Translate

Showing posts with label Pesawat Latih. Show all posts
Showing posts with label Pesawat Latih. Show all posts

Saturday, 25 February 2012

Update : Israel Beli 30 M-346 Macchino Seharga 1 Miliar Dolar Amerika

TEL AVIV-(IDB) : Kementerian Pertahanan Israel mencapai kata akhir dengan Italia dalam pembelian 30 jet latih M-346 Macchino dari Alenia Aermacchi, senilai 1 miliar dolar Amerika Serikat. Kata akhir ini sekaligus mengakhiri masa penantian panjang dalam memutuskan, antara M-346 atau T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan, yang menawarkan harga kompetitif.

Jet tempur ringan latih Italia ini sebelumnya telah memenangi dua pesanan pasti dari Singapura dan Uni Emirat Arab. Sementara T-50 baru satu, yaitu Indonesia, itupun dalam jumlah jauh lebih sedikit ketimbang pesanan dari Israel. Baik M-346 dan T-50 juga berkompetisi dalam pesanan serupa bagi Angkatan Udara Polandia dan ceruk besar untuk Angkatan Udara Amerika Serikat.

Dengan begitu, Israel memiliki 30 Macchino ini, Singapura 12, dan Italia sendiri 15 unit. Dalam konfigurasi standar, harga per unit M-346 Macchino sekitar 20 juta dolar Amerika Serikat. M-346 sangat identik dengan Yak-130 Mitten lansiran biro rancang Yakovlev dan Sokol, Rusia, dengan perbedaan pokok pada mesin penggerak.

M-346 Macchino didorong dua Honeywell F124-GA-200 bypass jet sementara Yak-130 Mitten didorong sepasang Klimov RD35 buatan Rusia. Mesin M-346 diakui lebih kuat ketimbang Klimov RD35 buatan Rusia itu.

Strategi besar bagi Korea Selatan adalah: jika memenangi Israel maka pintu bagi pasar internasional akan terbuka lebar, mengingat mereka adalah pemain baru dalam dunia jet tempur di kancah dunia. T-50 Golden Eagle bermesin satu dan menurut pilot uji, "cita rasa" dan performansinya adalah F-16 Fighting Eagle dalam versi mini.

Sementara M-346 atau Yak-130 dinilai gabungan dari F-16, F-15 Eagle, dan Eurofighter.

Bagi Israel, M-346 akan menggantikan A-4N/TA-4N Skyhawk (berkemampuan membopong misil udara ke darat nuklir) buatan dasawarsa '80-an. Israel menerima pertama kali seri A-4 Skyhawk buatan McDonnel Douglas pada 1968 akibat kelebihan produksi Amerika Serikat; Indonesia juga menerima pada dasawarsa '70-an.

Bisnis arsenal udara di antara Israel dan Italia ini juga berlaku secara resiprokal alias offset deal. Italia akan membeli senilai sama peralatan perang dari Israel, yang dikatakan pejabat di Kementerian Pertahanan Israel, Udi Shani, sebagai suatu yang memungkinkan negaranya memperoleh keuntungan jauh lebih besar dalam kenyataannya.

Italia telah membeli produk-produk persenjataan Israel, meliputi senjata berpemandu, perlengkapan intelijen, pengamatan, dan pemantauan (ISR), sistem perang elektronika, dan sistem perlindungan diri bagi helikopter dan pesawat transportasi militer.

Perusahaan Israel juga bekerja sama dengan firma Italia dalam program peningkatan peralatan militer internasional. Yang sedang didiskusikan kini adalah transfer dua pesawat peringatan dini yang dikembangkan Elta Systems. Italia menjadi kandidat utama dalam pengadaan sistem ISR yang bermula dari pesanan Turki; yang ditolak Israel.

Paket ini terkait dengan prioritas yang diajukan Angkatan Udara Italia mengikuti kampanye pertempuran di Libia, tahun lalu. Hal ini mempercepat pembelian, proses, dan diseminasi intelijen menuju data terhadap sasaran yang dituju.

Dari sisi Korea Selatan --sebelum pilihan jatuh kepada Italia-- berharap Israel memberi pesanan senilai 1,6 miliar dolar Amerika Serikat dalam proyek T-50-nya, termasuk sistem penghalau roket Iron Dome mereka. Timbal baliknya, Korea Selatan memerlukan serangkaian sistem pertahanan dari Israel, termasuk misil Spike NLOS, radar kendali tembakan utama bagi jet-jet tempurnya, dan radar besar anti peluru kendali, Green Pine.

Sumber : Antara

Pasar Jet Tempur Ringan - Latih Asia Terbuka Lebar

JAKARTA-(IDB) : Alenia Aermacchi kembali ke Singapore Airshow 2012 dengan dua jet tempur ringan-latih, T-346 pertama yang dipesan bagi Angkatan Udara Italia. Mereka membangkitkan perhatian khusus publik penyelenggara dalam pesta kedirgantaraan Singapura itu, apalagi Singapura memesan 12 unit. Italia menang dalam pertarungan jet tipe ini melalui konsorsium ST Aerospace dan Boeing.

Setahun sebelumnya, Alenia Aermacchi menyelesaikan kontrak dengan ST Aerospace, menyediakan dukungan logistik bagi armada M-346 Macchino, sebagai bagian dari program Fighter Wings Course. M-346 buatan Alenia Aermacchi juga yang dipesan Uni Emirat Arab (hampir pasti), Israel (30 unit), dan Italia (15 unit).

Delegasi Italia dalam Singapore Air Show 2012 kali ini tidak tampil jor-joran. Mereka mengandalkan M-346 dan C-27J Spartan buatan Alenia Aermacchi; yang di Asia menarik perhatian secara khusus bagi Indonesia.

Pasar bagi kelas Yak-130 atau M-346 cukup besar walau juga "agak terbatas". Pemainnya masih tidak lebih dari lima pihak, satu yang sangat sengit merebut kue pasar itu adalah Rusia dengan Yakovlev Yak-130 Mitten. Walau identik dengan M-346, dengan beberapa perbedaan terutama pada dua mesin jet pendorongnya. Rancang bangunnya memang berasal dari meja disain Sukhoi terlebih dahulu.

Perusahaan eksportir arsenal Rusia, menyatakan, mereka telah melakukan pengiriman perdana ke negara pemesan pada 2011.

Yak-130 diposisikan mampu berperan sebagai pesawat latih paling mutakhir bagi keperluan pilot tempur Rusia, juga sebagai jembatan bagi jet tempur generasi 4+ dan 5, dan telah disesuaikan dengan keperluan pasar Asia Pasifik.

Perusahaan Rusia itu sendiri juga memperkirakan, di luar Rusia, kawasan terluas di dunia ini --sekitar 70 persen dunia-- memerlukan 250 unit pesawat kelas Yak-130 selama jangka menengah hingga 10 tahun ke depan. Belum lagi dari kawasan-kawasan lain dunia.

Paling tidak Rusia memakai 11 unit Yak-130, Algeria tiga unit, Siria 36 unit, dan Viet Nam memesan pasti delapan unit. Rusia sendiri dipastikan memerlukan 200 unit Yak-130, salah satu sebab mereka sedang aktif menguatkan kembali kekuatan udara negaranya.

Jika satu unit M-346 dalam varian standar diberi harga 20 juta dolar Amerika Serikat, maka belanja Asia Pasifik untuk jet tempur ringan-latih ini akan sebesar 5 miliar dolar Amerika Serikat. Ini asumsi hanya dari harga pesawat tempurnya saja, dalam varian standar pula.

Yak-130 mampu mengantarkan pilot-pilot tempur Rusia menuju kokpit penempur mereka dari generasi 4 dan 4+ serta 5, mulai dari MiG-29, Su-27 Flanker, sampai Sukhoi PAK FA T-50 yang dikatakan sedikit melebihi kelas F-22 Raptor buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat itu.

Satu pendatang baru dari Asia mulai unjuk gigi. Dia adalah Korean Aerospace Industries T-50 Golden Eagle, yang rupa fisiknya mirip sekali dengan F-16 Fighting Falcon, hanya dalam ukuran mini sebagaimana kinerja tempur dan avionikanya.

Setidaknya, Polandia dan Israel sempat menaruh hati pada pendatang baru ini, walau TNI-AU adalah pihak yang benar-benar meminang masuk ke dalam jajaran arsenalnya.

Sempat digadang-gadang akan mengisi hanggar salah satu skuadron udara TNI-AU, Yak-130 Mitten akhirnya parkir di luar negeri saja. Memang pernah ada fakta bahwa pilot uji Mitten harus eject memakai kursi pelontar dalam penerbangan uji masa-masa awal.

Namun T-50 Golden Eagle buatan KAI juga belum diketahui betul rekam jejak dan kinerja sejatinya dalam gelanggang kedirgantaraan dunia.  Karena itulah pesanan pasti dari TNI-AU ini sangat penting bagi KAI bagi reputasi mondial mereka. 

Sumber : Antara

Sunday, 19 February 2012

Israel Beli 30 Pesawat Latih Militer Italia

Pesawat jet latih militer M-346 buatan Alenia Aermacchi, Italia
TEL AVIV-(IDB) : Israel menyepakati pembelian 30 pesawat jet latih militer buatan Italia senilai total 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 9 triliun), Kamis (16/2/2012).

Kesepakatan ini tercapai setelah Italia berjanji akan membalas membeli perlengkapan pertahanan dari Israel dengan nilai yang sama.

Keputusan tahap awal dan masih membutuhkan persetujuan pemerintah dan parlemen Israel mengakhiri persaingan panjang antara Italia dan Korea Selatan (Korsel) dalam memperebutkan kontrak dari Israel ini. Sebelumnya, Korsel menawarkan pesawat latih T-50.

Alasan Israel memilih pesawat jet M-346 buatan pabrikan Alenia Aermacchi dari Italia karena pesawat itu memenuhi "kebutuhan langsung" AU Israel. Selain itu, harganya cocok dan diikuti perjanjian Italia akan membeli perlengkapan pertahanan buatan Israel.

Korsel kecewa

Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel Udi Shani mengatakan, perjanjian saling membeli ini memungkinkan Israel membeli pesawat Italia dalam jumlah banyak di tengah kondisi pengetatan anggaran.

Israel akan menggunakan M-346 untuk menggantikan armada pesawat A-4 Skyhawk, yang sudah 40 tahun diandalkan sebagai pesawat latih. Pesawat pertama akan dikirim pada 2014.

Pihak Korsel sendiri mengaku kecewa dengan proses pembelian yang dianggap tidak transparan. Padahal, Korsel juga telah menawarkan pembelian balik sistem antiroket Iron Dome buatan Israel senilai 1,6 miliar dollar AS.

Sumber : Kompas

Wednesday, 15 February 2012

Filipina Pertimbangkan Beli Pesawat Latih Rusia

MANILA-(IDB) : Angkatan Udara Filipina dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk pembelian 6 hingga 8 unit pesawat tempur latih Rusia (UBS), Yak-130.

Hal tersebut disampaikan presiden perusahaan pengembang UBS, Irkut, Alexei Fedorov kepada wartawan, Selasa (14/2).

Fedorov menjelaskan bahwa Filipina telah mempersiapkan rencana untuk pembelian senjata sebelum tahun 2016 dan menyediakan untuk pembelian pesawat baru. Saat ini, Filipina belum dipersenjatai dengan jet tempur.

"Mudah-mudahan, Yak-130 akan memiliki kesempatan yang baik. Dalam kasus apapun, negosiasi diharapkan berhasil," Kata Fedorov.

Namun, presiden Irkut itu tidak mengesampingkan bahwa perundingan kemungkinan bisa berlarut-larut selama beberapa tahun.

Menurut Fedorov, pada tahun 2020, permintaan pasar untuk UBS Yak-130 bisa mencapai 2,5 ribu unit.

"Kami berharap untuk mengambil 25-30 persen dari pasar." imbuh Fedorov.

Yak-130 merupakan pesawat jet latih ganda generasi baru, yang dirancang untuk pengajaran dan pelatihan personil penerbangan, serta penggunaan tempur di kondisi cuaca yang sederhana dan buruk untuk target udara dan darat.

Dalam hal kinerja dan karakteristik, manuver penerbangan dari Yak-130 mirip dengan pesawat tempur modern yang terbang pada kecepatan subsonik, yang akan melatih pilot untuk pesawat tempur generasi 4  hingga 5 tahun mendatang.

Selain itu, Yak-130 adalah pesawat sederhana dengan kondisi nyaman dan terlatih , khususnya untuk landing di lokasi yang tidak siap didarati.

Sumber : Wartanews

weapon military