari media nasional maupun media lokal se-Sulawesi itu berlangsung selama empat hari.

Selain pendidikan fisik dan mental, para peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang bela negara serta nasionalisme dimana narasumber materi itu dibawakan oleh orang-orang yang berkompeten dibidangnya.

Beberapa narasumber itu seperti Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Wiryantoro, Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Irjen Pol Johny Wainal Usman, akademisi Arqam Azikin dan sejumlah perwira menengan Kodam VII/Wirabuana.

"Saya tidak ragu dengan kemampuan wartawan yang mengikuti kegiatan ini karena mereka sangat terampil dalam segi pengetahuan dan olah gerak tubuh. Kami hanya ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan tambahan," katanya.

Menurut dia, peranan pers dalam membangun tatanan demokrasi bangsa ini sangat vital karena dalam perjalanannya, pers mampu mengubah bangsa ini menjadi bangsa yang demokratis.

Selain peranan pers yang telah melewati begitu banyak dinamika sosial, politik, hukum dan budaya juga peranan TNI dalam membangun tatanan demokrasi bangsa Indonesia menjadi salah satu negara demokrasi di dunia.

Ia menyatakan, TNI bersama rakyat dalam memerangi penjajahan demi menyatukan berbagai macam kerajaan, suku, agama dan ras yang dibingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah mengorbankan jiwa dan raga hanya untuk menyatukan bangsa ini serta mengawal tatanan bangsa menjadi negara demokrasi.

"TNI dan pers mempunyai banyak peranan dalam membangun tatanan negara demokrasi ini. Keduanya tidak dibenarkan berperan aktif dalam perpolitikan bangsa karena fungsi keduanya adalah pengawal demokrasi bangsa," tuturnya.

Sumber : Antara

Kodam Sriwijaya Amankan Kunjungan Presiden

PALEMBANG-(IDB) : Komando Daerah Militer II/Sriwijaya menyiapkan pengamanan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membuka kegiatan parlemen negara-negara Islam di Palembang, Senin (30/1).

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI S Widjonarko saat menghadiri rapat koordinasi pengamanan kegiatan parlemen negara-negara Islam di Palembang, Minggu (29/1), mengatakan, pihaknya siap mengamankan pelaksanaan pertemuan tersebut terutama saat kehadiran presiden.


Sebagaimana presiden dijadwalkan membuka pertemuan parlemen negara-negara Islam di Palembang, sehingga kehadirannya perlu diamankan.


Dalam rapat koordinasi itu juga hadir Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief Mansyur.


Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya siap mengamankan kehadiran presiden nanti sekaligus pelaksanaan pertemuan parlemen negara-negara Islam yang berlangsung di Palembang, 24-31 Januari nanti.

Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Kol Arm Jauhari Agus S mengatakan, memang pihaknya telah menyiapkan sejumlah anggota TNI dalam mengamankan kedatangan presiden sekaligus pembukaan pertemuan parlemen negara-negara Islam nanti.

Pengamanan kedatangan presiden sebenarnya sudah ada petunjuk pelaksananya, dan prajurit TNI akan mengamankan sesuai prosedur, kata dia.

Sumber : MediaIndonesia

Thursday, 26 January 2012

TNI AD Nilai Tank Leopard Paling Unggul

JAKARTA-(IDB) : Pembelian tank tempur utama (main battle tank/MBT) Leopard 2A6 dianggap paling menguntungkan ketimbang memborong MBT jenis lain.Negosiasi dilakukan tim dari TNI Angkatan Darat dengan pihak penjual, yakni Belanda dan Jerman.

Menurut Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Danpusenkav) Kodiklat TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Purwadi Mukson, ada beberapa keuntungan yang didapat jika pemerintah membeli MBT Leopard, di antaranya transfer of technology (ToT) sehingga dapat membantu pembangunan industri tank di dalam negeri. “Ada jaminan purna jual sampai sekian puluh tahun,” ujarnya di Jakarta kemarin.


Dia mengakui,ada berbagai jenis MBT lain dengan kualitas yang mumpuni, seperti Merkava dari Israel, Abrams dari Amerika Serikat,ataupun T-90 asal Rusia. Pemerintah tidak melirik Merkava karena ToT sulit didapat, lagi pula belum tentu Israel bersedia melego. “Buat apa kita beli kalau tidak ada ToT,kita ini kan tidak hanya beli,”katanya. Begitu juga dengan Abrams dan T-90 masih kalah memikat,setidaknya berdasarkan segi penggunaan bahan bakar dan harga yang lebih mahal.

Kedua MBT tersebut memakai satu jenis bahan bakar, sedangkan Leopard multifuel. Dari segi kemampuan, lanjut dia, Leopard 2A6 memiliki keunggulan jarak tembak dibandingkan dengan tank buatan Rusia yang kini dipakai Malaysia, PT-91M, yakni 6 km untuk Leopard dan 5 km untuk PT- 91M. Leopard juga mampu menyelam dalam air berkedalaman tak lebih dari empat meter dan mampu menembak siang dan malam. Namun,PT- 91M memiliki kaliber lebih besar, yakni 125 mm berbanding 120 mm.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menuturkan, pada21 Desember 2011lalu dirinya melakukan komunikasi dengan tim dari Belanda terkait rencana pembelian Leopard di Jakarta.“Besok 30 Januari mereka mengundang secara resmi kepada saya untuk meninjau ke sana. Mereka membutuhkan untuk menjual tank itu,”ujarnya.

Meski demikian, proses penjajakan tidak hanya dilakukan dengan pihak Belanda, tapi juga dari Jerman selaku negara produsen Leopard. “Tanggal 26 esok, tim dari Jerman datang kepada saya. Saya akan bandingkan apakah lebih baik dari Jerman atau dari Belanda,”katanya. Dia mengaku tidak menentukan jenis MBT yang akan dibeli. Semuanya diserahkan kepada prajurit di lapangan yang nantinya menggunakan alutsista tersebut.

“Saya wajib memenuhi permintaan prajurit. Jangan sampai yang dibutuhkan tidak dibeli,yang dibeli tidak digunakan,”tuturnya. Pengamat militer dari Universitas Indonesia Connie Rahakundini Bakrie menyatakan, pengadaan alutsista sebaiknya memang diserahkan kepada pengguna, bukan oleh elite politik. Merekalah yang mengetahui senjata seperti apa yang dibutuhkan.

Sumber : Sindo

Prajurit TNI AD Yonif 132/BS Tuntaskan Pengamanan Perbatasan Papua

DUMAI-(IDB) : Dumai, Riau, Sebanyak 650 prajurit Yonif 132/BS menuntaskan tugas pengamanan wilayah perbatasan RI-PNG dan mereka kembali diterima oleh Kastaf Kodam I Bukit Barisan, Brigjen TNI I Gede Sumertha di Dermaga C Pelindo Dumai, Provinsi Riau, Rabu.

Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI dari Batalyon Infantri (Yonif) 132/Bukit Barisan (BS) itu, berada di perbatasan RI-Panua Niew Guinea (PNG) sekitar 12 bulan dan kembali ke posnya menggunakan KRI Teluk Amboina.

I Gede Sumertha atasnama Pangdam I/BB memimpin upacara militer penyambutan para prajurit tersebut.

Usai periksa gelar pasukan, I Gede Sumertha di depan ratusan prajurit dan unsur musyawarah pimpinan daerah setempat mengucapkan kebanggaan Panglima TNI atas kesetiaan serta keberanian pasukan Yonif 132/BS menjalankan tugas negara mengamankan wilayah perbatasan NKRI.

Para prajurit ini pun dinilai berhasil mengamankan pulau terluar wilayah perbatasan dan melaksanakan tugas operasi perdamaian luar negeri.

Dikatakannya, sebuah tugas bagi prajurit merupakan kehormatan, harga diri, kebanggaan serta harus siap dilaksanakan bagi kepentingan bangsa dan negara.

"Panglima TNI sangat bangga dengan prajurit yang telah gagah berani menjalankan tugas dan fungsi sesuai perannya dengan baik, profesional dan proporsional," kata Kasdam.

Dikatakannya, sepulang dari bertugas dan kembali ke Tanah Air, prajurit Yonif 132/BS diharapkan tetap menjaga iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta jaga keselamatan maupun keamanan diri selama menikmati waktu cuti yang diberikan negara.

Selama waktu cuti tersebut, Kasdam berpesan agar prajurit bisa memanfaatkan istirahat dengan berkumpul dan berinteraksi dengan orang-orang yang dicintai, keluarga dan orang tua.

"Tetap jaga kedisiplinan diri dan selesaikan kewajiban yang belum terlaksana serta persiapkan diri sejak dini untuk tugas selanjutnya yang akan diemban. Sampaikan salam kami kepada keluarga dan orang tua kalian," kata Kasdam Brigjen TNI I Gede Sumertha.

Sumber : Kemhan

Tuesday, 24 January 2012

KSAD: TNI AD Akan Tingkatkan Kemampuan Intelijen

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan TNI AD akan meningkatkan kemampuan intelijennya guna mengantisipasi ancaman terorisme.

"Kita berkeinginan meningkatkan kemampuan satuan intelijen dalam rangka pemantauan, khususnya terorisme di daerah," kata Pramono Edhie di sela Rapat Pimpinan TNI Angkatan Darat Tahun 2012, di Jakarta, Rabu.

KSAD mengatakan rencana peningkatan kemampuan personel TNI AD itu juga meliputi komando kewilayahan yang dimulai dari tingkat babinsa hingga Komando Daerah Militer (Kodam).

"Akan ada latihan khusus tingkat brigade, yang diikuti tiga batalyon beserta satuan pendukung dan latihan antar kecabangan Angkatan Darat," kata Pramono Edhie.

Terkait potensi ancaman yang seringkali muncul di wilayah perbatasan Indonesia, Pramono Edhie mengatakan penggelaran operasi satuan Angkatan Darat sudah menjangkau berbagai titik rawan perbatasan.

"Kalau di Papua kita ada empat batalyon, Kalimantan dua batalyon, juga satu batalyon masing-masing dekat perbatasan Timor Leste dan wilayah rawan konflik di Ambon," katanya lagi.

Menurut Pramono Edhie semua itu dilakukan dalam rangka menjaga kedaulatan sambil meningkatkan kewaspadaan semua rakyat Indonesia yang ada di perbatasan.

"Saya bisa pastikan nasionalisme rakyat yang tinggal di perbatasan itu sangat tinggi, kedaulatan tetap milik kita," kata Pramono Edhie.

"Kalau soal ancaman, pada prinsipnya kita masih berprinsip bahwa negara tetangga itu masih kawan, sehingga upaya penyelesaian konflik secara damai tetap diutamakan," tegasnya.

Wilayah komando TNI Angkatan Darat saat ini terbagi menjadi 19 Komando Deaerah Militer (Kodam) yang tersebar mulai wilayah paling Barat, Kodam Iskandar Muda, hingga Kodam XVII/Cendrawasih di Papua.

Sumber : Antara

6 Prioritas Program Kerja 2012 TNI AD

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menggelar rapat dengan pimpinan TNI AD di Markas Besar TNI Angkat Darat (MabesAD), di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (25/1).

Rapat yang dihadiri pejabat utama di lingkungan TNI Angkatan Darat itu, mengusung tema 'Dengan Komitmen dan Konsistensi yang Tinggi, TNI Angkatan Darat Bertekad Melanjutkan Reformasi dan Birokrasi dan Pembangunan Kekuatan Pokok Minimun (MEF)'.

Rapat pimpinan ini akan membahas enam prioritas program kerja TNI Angkatan Darat 2012.

Dijelaskan Jendral Prmono Edhie keenam program prioritas tersebut, pertama di Bidang Intelijen, yakni tercapainya tingkat kesiapan kemampuan penyelidikan, pengamanan dan penggalangan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.

Kemudian, bidang operasi dan latihan. Diharapkan tercapainya kesiapan dan kemampuan TNI AD guna melaksanakan tugas operasi baik di dalam maupun luar negeri, serta didukung penguasaan teknik dan taktik militer baik per orangan maupun satuan, agar terwujudnya kemahiran dan keterampilan prjurit.

Ketiga, kata Jendral Pramono Edhie, di bidang personel, tertatanya kekuatan personol untuk memenuhi kebutuhan personel guna mewujudkan kekuatan personel yang ideal sejalan dengan Minimum Essetial Force (MEF).

Selajutnya, yang menjadi program prioritas adalah di bidang logistik dengan terpeliharanya seluruh Alut dan Alutsista yang masih layak dipertahankan serta pengadaan baru yang mengutamakan produksi dalam negeri.

Kemudian di bidang tertorial, yakni tersinkronisasinya penyusunan RTRW pertahan darat dengan pemda serta terpadunya program teritorial guna mewujudkan keselarasan pembangunan aspek kesejahteraan dan pertahanan.

Terakhir, lanjut Jendral Pramono, tercapainya upaya penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Dengan Rapim TNI Angkatan Darat 2012 ini, diharapkan pelaksanaan program kerja dan anggaran TNI Angkatan Darat 2012 tercapai sasaran dan keberhasilan sesuai arahan kebijakan TNI AD 2012," kata Jendral Pramono.

Jurnas

Sunday, 22 January 2012

Yonkav TNI AD Berharap Pengadaan Leopard Terealisasi

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, menegaskan yang meminta tank Leopard bukanlah dirinya. Anak buah yang meminta diadakannya Leopard untuk memperkuat Alutsista TNI AD. "Karena diminta maka saya wajib memenuhinya," jelas Pramono, beberapa waktu lalu. 

Dia mengatakan ketika anak buahnya disodorkan daftar Alutsista baru yang diinginkan, kebanyakan menyepakati tank Leopard. Lagi pula, usia tank di Indonesia sudah cukup tua. Sampai saat ini baru bisa diretrofit ringan hingga sedang, belum bisa berat.

Tank Leopard dinilainya sebagai tank berat yang sangat dibutuhkan untuk penguatan pertahanan. Tank tersebut nantinya akan disebar ke seluruh batalyon TNI AD. Saat ini pihaknya masih terus mendorong proses pengadaannya agar ada kesepakatan sehingga tank yang didatangkan dari Belanda tersebut dalam dilaksanakan. 

Sumber : Republika

Thursday, 19 January 2012

KSAD Siap Jelaskan Soal Rencana Pengadaan Leopard

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menyatakan siap menjelaskan kepada DPR terkait rencana pengadaan 100 unit tank Leopard dari Belanda. "Kami memang belum memberikan penjelasan yang rinci, tetapi kami siap untuk berikan penjelasan yang rinci kepada DPR," katanya, di sela Rapat Pimpinan TNI di Jakarta, Rabu (18/1/2012).

KSAD menjelaskan tim teknis akan dikirim kembali ke Belanda untuk melihat dan memastikan kembali kondisi dari tank-tank tersebut. "Tim juga akan melihat kondisi tank dengan harga yang ditawarkan, apakah layak atau tidak," kata Pramono.

KSAD menegaskan keinginannya untuk membeli 100 unit tank Leopard itu guna menyamai teknologi persenjataan Indonesia, khususnya tank dengan sejumlah negara lain seperti Malaysia dan Singapura. "Indonesia saat ini baru bisa me-retrofit tank ringan, jenis tank sedang saja belum. Padahal negara-negara lain, khususnya di ASEAN seperti Malaysia dan Singapura telah memiliki tiga jenis tank ringan, sedang hingga berat dengan teknologi terbaru," katanya.

Pramono memaparkan, tank-tank yang digunakan TNI merupakan produksi tahun 1950-an. "Jadi, secara teknologi saja sudah jauh ketinggalan dengan negara-negara tetangga," ujarnya.
"Sehingga kita berharap ada peningkatan teknologi. Andaikata kita memiliki tank jenis berat dari negara lain, disertai alih teknologi, maka ke depan kita akan bisa membuat sendiri," sambungnya.

Sebelumnya, rencana pembelian tank Leopard  telah ditolak oleh parlemen Belanda. Mereka menilai Indonesia masih melakukan berbagai pelanggaran HAM. Belanda tak mau tank-tank itu dipakai untuk pelanggaran HAM. Di dalam negeri, beberapa anggota Komisi I DPR tegas-tegas menolak rencana itu. DPR menilai spesifikasi tank Leopard tak cocok dengan kondisi medan Indonesia. 

Sumber : Kompas

Wednesday, 18 January 2012

Ada Aroma Politik Jegal KSAD Dibalik Penolakan Leopard

JAKARTA-(IDB) : Sejumlah anggota Komisi I DPR menolak pembelian Tank Leopard eks Belanda. Diduga ada aroma politik dalam kasus ini, bukan hanya sekadar masalah alutsista.

"Saya menduga ada upaya menjegal KSAD Jenderal Pramono Edhie. Ini bukan sekadar teknis masalah Alutsista saja, ada kepentingan politik dari oposisi," ujar pengamat militer Aris Santoso kepada detikcom, Selasa (17/1/2011).


Aris menjelaskan sudah tradisi setiap Kepala Staf TNI AD ingin meninggalkan jejak saat kepemimpinannya. Mantan KSAD Jenderal Ryamirard Ryacudu misalnya meninggalkan jejak setelah membangun Batalyon Raider di setiap Kodam. Sementara Djoko Santoso menghidupkan kembali brigade infanteri di beberapa Kodam.


"Nah, Pramono sepertinya ingin menjadikan tank ini sebagai jejaknya kelak," tutur Aris.


Aris menduga serangan dari oposisi wajar terjadi, apalagi Pramono disebut-sebut akan diusung Partai Demokrat sebagai Capres di 2014.

"Ada upaya politik untuk mengagalkan jejak fenomenal Pramono Edhie. Padahal kan proyek ini dananya sudah ada," jelas dia.


Sumber : Detik

weapon military