Translate

Showing posts with label TNI AL. Show all posts
Showing posts with label TNI AL. Show all posts

Monday, 12 March 2012

Koarmabar Perketat Penjagaan ALKI I Dari Tindak Kejahatan Laut

JAKARTA-(IDB) : Komando Armada RI Kawasan Barat memperketat pengawasan dan pengamanan wilayah laut NKRI untuk mengantisipasi ancaman bajak laut, pencurian ikan, imigran gelap, penjualan manusia, dan tindak kejahatan laut lain.

"Kami telah menempatkan kapal-kapal di sejumlah perairan mulai dari Selat Sunda hingga Bangka Belitung. Kami terus melakukan patroli di wilayah laut, khususnya di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I," kata Panglima Koarmabar Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan usai Serah Terima Jabatan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) di Markas Komando Lantamal III di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya juga selalu bersinergi dengan angkatan laut di negara lain untuk melakukan latihan bersama, antara lain, Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Dalam kesempatan itu, Danlantamal yang sebelumnya dijabat oleh Brigjen TNI (MAR) Arief Suherman diganti oleh Brigjen TNI (MAR) Ikin Sodikin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Korps Marinir. Sementara Arief Suherman akan menjabat sebagai Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Mabes TNI.

Upacara Sertijab dilakukan langsung oleh Pangarmabar Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan.

Didit juga mengatakan, sebagai komando pelaksana dukungan Koarmabar, Lantamal III dituntut untuk mampu menyelenggarakan dukungan logistik dan administrasi bagi satuan-satuan operasional di jajaran TNI AL, khususnya unsur-unsur Koarmabar.

"Di bidang keamanan, Lantamal III mempunyai tugas untuk mengamankan perairan kawasan barat mulai Selat Sunda hingga Bangka Belitung," katanya.

Brigjen TNI (Mar) Ikin Sodikin yang menjadi Komandan akan membawahi 6 Pangkalan Laut (Lanal) yaitu Lanal Bangka Belitung, Lanal Palembang, Lanal Lampung, Lanal Banten, Lanal Bandung, dan Lanal Cirebon.

Ia menambahkan, sesuai tugas pokoknya Lantamal III berfungsi sebagai 4 R yaitu Rebase, Replinesment, Repair, dan Recreation atau Rest dengan jangkauan operasinya mulai dari perairan Selat Sunda yang meliputi wilayah Jawa-Sumatra, dan perairan Samudera In Jawa Barat sebelah utara dan Selatan.

"Saya punya keyakinan dengan bekal dan pengalaman dalam penugasan, Danlantamal baru ini mampu mengamankan wilayah Lantamal III," kata Didit.

Perairan wilayah Lantamal III termasuk daerah rawan kegiatan ilegal antara lain imigran gelap dari Timur Tengah yang melalui jalur ini dengan tujuan ke Australia.

Kegiatan ilegal lainnya adalah, dijadikannya wilayah perairan tersebut sebagai pintu masuk barang-barang terlarang seperti narkoba dari luar negeri seperti yang baru-baru ini terjadi di Palabuhan Ratu, Sukabumi.

Sumber : Dephan

Simulasi Pembebasan Sandera Oleh Kopaska Koarmatim

SURABAYA-(IDB) : Pengunjung salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya dikejutkan dengan aksi tembak menembak antara prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmatim dengan  sekelompok  teroris. 

Satkopaska Koarmatim mendapat Informasi mengenai aksi terorisme yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan mengancam dan menyandera salah satu pengunjung Mall di pusat kota Surabaya ini. Informasi tersebut segera ditindak lanjuti dengan menerjunkan satu tim personel Kopaska yang dipimpin oleh Kapten Laut (KH) Kemas.

Satuan Pasukan Khusus Angkatan Laut itu bergerak cepat menuju tempat kejadian. Diperkirakan ada 4 orang teroris sedang menyandera seorang pengunjung. Melihat situasi Mall yang penuh sesak dengan pengunjung, Komandan Tim Kopaska menugaskan seorang observer dan Sniper untuk mengawasi olah gerak para teroris dari tempat tersembunyi.

Setelah berhasil mendapatkan posisi lawan, tim Kopaska melakukan taktik pertempuran jarak dekat atau CQB (Close Quarter Combat), dengan mengerahkan 7 personel. Untuk menjamin keselamatan seorang pengunjung yang di sandera kelompok teroris, sniper Kopaska melakukan aksi meluncur cepat dengan tali (Rappelling) dan berhasil menembak pelaku tepat di kepalanya.  Melihat temannya tumbang, tiga orang lainnya berusaha melarikan diri sambil menyandrera pengunjung lainnya, namun hal itu sia-sia karena tim CQC dengan sigap berhasil menghadang langkah mereka dan melumpuhkannya.

Kejadian itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam pameran “Kopaska Expo 2012”, untuk menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Kopaska yang jatuh pada tanggal 31 Maret mendatang. Demo pertempuran jarak dekat tersebut berjalan sangat cepat dan tiba-tiba, berlangsung kurang lebih 10 menit. Pengunjung yang menyaksikan aksi pertempuran itu banyak yang panik, karena aksi tersebut tidak diberitahukan sebelumnya. Namun setelah mengetahui aksi pertempuran itu hanya simulasi, mereka tampak lega dan kagum dengan kemampuan yang dimilki oleh Kopaska Koarmatim. Kegiatan itu sekaligus sebagai penutup rangakaian pameran “Kopaska Expo 2012” di Atrium Rainbow Plaza, Mall BG. Junction Surabaya. 

Sumber : Koarmatim

Sunday, 11 March 2012

KRI Ahmad Yani - 351 Singgah Di Pangkalan TNI AL Morotai

MOROTAI-(IDB) : KRI Ahmad Yani – 351 merupakan salah satu unsur di bawah kendali Guskamlatim yang ditunjuk sebagai Kapal Markas Guskamlatim  yang saat ini sedang melaksanakan Operasi Alur Hiu – 12.  Disela-sela melaksanakan operasinya KRI Ahmad Yani-351 menyempatkan untuk singgah di Pangkalan TNI AL Morotai. Pangkalan TNI AL  yang paling muda di jajaran Pangkalan Utama TNI AL IX Ambon tersebut terletak di sekitar  ALKI III bagian utara yang merupakan daerah Operasi Alur Hiu-12 Guskamlatim.

Beberapa kegiatan KRI AMY-351 selama di Mortotai diantaranya adalah ramah tamah antara Anggota KRI AMY-351, Anggota Guskamlatim, Anggota Pangkalan TNI AL Morotai bersama dengan  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Morotai yang diwakili oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Morotai, pimpinan TNI/POLRI , tokoh masyarakat dan organisasi pemuda setempat. Acara tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan hubungan baik antara TNI AL dengan masyarakat Kabupaten Morotai, sekaligus mengenalkan kembali kepada masyarakat Kabupaten Morotai keberadaan Pangkalan TNI AL di Kabupaten Morotai. Pada kesempatan tersebut Guskamlatim  juga menyerahkan bantuan berupa dua buah alat penampung air (tandon air) ukuran @ 1200 Liter kepada Pangkalan TNI AL Morotai. Selesai acara kegiatan dilanjutkan dengan openship.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan peninjauan Komandan Guskamlatim Laksamana Pertama TNI Siwi Sukma Adji  ke Lanal Morotai pada tanggal 21 sd 22 Februari 2012 untuk meninjau perkembangan pembangunan gedung Mako Lanal Morotai yang saat ini pembangunannya telah mencapai 70%. Kunjungan kerja Komandan Guskamlatim pada saat itu menggunakan Pesud Cassa U-623.  yang didampingi oleh Asintel Guskamlatim dan Pabandya Ren Ops Guskamlatim.

Sumber : Koarmatim

Friday, 9 March 2012

Laksda TNI Agung Pramono Resmi Jabat Pangarmatim

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno (kiri) menyerahkan bendera pataka kepada Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) yang baru, Laksamana Muda TNI Agung Pramono (kanan) ketika upacara serah terima jabatan di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim (9/3). Laksamana Muda TNI Agung Pramono menggantikan Laksamana Muda TNI Ade Supandi, kemudian Laksamana Pertama TNI Sri Mohamad Darojatim menjabat sebagai Pangkolinlamil yang diserahkan oleh Laksamana Muda TNI Agung Pramono.
SURABAYA-(IDB) :Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksamana Muda TNI Agung Pramono resmi menjabat sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur menggantikan pejabat lama Laksda TNI Ade Supandi yang berpindah tugas menjadi Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut.

Upacara serah terima jabatan Pangarmatim dilaksanakan di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jumat, dengan dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno.

Pada kesempatan itu, juga diserahterimakan jabatan Pangkolinlamil dari Laksda TNI Agung Pramono kepada Laksma TNI Sri Mohammad Darojatim, yang sebelumnya Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AL.

Sehari sebelum sertijab, Laksda Ade Supandi dan Laksda Agung Pramono melakukan inspeksi kapal perang yang bersandar di Markas Koarmatim, sebagai tradisi rutin di lingkungan TNI AL sebelum pergantian pucuk pimpinan komando armada.

Sejumlah personel Sejumlah personel Intai Amfibi (Taifib) Marinir TNI-AL lengkap dengan persenjataan mengikuti defile pasukan ketika upacara serah terima jabatan di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim (9/3). Dalam upacara sertijab tersebut Kasal, Laksamana TNI Soeparno melantik Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) dari Laksamana Muda TNI Ade Supandi diserah terimakan kepada Laksamana Muda TNI Agung Pramono, dan jabatan Pangkolinlamil dari Laksamana Muda TNI Agung Pramono diserah terimakan kepada Laksamana Pertama TNI Sri Mohamad Darojatim.
KSAL Laksamana TNI Soeparno mengatakan, sertijab di lingkungan TNI AL pada hakikatnya merupakan wujud dari tuntutan dinamika organisasi bagi kesinambungan kepemimpinan dalam melaksanakan pembinaan personel.

"Koarmatim dan Kolinlamil memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung tugas-tugas operasional TNI AL, termasuk kesiapan tempur untuk pertahanan negara di laut," katanya.

Soeparno menambahkan, di tengah tuntutan tugas dan tantangan yang semakin komplek, personel TNI AL harus terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapannya agar mampu menjalankan tugas dengan baik.

Selain itu, TNI AL juga secara bertahap melakukan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing matra, yakni laut, darat dan udara.

Upacara sertijab Pangarmatim dan Pangkolinlamil dimeriahkan atraksi kesenian dan ketangkasan beladiri prajurit TNI AL, kemudian diakhiri defile pasukan dari berbagai unsur kesatuan.

Sumber : Antara

Thursday, 8 March 2012

Pangarmatim Inspeksi Kapal Perang Jelang Sertijab

SURABAYA-(IDB) : Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Ade Supandi melakukan inspeksi kapal perang di Markas Koarmatim, Ujung, Surabaya, Kamis, menjelang dilakukannya serah terima jabatan pada Jumat (9/3).

Dalam inspeksi menggunakan KRI Katon 810 tersebut, Laksda TNI Ade Supandi didampingi calon penggantinya Laksda TNI Agung Pramono yang kini menjabat Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil).

Inspeksi kapal perang ("Admiral Inspection") merupakan salah satu tradisi di lingkungan TNI AL untuk memeriksa kesiapan unsur-unsur yang terakhir kalinya, sebelum tongkat estafet kepemimpinan diserahterimakan.

Tradisi ini biasanya digelar menjelang pergantian kepala staf angkatan laut (KSAL) maupun panglima komando armada, sekaligus untuk perpisahan dengan prajurit dan mengenalkan pemimpin baru.

"Sertijab Pangarmatim dilaksanakan pada Jumat (9/3) dengan dipimpin langsung KSAL Laksamana TNI Soeparno," kata Kepala Dinas Penerangan Koarmatim, Letkol Laut (P) Yayan Sugiana.

Pada kesempatan yang sama, KSAL Laksamana Soeparno juga melantik Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Pertama TNI Sri Mohammad Darojatim sebagai Pangkolinlamil yang baru.

Sementara Laksda Ade Supandi yang baru menjabat Pangarmatim selama 185 hari, selanjutnya mendapat tugas baru sebagai Asisten Perencanaan (Asrena) KSAL di Markas Besar TNI AL.

Sebelum menginspeksi kapal perang, Pangarmatim Laksda Ade Supandi melakukan tatap muka dengan sejumlah pimpinan media massa dan wartawan yang biasa meliput kegiatan Koarmatim.

"Saya berharap kerja sama yang sudah terjalin baik antara Koarmatim dengan teman-teman media bisa terus dipelihara dan ditingkatkan," kata Ade Supandi. 

Sumber : Antara

Tuesday, 6 March 2012

Gugus Keamanan Laut Koarmatim Laksanakan Latihan L-3 Terpadu

SURABAYA-(IDB) : Gugus Keamanan Laut Koarmatim melaksanakan apel gelar pasukan Latihan L-3 Terpadu  dalam rangka  Latihan Siaga Keamanan Laut. Dalam sambutannya pada apel gelar pasukan di dermaga Satkamla Bitung,(3/3). Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmatim Laksamana Pertama TNI Siwi Sukma Adji menekankan bahwa Latihan Siaga Keamanan Laut merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang yang dilaksanakan oleh Guskamlaarmatim melalui operasi Alur Hiu dan Operasi Taring Hiu, dimana melibatkan unsur  KRI dan Pesud BKO Guskamlatim serta Lantamal VIII Manado beserta jajarannya sebagai salah satu unsur  pendukung.

Melalui kegiatan Latihan ini hendaknya dapat menjadi suatu momentum untuk mengukur kemampuan dan kesiapan prajurit serta alutsista yang dimiliki oleh TNI AL dalam rangka melaksanakan tugas pokok TNI Angkatan Laut.  Danguskamlatim mengajak seluruh komponen yang terlibat agar dapat lebih mendalami kemampuan masing-masing sekaligus memahami kekurangan yang ada, baik itu aspek personil, peralatan, alutsista dan yang tidak kalah pentingnya adalah prosedur setiap pelaksanaan kegiatan agar dapat dijadikan sebagai evaluasi untuk perbaikan dan pengembangan yang lebih baik.

Latihan Siaga Keamanan Laut dilaksanakan mulai tanggal 29 Februari sd 05 Maret 2012 melibatkan 3 (tiga)  KRI yaitu KRI AMY-351, KRI SRA-802, KRI TKL-813,Pesud Cassa U-625 dan Pangkalan TNI AL VIII Manado. Kegiatan latihan  dibagi  dalam dua tahap yaitu Tahap Latposko dan Tahap Manlap yang dilaksanakan pada tanggal 05 maret 2012. Adapun Materi Latihan meliputi : Hanlan, LSBA, Keluar Masuk Alur Pelabuhan, Q-Route Transit, Hanud,  Fashex, Flaghoist, Air Joinning Procedure dan VBSS (Visit, Boarding, Search and Seizure). Melalui kegiatan Latihan ini diharapkan terjadi sinergitas antara KRI, Pesud dan Lantamal VIII Manado beserta jajarannya.

Sumber : Koarmatim

Monday, 5 March 2012

Komandan Pangkalan US Navy Pearl Harbour Kunjungi KRI Dewaruci

PEARL HARBOUR-(IDB) : KRI Dewaruci yang mulai kemarin berada di Pearl Harbour, Hawai mendapat perhatian khusus dari Komandan Pangkalan US Navy di Pearl Harbour, Captain US Navy Teff James mengunjungi KRI DWR dan diterima Komandan KRI Dewaruci Letkol laut (P) Haris Bima Bayuseta serta perwira lainnya, Kamis(1/3).

Sesampainya di kapal, Captain Teff James langsung diperkenalkan oleh Dan KRI kepada para perwira yang turut serta dalam pelayaran keliling dunia 2012. Kapal ini juga akan turut serta dalam even lomba Tall ship di beberapa kota di USA dalam rangka Hari Ulang Tahun Amerika Serikat  tahun 2012.

Dan KRI juga berkesempatan menerangkan rencana gerak  KRI berikutnya dan  mengajak berkeliling kapal untuk melihat-lihat  tingginya Tiang Bima di haluan kapal,  serta ke  anjungan kapal untuk melihat peralatan navigasi.  Kemudian rombongan memasuki ruang salon untuk beristirahat dan mengisi buku tamu.

Sebelum  mengakhiri  kunjungannya, Captain Teff James melihat foto-foto mantan Komandan Kapal latih ini mulai kapal datang di Indonesia  hingga saat ini, kedua Komandan ini  saling bertukar cindera mata untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara serta jalinan kerja sama antara TNI AL dengan US Navy.

Sumber : Koarmatim

Kopaska Gelar Latihan Geladi Tugas Tempur Setingkat K2

JAKARTA-(IDB) : Komandan Satuan Komando Pasukan Katak (Dansatkopaska) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Kolonel Laut (P) R. Eko Suyatno membuka latihan geladi tugas tempur setingkat K-2 dalam suatu upacara di Markas Komando (Mako) Satkopaskaarmabar Pondok Dayung, Tanjung Priuk, Senin (5/3).
 
Dalam amanatnya Dansatkopaskaarmabar Kolonel Laut (P) R. Eko Suyatno mengatakan, latihan Gelagaspur setingkat K-2 tersebut merupakan latihan yang bertingkat dan berlanjut, untuk selalu meningkatkan kualitas latihan baik secara teknik maupun secara taktik di lapangan.
 
Selanjutnya Dansatkopaskaarmabar mengatakan bahwa, penyelenggaraan latihan yang dilaksanakan kali ini adalah untuk meningkatkan kemampuan individu maupun tim sehingga di harapkan akan terbentuk suatu tim yang solid yang pada saatnya nanti akan sangat berguna pada saat melaksanakan operasi di lapangan.
 
Pada kesempatan tersebut Dansatkopaskaarmabar menekankan kepada perwira pelaksana beserta seluruh staf dan pelaku latihan agar selalu menjaga keamanan baik personel maupun material dengan selalu mengacu kepada standar prosedur operasi.
 
Diakhir amantnya Dansatkopaskaarmabar berpesan agar melaksanakan latihan tersebut secara serius dan bersungguh-sungguh serta bertanggung jawab.
 
Materi-materi yang di berikan pada kegiatan latihan K-2 Paska tersebut antara lain meliputi Graund Training, pelipatan payung, penerjunan Free Fall, Teori dan driil pengintaian pantai, pembuatan peta kartografi, Bech Cleaning (driil), Selam tempur (Closed Circuit), taktik satuan kecil (TSK), Fins Swimming, pengintaian pantai administrasi (tegak lurus dan sejajar), pengintaian pantai tempur dan laporan bibco, Renag rintis, Surob, Beach Cleaning and penyiapan lorong (FTX).

Sumber : Koarmabar

Gugus Tempur Armabar Gelar Operasi Arung Pari 2012

JAKARTA-(IDB) : Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guspurlabar) dengan Komandan Laksamana Pertama (Laksma) TNI A. Taufiqoerrochman, S.E., menggelar Operasi Arung Pari I-2012 di Perairan Laut Natuna, Selat Malaka dan Pantai Barat Sumatera.
 
Operasi yang dilaksanakan selama tiga bulan tersebut di pimpin oleh Kepala Staf Guspurlabar (Kasguspurlabar) Kolonel Laut (P) Yusup yang bermarkas di KRI Yos Sudarso-353.

Dalam Operasi Arung Pari I-2012, Guspurlabar melibatkan sejumlah unsur KRI diantaranya KRI Yos Sudarso-353, KRI Wiratno-379, KRI Cut Nyak Dien-375 dan KRI Kala Hitam-828 serta didukung satu Tim Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska), satu Tim Taifib, satu Tim Penyelam, Tim Kesehatan, Perwira Hukum, Perwira Rohani, Tim Dispenarmabar serta anggota Dispotmar.

Disela-sela kegiatan operasi, Kasguspurlabar Kolonel Laut (P) Yusup melaksanakan peninjauan ke Satuan Tugas Pengamanan (Satgas Pam) pulau terluar yaitu Pulau Berhala yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Dalam kunjungan tersebut, Kasguspurlabar berkesempatan berdialog dengan prajurit Pam pulau terluar yang terdiri dari satu peleton Marinir Pasmar 2 Jakarta yang dipimpin Letda Mar Edi Suminta serta memberikan bantuan berupa obat-obatan dan bahan makanan, Kamis (1/3).

Turut serta pada kegiatan tersebut Pabanops Guspurlabar Mayor Laut (P) Arief, Perwira Hukum Mayor Laut (KH) Efrial dan Perwira Rohani Mayor Laut (KH) Haddad.

Sumber : Koarmabar

Sunday, 4 March 2012

Pangarmatim Menerima Kunjungan Kerja Angkatan Laut Singapura

SURABAYA-(IDB) : Panglima  Komando  Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim ) Laksda TNI Ade Supandi SE, menerima kunjungan kerja siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko) Angkatan Laut Singapura, Royal Singapore Navy (RSN), Kamis (1/3) bertempat di gedung Candrasa, Koarmatim, Ujung, Surabaya.

Kunjungan kerja itu berlangsung penuh dengan keakraban, delegasi dari RSN dipimpin oleh Brigadir Jenderal Lim Hock Yu. Sedangkan Pangarmatim didampingi oleh Kasarmatim Laksamana Pertama TNI Djoko Teguh Wahojo, para Asisten dan para   Komandan Satuan.

Pertemuan  diawali dengan sambutan Pangarmatim  dan dilanjutkan dengan sambutan dari Brigadir Jenderal Lim Hock Yu, kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan pemutaran video seputar tugas pokok Koarmatim dan struktur organisasinya.

Menurut  Pangarmatim  kunjungan  kerja  ini  merupakan sarana untuk meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara pada umumnya dan TNI Angkatan Laut dengan RSN pada khususnya, selain itu juga untuk meningkatkan kerja sama  yang lebih tinggi lagi dari kerja sama yang selama ini sudah dilaksanakan.

TNI AL sudah  melaksanakan  kerja sama  dengan RSN  sejak  tahun 1970-an dan sudah 10 kali mengadakan kerja sama baik latihan maupun pendidikan. Salah satu contohnya adalah keikutsertaan dari RSN  dalam  Sail Banda tahun 2010 yang lalu.

Acara yang dikemas dengan penuh keakrapan ini semakin terlihat harmonis sebab diantara  kedua  Angkatan  Laut  itu banyak yang sudah saling mengenal, mereka saling kenal sejak mengikuti Latihan Bersama (Latma)  maupun disaat mengikuti sebuah pendidikan yang sama. Acara ini diakhiri dengan saling tukar menukar cindera mata diantara kedua Angkatan laut itu.

Sumber : Koarmatim

FPC CARAT 2012 Antara TNI AL dan US. Navy Berakhir

SURABAYA-(IDB) : Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya TNI AL dan US. Navy mencapai kesepakatan rencana program Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat Readiness And Training (CARAT) 2012. Kesepakatan itu ditandatangani oleh kedua belah pihak pada saat rapat penutupan Final Planning Conference (FPC) yang berakhir pada tanggal 01 Maret 2012 di Hotel JW. Marriott Surabaya, Kamis (01/03).

Komandan Satuan Tugas (Commander Task Grup) Carat 2012 dari pihak TNI AL Kolonel Laut (P) Rahmat Eko Rahardjo dan Commander Task Grup dari US. Navy Captain Wallace Lovely menandatangani enclosure perjanjian kesepahaman Latma CARAT 2012.  Enclosure tersebut telah dibahas dan disepakati oleh masing-masing delegasi dalam rapat FPC selama empat hari.

Untuk menentukan kesepakatan tersebut masing-masing delegasi membentuk kelompok diskusi kecil (small group discussions) membahas tentang rencana kegiatan, jadwal, dan peralatan tempur yang akan dikerahkan dalam Latma CARAT 2012 nanti. Small Grup Discussion terdiri dari beberapa bagian diantaranya pengamanan (Force Protection), unsur-unsur laut (sea phase), unsur udara (aviation), pendaratan pasukan Marinir (Marex), kesehatan (Medical Civil Action Programme), hubungan masyarakat (communication relation) dan lain-lain.

Rencananya Latma CARAT 2012 akan dilaksanakan pada pertengahan tahun ini, bertempat di sekitar Surabaya dan Madura. Latma CARAT merupkan program latihan rutin setiap satu tahun sekali yang digelar oleh TNI AL dan US. Navy. Dalam latihan  tersebut akan melibatkan beberapa komponen Angkatan Laut diantaranya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), pesawat udara (Pesud), Marinir, Kesehatan dan Pangkalan. Sedangkan dari pihak US. Navy akan mengirimkan beberapa kapal perang, pasukan  marinir  dan  peralatan  tempurnya, tim medis dan unsur-unsur maritim lainnya.

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL mengenai doktrin taktik dan teknik peperangan laut, operasi amfibi dan penanggulangan  bencana  alam. Selain itu juga untuk meningkatkan hubungan bilateral antar Angkatan Laut kedua negara, dengan prinsip saling menghormati dan menghargai sesama negara yang berdaulat. 

Sumber : Koarmatim

Delegasi AL Singapura Dan Belanda Kunjungi Kobangdikal

SURABAYA-(IDB) : Delegasi Angkatan Laut Singapura dan Belanda melakukan kunjungan persahabatan ke Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal) di Bumimoro, Surabaya, Jumat.

Kunjungan pertama datang dari AL Singapura (Royal Singapore Navy) yang dipimpin Panglima Armada Singapura, Rear Admiral Lai Chung Han, didampingi empat delegasinya dan diterima Komandan Kobangdikal Laksda TNI Sadiman.

Sebelumnya, kapal AL Singapura RSS Resolution-208 yang membawa sekitar 100 kadet telah bersandar di Dermaga Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dalam rangka pelayaran ke Indonesia.

"Selain untuk mengakrabkan hubungan personel angkatan laut kedua negara, kunjungan ke Indonesia juga bertujuan menambah jam layar bagi para Kadet Singapura," katanya.

Setelah menerima petinggi AL Singapura, Laksda TNI Sadiman juga menyambut kunjungan Kepala Staf Angkatan Laut Belanda, Vice Admiral Mattheu JM Borsbom, yang didampingi empat delegasi lainnya.

Dalam kunjungan itu, kedua belah pihak menjajaki kemungkinan dilakukan kerja sama bidang pendidikan dan pelatihan personel angkatan laut kedua negara.

"Banyak kapal perang TNI AL yang dibuat di Belanda, salah satunya Sigma Class, sehingga nantinya kami siap menampung instruktur untuk mendapatkan pelatihan di Belanda," ujar Borsbom.

Komandan Kobangdikal Laksda TNI Sadiman menyambut positif tawaran kerja sama tersebut dan berharap hal itu bisa direalisasikan.

Selain melakukan pembicaraan, delegasi AL Singapura dan Belanda juga menyempatkan diri meninjau sejumlah fasilitas latihan yang dimiliki Kobandikal, salah satunya peralatan simulator kapal "Dynamic Positioning Maneuvering System" dan "Tactical Team Trainer". 

Sumber : Antara

Friday, 2 March 2012

Pangarmabar Terima Kunjungan Kehormatan KASAL Belanda

JAKARTA-(IDB) : Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Belanda Laksamana Madya Matthieu J. M. Borsboom di Ruang VVIP Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jalan Gunung Sahari No. 67 Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2012).
 
Kunjungan kehormatan tersebut dimaksudkan untuk menjalin serta mempererat hubungan kerja sama antara Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut Belanda yang telah terjalin baik selama ini.

Turut hadir mendampingi Pangarmabar Laksda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., pada kegiatan tersebut, Kepala Staf Koarmabar (Kasarmabar) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Herry Setianegara, S. Sos, SH, MM., Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Wadan Seskoal) Laksma TNI Sri Muhammad Darojatim, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar (Danguspurlaarmabar) Laksma TNI A. Taufiqoerrochman M., SE., Asisten Intelijen Pangarmabar, Asisten Operasi Pangarmabar, Asisten Personel Pangarmabar, Asisten Logistik Pangarmabar, Asisten Perencanaan dan Anggaran Pangarmabar, Komandan Komando Latihan Koarmabar serta Komandan Satuan Kapal Amfibi Koarmabar.

Sumber : Koarmabar

Thursday, 1 March 2012

Kemampuan Pertahanan Laut Harus Terus Diperkuat

JAKARTA-(IDB) : Komisi I DPR mendukung semua upaya pemerintah untuk memperkuat kemampuan pertahanan, baik dari sarana prasarana dan kualitas SDM. Sebab, tantangan yang dihadapi oleh Indonesia sebagai negara kepulauan semakin beragam dan berat.

Kemampuan deteksi dini dan tangkal serta kecepatan pergerakan perangkat pertahanan harus terus ditingkatkan agar kewibawaan Indonesia semakin terlihat. "Termasuk dengan kemampuan pertahanan laut Indonesia wajib terus ditingkatkan," ujar anggota Komisi I DPR Mahfudz Abdurrahman dalam rilisnya, Kamis (1/3).

Mahfudz mengatakan, dari paparan KSAL Laksamana TNI Soeparno pada saat Rapat Kerja Komisi I, Rabu (29/2), diketahui bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan proses pembelian tiga Kapal Frigate buatan BaE Inggris. Kapal-kapal tersebut sebelumnya merupakan pesanan dari Kerajaan Brunei Darussalam. "Namun pada saat kapal sudah selesai dibuat, yang terjadi kapal tersebut ditolak oleh Brunei Darussalam. Sehingga ketiga kapal tersebut ditawarkan ke Indonesia," tegasnya.

Mahfudz Abdurrahman berharap agar proses pembelian tiga kapal tersebut dapat terealisasi, karena akan memperkuat armada pertahanan laut karena kita ketahui saat ini armada pertahanan laut atau KRI banyak yang sudah berusia uzur/tua sehingga kemampuan tempurnya  sudah sangat menurun.

"Kita akan terus mendukung upaya TNI AL melakukan berbagai upaya pengembangan dan perbaikan dalam upaya terus mempertahankan kemampuan tempur dari KRI kita, tapi untuk saat ini pembelian kapal perang baru merupakan kewajiban agar kemampuan pertahanan laut kita seimbang dengan negara-negara kawasan," ujar politisi PKS ini.

Apalagi, kata Mahfudz, potensi kerawanan di laut sangat banyak, misal adanya pembajakan, pencurian sumber daya alam, dan penyelundupan barang dan orang.

"KRI kita harus siap setiap waktu dan dan mampu untuk melakukan tugasnya dengan baik dan tugas kita bersama mewujudkan terciptanya pertahanan laut Indonesia yang andal. Tapi satu hal yang tidak boleh tertinggal adalah harus ada kesepakatan transfer teknologi, sehingga diharapkan nantinya kita dapat memproduksi kapal perang yang setara dan bahkan lebih baik dari produk luar negeri," tegas anggota DPR Dapil Jawa Barat VI ini.

TNI AL pun harus melibatkan Badan Usaha Milik Negara Strategis seperti PT PAL dan Pindad, untuk perawatan kapal. Juga harus diupayakan agar dapat dilakukan di dalam negeri, tidak perlu lagi harus ke luar negeri.

"Penyiapan dan peningkatan kemampuan pertahanan Indonesia ke depannya agar dapat menyesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak pulau, yang memiliki garis pantai yang panjang, jalur transportasi laut yang penting secara global sehingga memiliki potensi permasalahan yang beragam," tegasnya.

Sehingga, idealnya Indonesia memiliki banyak kapal perang, baik yang memiliki kemampuan pertahanan di laut dangkal dan juga mampu di laut dalam.

"Kami di Komisi I terus mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan untuk prioritaskan peningkatan kemampuan pertahanan laut. Bukan berarti kita tidak prioritaskan pertahanan darat dan udara karena di ketiga matra tersebut Indonesia harus memiliki kemampuan pertahanan yang tangguh dan mumpuni," tutup Mahfudz Abdurrahman.

Sumber : Jurnamen

Wednesday, 29 February 2012

TNI AL Minta Dukungan DPR Untuk Bisa Memboyong Kapal Perang Nakhoda Ragam Class

JAKARTA-(IDB) : TNI AL meminta dukungan pada Komisi I DPR RI untuk pembelian tiga kapal perang buatan Inggris. Pembelian alutsista ini guna memperkuat armada perang TNI AL dalam menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI di perairan.

Hal ini disampaikan Kepala Staf TNI AL Laksamana Soeparno di sela-sela raker dengan Komisi I DPR di Komplek Senayan, Rabu (29/1). Raker itu membahas hibah KRI Karang Ungaran 985 ke Kabupaten Sangihe Sulawesi Utara.

Soeparno mengatakan, TNI AL ingin membeli tiga kapal perang buatan Inggris. Jenisnya multi roll fight freegard yang dibangun oleh galangan kapal BHA pada tahun 2001. Kapal pertama telah menyelesaikan tes di laut pada Desember 2003. Kapal kedua dites pada Mei 2004. Kemudian kapal ketiga mulai melaut pada Oktober 2004.

Kapal ini mulanya dipesan Kerajaan Brunei Darussalam. Namun setelah melihat hasil tiga kali uji coba tersebut, pihak Kerajaan membatalkan pesanan.

Jika Brunei enggan, kenapa TNI AL malah bernafsu membelinya?

"Kita sinyalir,pembatalan pembelian kapal perang dari Inggris oleh Brunei bukanlah karena alasan teknis tetapi alasan politis. Yaitu ada ketersinggungan Brunei pada Inggris pada isu tertentu," jawab Soeparno.

Informasi lebih dalam lantas didapat dari otoritas militer Brunei. Ternyata, ungkap Soeparno, jumlah personil angkatan laut negeri kaya itu terbatas jumlahnya. Hanya sekitar 800 personil. Sedangkan tiga kapal perang buatan Inggris itu butuh dioperasikan oleh 330 personil. Alhasil, Brunai bakal kerepotan mengurusnya.

Akhirnya, pada tahun 2007 kapal itu dipindahkan dari Brasko Brunei ke galangan kapal di Inggris. Setahun kemudian Kementerian Pertahanan menawarkan pada TNI AL untuk membelinya.

"TNI AL pun menindaklanjuti hal itu. Kami menyatakan, penawaran tersebut merupakan hal yang sangat baik dalam rangka pemenuhan armada TNI AL," ujarnya.

Brunei sempat membayar sekitar 600 juta poundsterling per kapal. Adapun penawaran ke TNI AL, kapal itu cukup ditebus dengan 296 juta euro atau sekitar 380 juta dollar AS. Angka ini terbilang murah. Di sisi lain pihak Brunei lebih senang jika kapal ini dibeli Indonesia karena punya dok galangan kapal sendiri untuk pemeliharaan. Pihak lain yang berminat adalah Malaysia.

Menurut Soeparno, kapal perang ini canggih karena sudah dilengkapi dengan misil anti kapal selam. Dengan kelengkapan itu, dia bilang, "Sudah dapat mengantisipasi kapal selama milik tetangga."

Sumber : Jurnamen

Pangarmabar Bertemu Komandan Escort Kolonel Tomoo Mizukami Dari Jepang

JAKARTA-(IDB) : Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., menerima kunjungan kehormatan Komandan Escort Divisi 15 Kolonel Tomoo Mizukami di Ruang VVIP Markas Komando (Mako) Koarmabar Jalan Gunung sahari No.67 Jakarta Pusat, Rabu (29/2/2012).
 
Dalam rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com, selain Tomoo, ikut pula tiga Komandan Kapal Perang Angkatan Laut Jepang yaitu Komandan JS Hamagiri (DD 155) Letnan Kolonel Koji Saito, Komandan JS Sawayuki (DD 125) Letnan Kolonel Yuici Watanabe dan Komandan JS Asayuki (DD 132) Letnan Kolonel Yasuhiro Hayashi,

Kunjungan kehormatan tersebut merupakan kunjungan tiga Kapal Perang Jepang bersama 110 Perwira Remaja Angkatan Laut Jepang yang melaksanakan pelayaran perdana ke Pelabuhan Indonesia, di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam sambutannya Pangarmabar Laksda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., menyampaikan penghargaan kepada Komandan Escort Divisi 15 dan tiga Komandan Kapal Perang Angkatan Laut Jepang beserta 110 Perwira Remaja Angkatan Laut Jepang, di Aula Yos Sudarso, Mako Koarmabar.
Lebih lanjut Pangarmabar mengatakan, melalui kunjungan tersebut diharapkan memberikan pengaruh positif untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama antara Angkatan Laut Indonesia dan Jepang, khususnya dengan Koarmabar.

Pada kesempatan tersebut, Pangarmabar menjelaskan tentang tugas pokok Koarmabar antara lain meliputi operasi intelijen maritim guna mendukung pelaksanaan operasi laut, operasi tempur laut dalam rangka Operasi Militer untuk Perang (OMP), Operasi Militer Selain Perang (OMSP) baik berupa operasi laut sehari-hari maupun operasi keamanan wilayah laut.

Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) untuk meningkatkan kemampuan penegakan kedaulatan dan hukum di laut Yurisdiksi Nasional Indonesia Kawasan Barat, operasi laut sehari-hari dan operasi tempur laut untuk pengendalian laut dan proyeksi kekuatan ke darat lewat laut serta pemberdayaan wilayah pertahanan laut berupa kemampuan yang diarahkan pada peningkatan kemampuan pemberdayaan potensi maritim strategis guna mendukung kemampuan pertahanan negara di laut.

Selanjutnya, Pangarmabar menjelaskan tentang wilayah laut Indonesia yang merupakan jalur pelayaran Internasional mulai dari Selat Malaka sampai Laut China Selatan, yang berbatasan dengan beberapa negara diantaranya Singapura, Malaysia dan Vietnam.

Setelah memperoleh penjelasan tentang tugas pokok Koarmabar, Komandan Escort Divisi 15, tiga Komandan Kapal Perang dan 110 Perwira Remaja Angkatan Laut Jepang menyaksikan profil Koarmabar melalui pemutaran video.

Sumber : TribunNews

Kopaska Unjuk Kemampuan Dalam Infiltrasi Daerah Lawan Melaui Laut Dan Udara

SURABAYA-(IDB) : Sebagai  pasukan elit TNI AL, Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim memiliki kemampuan operasi peperangan laut khusus, seperti infiltrasi ke daerah lawan melalui laut dan udara.  Konsentrasi kekuatan tersebar di beberapa wilayah setrategis, merupakan acaman serius yang harus segera di lumpuhkan dan dihancurkan. Untuk membuka pintu masuk bagi pasukan lain menuju daerah sasaran, Pasukan Katak mendapat tugas menghancurkan intalasi pertahanan musuh yang berada didaerah garis pantai.

Kemampuan itu ditunjukkan pada saat Satkopaska Koarmatim menggelar latihan beberapa waktu lalu. Dengan mengunakan sebuah pesawat angkut militer, satu tim Kopaska Koarmatim yang terdiri dari 7 orang personel melakukan penerjunan (military Free Fall) tidak jauh dari target yang akan di hancurkan. Kondisi medan tempur yang berada di garis pantai itu didominasi hutan dan semak belukar. Hal ini sangat membantu gerak tim Kopaska untuk berlindung dari pengamatan musuh. Tim penghancur ini dipimpin oleh Komandan Tim Mayor Laut (P) Yudo Ponco membentuk Taktik Satuan Kecil (Tactical Small Unit) bergerak senyap mendekati sebuah bangunan berupa gudang senjata dan amonisi milik musuh.

Terdapat sekitar lima orang di dalam bangunan itu. Salah satu diantara mereka sedang berdiri disebuah pos penjagaan dengan senjata lengkap. Sedangkan 4 orang lainnya sedang duduk-duduk sambil berbincang dengan rekan mereka di dalam bangunan utama. Melihat kondisi itu, supaya dapat masuk kedalam instalasi musuh sebelumnya harus melumpuhkan seorang penjaga yang ada diluar. Sniper Kopaska  menggunakan senjata M14 kaliber 7,62 mm berhasil melumpuhkan penjaga dari tempat tersembunyi.

Sejurus kemudian tim Kopaska menyerbu ke dalam instalasi musuh dengan melemparkan granat tangan. Suara ledakan granat disusul rentetan tembakan senjata otomatis M4 A-1 dan M60 kaliber 7,62mm yang digunakan Kopaska, mengejutkan 4 orang yang ada di dalam. Kedatangan Pasukan Katak secara tiba-tiba membuat musuh tidak dapat memberikan perlawanan yang berarti. Dalam waktu singkat, 5 orang musuh dapat dilumpuhkan. Selanjutnya tim Kopaska melakukan demolisi (penghancuran) instalasi gudang senjata dan amonisi musuh kemudian segera melakukan pengundurun.

Pertempuran itu merupakan salah satu rangkaian latihan K-2 Cantoka Senayudha “Gurila” (gunung rimba laut) yang berlangsung sejak tanggal 10 sampai dengan tanggal 29 februari 2012. Latihan K-2 tahun 2012 dibuka oleh Komandan Satkopaska Koarmatim Kolonel Laut (P) Yeheskiel Katiandagho, di Mako Kopaska Koarmatim Ujung Surabaya belum lama ini, Jum’at (10/02). Sebanyak 152 personel gabungan Kopaska dan staf terlibat dalam kegiatan tersebut. Sedangkan personel Kopaska yang terlibat sebagai pelaku ada 5 tim, masing-masing tim terdapat 7 orang. Materi yang diterapkan dalam gladi tempur K-2 Kopaska tersebut adalah kemampuan menembak (markmanship), melintasi medan pegunungan (mountainering), landing dan dropping pasukan melalui laut dan udara serta intelijen tempur.

Selain itu, gladi tempur Gurila juga mempelajari materi tentang Ilmu Medan Membaca Peta (IMMP), survival, pengintaian pantai, navigasi laut, Taktik Satuan Kecil (Tsk) serta demolisi. Sebagai puncak latihan K-2 Cantoka Senayudha dilaksanakan gladi tempur gabungan dari beberapa materi latihan yang disebut full mission profile. Latihan K-2 Kopaska diselenggarkan secara rutin 3 kali dalam setahun dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme serta kerja sama tim Kopaska dalam menyelenggarakan peperangan laut khusus.

Sumber : Koarmatim

Tuesday, 28 February 2012

TNI AL Sambut Pasukan Bela Diri Jepang

JAKARTA-(IDB) : Sebanyak tiga  armada tempur Pasukan Bela Diri Jepang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok hari ini. Kedatangan pasukan Negeri Sakura itu disambut oleh TNI AL.

Tiga kapal tempur Jepang, Hamagiri, Sawayuki, dan Asayuki mengadakan kunjungan ke Jakarta dan berlabuh selama tiga hari. Para angkatan laut dari Indonesia dan Jepang pun berbaris bersama di depan tiga kapal tempur tersebut.

Pada Rabu mendatang, Pasukan Bela Diri Jepang juga akan membuka kapal, dan memungkinkan warga untuk mendatangi kapal. Kapal-kapal ini yang akan dikunjungi oleh para siswa dari sejumlah sekolah di Jakarta. 

Penyambutan itu diramaikan dengan marching band TNI AL dan tarian tradisional khas Indonesia.

"Kunjungan kapal perang ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dan juga persahabatan antara Jepang dan Indonesia. Kami pun akan selalu mengenang peristiwa bersejarah ini," ujar salah seorang pejabat TNI AL Kolonel Djayeng Tirto, di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (28/2/2012).

Setelah pidato penyambutan dilakukan oleh TNI AL, Pasukan Bela Diri Jepang mengadakan penghormatan simbolis.

Salah satu kapal yang berlabuh di barisan terdepan adalah Hamagiri. Kapal buatan Negeri Sakura itu dilengkapi dengan teknologi yang cukup canggih. 

Kapal itu memiliki senjata bernama Vulcan Palanx yang sanggup menembakkan 3 ribu peluru permenit. Selain itu, Hamagiri juga memiliki landasan helikopter, sistem pertahanan udara, dan senjata anti-kapal selam.
 
Sumber : Okezone

Monday, 27 February 2012

Pangarmabar Terima Kunjungan Atal Australia

JAKARTA-(IDB) : Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., menerima kunjungan kehormatan  Atase Pertahanana Angkatan Laut (Atal) Australia Captain Katja Bizilj di Ruang VVIP Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jalan Gunung Sahari No. 67 Jakarta Pusat, Kamis (23/2).
           
Kunjungan kehormatan tersebut dimaksudkan untuk menjalin serta memepererat hubungan kerja sama antara Angkatan Laut Australia dan Indonesia yang telah terjalin baik selama ini.
           
Hadir pada acara tersebut Asisten Operasional (Asops) Pangarmabar Kolonel Laut (P) Didik Setiyono, Asisten Intelijen (Asintel) Pangarmabar Kolonel Laut (E) Ir. Fery Sidjaja, Komandan Satuan Kapal Amfibi (Dansatfib) Koarmabar Kolonel Laut (P) Alex Syahril.

Sumber : Koarmabar

Saturday, 25 February 2012

TNI AL Berencana Akuisisi Kapal Perang Nahkoda Ragam Class Dari Kelas Corvette

JAKARTA-(IDB) : Besarnya wilayah laut Indonesia membuat TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus berbenah diri dengan menambah armada tempurnya. Salah satunya adalah dengan membeli kapal perang dari negara lain. Tersiar kabar bahwasanya TNI AL sedang mengincar kapal perang Nakhoda Ragam Class, sebuah kapal perang kelas corvete buatan BAe System Marine, Inggris, yang tidak jadi dibeli AL Brunei Darussalam karena suatu masalah.

Menanggapi kabar tersebut, kepada itoday, pengamat pertahanan Muradi mengatakan, jika memang kapal yang akan dibeli adalah kapal kelas patroli, maka tidak akan menjadi masalah. Tetapi jika yang dibeli adalah kapal perang yang berukuran besar, maka itu menjadi masalah. Sebab kebutuhannya berbeda dengan apa yang dibutuhkan Indonesia.

Pembelian alat utama sistem senjata memang bukan seperti membeli kacang goreng, setiap negara memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh sebab itu, walaupun kapal yang dibelui sama kelasnya, tetapi masalah “jeroan” kapal bisa berbeda. Karena setiap negara memiliki spesifikasi dan kebutuhan menghadapi tantangan yang berbeda.

“Perairan Brunei itu sangat sempit. saking sempitnya, perairan Brunei mungkin bisa dikelilingi dengan kapal patroli kecil dalam waktu tiga jam saja. Bandingkan dengan perairan Indonesia,” jelas Muradi.

Melihat adanya perbedaan yang sangat signifikan itu, Muradi menganggap, rencana pembelian kapal perang buatan Inggris yang tidak jadi dibeli Brunei, adalah solusi instan untuk jangka pendek saja, karena untuk mengakali anggaran pertahanan Indonesia yang terbilang kecil.

Dari informasi yang diterima itoday, rencana pembelian kapal perang Nakhoda Ragam Class ini sudah mencapai 70 persen, sudah mencapai tahapan MoU. Namun TNI AL tetap membuka kemungkinan untuk membeli kapal perang lainnya untuk memperkuat armada tempurnya.

Nakhoda Ragam Class sendiri adalah kapal perang kelas corvete buatan Inggris yang dibuat berdasarkan seri F2000, yang memiliki kecepatan maksimal 30 knot.

Kapal perang ini dilengkapi sensor radar dan avionik buatan Thales, dipersenjatai dengan satu meriam 76 mm, dua meriam penangkis serangan udara kaliber 30 mm, torpedo, Thales Sensors Cutlass 22, rudal permukaan-udara Seawolf, rudal Exocet MM40 Block II dan dilengkapi dengan hanggar yang mampu menampung satu S-70 Seahawk.

 Sumber : Itoday

weapon military